Tuesday, December 12, 2006

Atas Nama Malam

LANGIT MURAM, KAU PUN TAHU
ANGIN MENYAPU MUSIM, GERIMIS MELINTAS
PADA SENJA SELINTAS, AKU TAK TAHU
MASIHKAH KUTEMU MALAMKU

KAMU ADALAH MIMPI ITU, SIAPA TAHU
DALAM JEJAK SENYAP SEMALAM
MENATAP HUJAN,
TIADA BERTANYA SEDU ATAU SEDAN

Seno Gumira Ajidarma -Novel "Atas Nama Malam"-


Aku Ingin Pulang
Merayu hujan sungguh pun sia. Rintik menggeleng enggan mereda. Hati memohon langit tetap mengguyur. Akhirnya mata nikmati pula kabut yang muncul. Ada bersit ada rasa yang singgah. Lama membekas dan tak terjamah. Pada rumah pada pekarangan. Rindu dan kenang membaur jiwa. Hujan sejukkan hatiraga. Sejuk datangkan rindu. Pada hujan ku mengadu. Aku ingin pulang.

00:21 131206
(really miss my famT_T)

Tuesday, November 07, 2006

CinTa Untuk-NYA

Allaisallohu bikafin abdah

Tidakkah Allah cukup bagimu?

SEBELAH HATI

SEBELAH HATI

(I)Angin tenang membawaku kembali pada kertas2 yang tergulung itu
Aku hanya pandai berkelit kata pada diri:
bayanganku berkaca2 dalam matanya
Setiap kubuka kembali kisah malam
bukanlah para tokoh cerita
namun hanya dia yang bisa mengembalikan waktuku
pada 1 perasaan yang begitu agung
“Pujangga abadiku,

(II)Tanganku tidak mungkin menjangkau wajahmu
karena kau bukan untuk menyapaku
atau tanpa melihatku sekejap pun
kau tetap pujanggaku
Bahasaku, adalah dari duniamu
Cinta karena mu adalah sebuah karunia
Diam bahasa adalah karena cinta padamu
Dan kata2 hanya pada benda ku mengadu
Rasa yang terpatri adalah karena kau bukan tertuju padaku
Bilamanakah kau akan mengetahui, sungguh ta sanggup
Malam mendengarku
mungkinkah langit membuatmu tengadah
dan tunjukkan cahaya ku yang sedang melihatmu”.

(III)Malam hening, alam berbisik halus
Ada dingin menusuk tubuh
Pohon2 tidak banyak bergoyang
Daun2 pun masih tersandar rapi pada rantingnya
Dalam kesunyiannya, mimpi lampau mengusik.

11 Agt’ 06, 00:35
-----------------------------------------------------------

SEKEDAR BAYANGAN

Wahai pujanggaku
Tidak ada yang tahu
Atau hanya yang tidak menahu yang tahu
Bahwa kagumku
Hanya berada di belakangmu
Dan mataku
Hanya melihat punggungmu
Kau berjalan
Aku menjadi bayangmu


Tgl bLn ’06 ,Jam:menit
---------------------------------------------------------

SUKA ITU BIASA

‘Suka itu biasa
Tapi rindu lain cerita…

Aku duduk
Ada sekelebat ingat
Aku menulis
Ingat itu menghentikan tanganku
Aku diam
Semakin menjadi saja keusilannya
Aku belajar
Wah, buyar lah konsentrasiku
Aku tepis
Tidak mempan juga
Aku memejam mata
Malah semakin jelas bentuknya
Aku biarkan dia
Ada kupu-kupu berterbangan dalam perutku
Memanglah dia abstrak
Tapi
Semakin lama semakin menyiksa
Bikin insomnia
Dan roti sisa jadi berjamur

Biar-ku-nikmati keabstrakan itu
Karena 1 perasaan yang ingin kembali pada waktu
Adalah jejak kesan yang menapak dalam hati

16 Okt’ 06, 19:24
-------------------------------------------------------

TAKUT TERPUPUS

Perasaan takut seharusnya tidak boleh
Terkecuali hanya pada tentangNya
Namun aku takut
Pujanggaku mulai tertutup kabut dan menghilang
Karena tinggal harumnya yang ada padaku
Dan aku takut
Sisa sepoi wangi yang terbaur dengan udara
Pun akhirnya tak tersentuh
***

20 menit menjauh
Sudah lewat
Sudah ta ada berita
Cemas yang terpungkir
Harap yang terlawan
Dimanakah nada bahasa yang kaurangkai
Nada bagi tarian hatiku
Sesal ku mohon ada dan tiadamu
Kau akhirnya tiada di ujung tatap
Suara itu masih mengiang
Saat senyumku tergelak riang
Suara dalam tulisan yang terpupus
Rasa ini berbicara: senyumku sementara
***

Katanya; beralihlah sebentar
Pada kesenangan yang melupakan ketakutan”
Kukira dia sungguh menulis suara hatinya
Padahal dialah yang bisa menghapus ketakutan itu

19 Okt 2006

Sunday, November 05, 2006

Kefanaan Sebuah Mimpi

Dear my blog, hari ini rehan dapet mimpi, yang di dalamnya sangat membuat rehan bahagia karena 1 hal sampai2 rehan tidak merasakan kesadaran diri berada di alam maya. Saat rehan kembali ke alam fana (terbangun), spontan rehan menitikkan air mata dan tidak tertahan, karena rehan tahu bahwa apa yang baru saja terjadi ternyata tidaklah nyata. Rasanya seperti kebahagiaan yang terenggut oleh dimensi lain saja. Sampai detik ini rehan berusaha menyimpan film mimpi yang masih terlayar di pikiran rehan. Y Allah, rehan tidak tahu apakah mimpi itu datangnya dari-Mu, atau mimpi yang datang karena pikiran manusia ini sendiri. Tapi rehan mohon petunjuk dari-Mu atas datangnya mimpi ini, agar rehan tidak kembali dibelenggu rasa gelisah. Moga melalui orang yang akan rehan ceritakan ttg mimpi ini bisa memberi secercah harapan yang sudah ingin rehan genggam.

Friday, October 20, 2006

Doa Rembulan

Doa Rembulan

Dalam benderang rembulan,
Ku bersimbah pada-Mu
Hanya air mata dan permohonan yang mampu ku-serah
Aku saja lelah, sebagai peminta
Sedang Engkau, lapang dan sabar menerima
segala pemberianku yang tiada arti

Ya Allah, Kemurahan-Hati-Mu
buatku semakin bermanja diri
Gelar sajadah-ku-hanya bersujud pada-Mu
Pejam mata-ku-tengadah pada-Mu
Ada-Mu ku-tiada
Aku ada Kau Abadi

Kubingkai lukisan doa-rembulan ini bagi-Mu
Supaya kabulkanlah

10 Oktober 06 01:15 AM

Thursday, August 03, 2006

Dream what u want to dream

Go where u want to go

Be what u want to be

U have only one life and one chance
To do all the things u want to do
Wahai Kekasih, adakah mata hatinya melihat ke dalam jiwaku yang terpaut.
Kegelisahan yang tak berani sungguh mengundang air mata yang bisu.
Manusia yang sadar siapa hanya sanggup menunggu.

Wahai Kekasih, sambutkan kelembutan jiwanya sebagai penyejuk hati.
Bilamanakah bayang2 ini sedang berselimut pula di balik khayalnya.

Wahai Kekasih, kesankan satu perjumpaan menjadi pertemuan yang berarti.
Membawa pada kisah di bawah tabur kasih-Mu.

Wahai Kekasih, wahai, mohonku agar dia mendengar beritaku dan menggenggam hangat harapku.

(2 Agustus 2006, 23:14)

Sunday, July 30, 2006

Greeting letter


The night wind brought my slept tightly, to the sunrise.
21 hours and 44 minutes I have skipped,
and there’s 1 day I don’t forget, but neither be greeted.

My mind still sees the girl inside, as if waiting for me.
There’s 1 day I don’t forget, but neither be greeted.

Please, just please;
allow me to confess my out of time, for your new age.
There’s 1 day I don’t forget, but neither be greeted.

: My friend, it’s have been almost 1 day , starting your life for the eighteenth times. Keep your days much better than before… always puts every new color on your own rainbow, as life experiences… Last thing; just trust that The Almighty always gives you the best.
-for my friend-
her birthday on 31th July 2006

Sunday, July 09, 2006

Our way=choosen

Haa..:D senangnya jika kita bisa mengambil arti sebuah kehidupan manusia, orang2 yang telah berbagi kebahagian dan pelajaran pengalaman2 hidup mereka. Metro TV acaranya bagus-bagus, apa hubungannya? Yaa, barusan tanpa sengaja aku menyimak salah satu acara Metro, ttg beberapa tokoh asing yang memiliki ambisi dan telah berjalan sampai pada pintu menuju keberhasilan meraih ambisi mereka. Ada seorang tokoh, kurang yakin juga siapa orang itu karena aku melihat dari tengah acara, yang pasti dia memegang peran penting di kota Frankfrut. Dia ingin menunjukkan bahwa kota itu memang layak dan menarik untuk dikunjungi dan tidak membosankan. Dengan kegiatan pameran karya seni yang dia laksanakan, dia berhasil mengundang dan menarik hati banyak orang untuk datang ke pameran itu. Beberapa langkah dia sudah mendekati kepada apa yang diinginkannya. Lain cerita, seseorang yang menjadi pengusaha minuman, yang tidak pernah menduga sebelumnya akhirnya terjun juga ke dunia pekerjaan ayahnya. Melihat kesuksesan usaha yang dijalankannya bersama sang ayah, kebahagiaan terbersit di wajahnya. Relasi yang banyak adalah salah satu cara memperkenalkan produk2nya. … .. … Yah, intinya, hidup ini memang pilihan. What we choose is what we’ll get, is it right? So, hati2 dalam memilih jalan hidup kita (warning!) :p

Wednesday, June 28, 2006


A MoMeNT oF (28th, June 2006
Dago tea House)

Huaa….Totemo tanosikatta..!! iiiidesyo…… Gakkari!
-huaa…senangnya..!! bagus banget……ga nyesel d!-
:))

Thursday, June 08, 2006

Brand new!

Di sela waktu senggang yang terasa begitu panjang ini, aku terus berpikir…bahkan merenung, sudah saatnya aku berubah. Berubah menjadi sosok yang menggunakan akalnya dengan matang. 19 tahun, mungkin masih terbilang umur muda, seperempat abad pun masih lama untuk teralami. Tapi dalam usia ini kurasakan masa-masa peralihan dari remaja menjadi dewasa sepenuhnya. Maka itu aku perlu berhati-hati dalam setiap langkahku, jangan sampai keliru memilih jalan yang akan kulewati terus hingga masa depan. Memang aku belum bisa mandiri, tapi aku ingin bisa mewujudkan kesadaran atas usiaku yang semakin menuju karakter dewasa. Salah satunya mengubah penampilan luarku, sudah sepatutnya aku menutup tubuhku dengan jilbabJ Sebenarnya berjilbab memang keinginanku sejak lama, tapi pikiranku masih dijejali oleh keraguan, aneh, mungkin inilah yang disebut belum dewasa, padahal sudah jelas itu adalah hal yang dinilai benar. Semoga penampilanku yang baru ini juga turut membawa karakter dan sifatku menjadi indah di mata siapapun, terutama di mata-Nya…Amin…

Monday, May 29, 2006

Dia adalah yang hidup
Manusia yg terlahir karena kehendak-Nya
Ada atas ucapan seseorang
Ketika sosoknya menjadi nyata untuk pertama kali
Dia tak pernah tahu
Keras kehidupan yg akan melewatinya
Seperti taufan yg menghadang tanpa permisi

Kini dan detik ini
Dirinya sudah melihat
Bahkan meneguk manis pahit kehidupan
Ruang dan waktu mengisi hari
Namun jiwanya tak pernah merasa datang kasih
Dari orang yang selalu diharap hadir disisinya sejak lahir

Di balik wajah yang tegar dan tangguh
Terpendam kerapuhan jiwa begitu mendalam
Siapa saja bisa tahu luka itu
Dari pesan air matanya yang mengalir bisu
Biarkan hatinya berteriak pilu
Agar kehadiran-Nya tampak dekat setelah itu

29 Mei 2006

Friday, May 26, 2006

Horribleday

Jumat 26 Mei 2006

Liburan panjang ini aku banyak mengisi waktu luang dengan sepupuku. Malam itu tiba2 saja sepupuku meminta dirinya menginap di kostanku, tanpa alasan apapun aku tetap dengan senang hati membolehkan. Esok paginya kami ke Sabuga, aku lari, kakakku senam, dia agak tidak berminat jika kuajak lari, padahal hanya 5 keliling. Setelah itu kami tidak kembali ke tempatku, tapi kosan kakakku. Karena kami kira akan lebih mudah jika bersiap diri di sana sebelum berangkat Jumatan. Kami tidak pernah mengira sebelumnya akan terjadi sesuatu yang mengerikan beberapa jam setelah tiba di kosan kakakku. Sebenarnya kami sedang tidak merasa nyaman, berkaitan dengan alasan kakakku ingin menginap di tempatku. Ada makhluk yang terus mengejar kakakku, dan aku tahu pasti apa dan seperti apa makhluk itu. Pintu utama kosan sudah kukunci, menjaga rasa aman. Saat kami berbincang di kamar, dari depan pintu kamar yang terbuka muncul sosok seseorang yang tidak pernah diharapkan oleh siapapun kehadirannya. Aku terkejut dalam hati, dan kakakku terkejut setengah mati bak ditemukan seorang kanibal yang haus darah dan daging manusia. Pelarian kakakku dari makhluk itu akhirnya sia-sia! Situasi makin tidak aman dan nyaman. “@$#!*!?$#*%#?!!!”, mulailah makhluk itu mengeluarkan jurus lidah berbisa. Kakakku tidak berkutik, hatiku melihat jiwanya sedang berusaha menutup rapat-rapat hatinya agar tidak tertancap racun yang terlontar dari mulut berbusa si pembunuh itu. Aku pun berusaha bersabar diri mendengarnya. Beberapa menit kutinggal mereka mandi. Setelah kembali ke kamar tiba-tiba saja kutemukan kakakku yang sudah mencapai titik klimaks amarah sedang perang melawan makhluk dajjal itu. Spontan aku langsung berusaha melerai mereka. Namun apa mau di kata, kekuatanku tak mampu menandingi seseorang yang adrenalinnya sedang dalam puncaknya. Maka perang itu berlanjut semakin sengit. Racun itu berubah wujud menjadi pedang tajam yang siap membelah jantung. Sedang kakakku hanya mempunyai kuku kuku yang mampu mencakar kulit setidaknya. Aku takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Perkelahian sengit itu tercium oleh para tetangga, akhirnya beberapa orang luar datang berusaha menghentikan perang itu. “@$#x!!*#!!!!!” racun itu tak hentinya keluar dari mulut kotor bau makhluk itu. Seorang bapak mencela omongan makhluk itu, mungkin bapak itu sudah mengira bahwa makhluk itu memang jenis psikopat tingkat tinggi. Aku mencoba mengajak makhluk buas itu keluar dari kos sedang beberapa orang berusaha menenangkan kakakku yang ikut beringas. Akhirnya dengan segala upaya dari pihak orang ketiga dan kempat, suasana mencakam itu sedikit mereda. Makhluk itu terbujuk untuk kembali saja ke habitatnya. Kakakku seakan tidak berdaya lagi, seolah sudah terpuruk dalam sumur gelap yang kedalamannya 15 meter, kiranya racun itu telah menyebar dan mencampuri darah kakakku. Untung saja datang seorang sahabatnya dan ada aku disana sekedar menemani…Aku sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi selama ini pada kakakku, namun tidak mampu berbuat apa-apa yang dapat menolongnya lepas dari cengkeraman dan lari dari kejaran makhluk itu..

Monday, May 08, 2006

Minggu Stress!!! Ugh..serasa ditonjok

8 Mei 2006

Haahhh…hari pertama UAS telah kulewati, terlepaslah satu perasaan yang menjanggal ga karuan dlm hatiku, lebih plong deh! soalnya tadi mata kuliah KBS…!!! Ugh..mata kuliah yang paling memuakkan, beberapa hari lalu sempet dibuat stress sama tugas2nya yang super duper bikin mabuk dan pengen muntah (hoeek). Bener lo percaya deh! Baru pertama kali ngerasa muak, pusing, kesel, dan pengen muntah ngerjain tugas kuliah, sampe nangis darah:'( Pokonya tugas yang amat komplikasi, ga ada duanya...bikin mental dan fisik tertekan, disuruh bikin gambar bertema konstruksi atap 8 lembar, dan yang bikin muak itu ketentuan tugasnya itu ko, ga kira2 sampe 17 lembar segala, wuih perfeksionis abis nih dosen. Tadi pun ujiannya serupa dengan tugas terakhir KBS, hmm hmm ya sudah lah ya, yang penting sudah berlalu. Minggu2 UAS pun tetep dijejali tugas tugas yang katanya sebagai tiket mengikuti ujian huhuhu, hebat! Salut deh arsitektur UNPAR!:'((

Udah lama nih ga ngisi blog..kangen..ni juga curi2 waktu he

AYO Reihan yang semangat!!!! …


SEMINGGU KELAM..

Ada alkisah ketika sang rehan mendapatkan musibah, musibah akan tugas2 kuliah (hehe). Pada saat beberapa minngu yang lalu rehan tidak dapat mengikuti kuliah sebagaimana seperti biasanya selama satu minggu, karena ada kepentingan keluarga. Lalu rehan pun dengan cuexnya meninggalkan sesaat tugas studio yang merupakan induknya nilai mata kuliah, tidak terkecuali tugas2 kuliah yang lain. Setelah kembali kepada habitatnya di kampus, rehan dengan terpaksa harus mengikuti susulan studio. Alhamdulillah dosen koordinator memberi kesempatan untuk susulan sebanyak 2x pertemuan. Tetapi tak disangka rehan merasa disibukkan oleh tugas studio yang baru. Akhirnya kesempatan untuk mengikuti susulan sebanyak 2x pertemuan itu terbang entah kemana. Rehan memohon kepada dosen agar hari susulan diganti ke hari studio anak 2004, tepatnya hari Sabtu, dan akhirnya diijinkan ganti hari (tenang..)

Senin: Studio Perancangan Arsitektur, mengerjakan tugas baru yang hari Kamisnya kudu opzet (masih no problem karena punya jatah susulan tea hari Sabtu hehe). Pulangnya bersantai ria (kesalahan fatal)
Selasa: KBS teori dan Teknologi Bangunan, ternyata tanpa sepengetahuan rehan ada tugas Tekban yang harus dikumpulikan hari itu, mengumpulkan brosur bahan bangunan. Akhirnya pasrah terlambat mengumpulkan. Sore itu juga explored cari2 brosur…
Rabu: Estetika, asistensi maket…Etika mengumpulkan tugas yang dikerjakan sebelum kuliah dimulai. Pulangnya begadang ngerjain maket untuk opzet tugas studio sampe pagi dan langsung cabut kuliah jam 7 pagi
Kamis: Studio Perancangan Arsitektur, sambil ngantuk-ngantuk dan bermalas-malasan mengerjakan tugas studio yang akhirnya ketiduran disana. Hari itu opzet tapi rehan cukup bersantai karena mengandalkan hari susulan. Pulangnya kerja kelompok mengerjakan tugas KBS untuk diasistensi esok harinya. Nah, dari sini mulai2 stress…
Jumat: Responsi KBS, asistensi sampe jam 9.30 pagi. Pulang siap-siap melampiaskan rasa kantuk lelah. Tiba2 ada temen sms katanya susulan studio ga bisa hari Sabtu karena ada sidang angkatan ’04 dan diganti hari Jumat ini. Wakh..!!! Mulai panik (jreng jreng horor theme..). Impian tidur lelap pun musnah seketika. Rehan langsung lari secepat kilat ke studio karena waktu yang sudah terpotong selama 3jam (mustinya susulan dari jam 7 dan saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 10). Tiba di studio langsung minta tugas yang akan dikerjakan, namun rehan tertimpa tangga (kiasan)..ternyata tugasnya sudah diambil oleh asdos untuk diperiksa..Walahh panik II nih! Rehan langsung telepon asdosnya dan disuruh ambil tugas itu ke kantornya yang jauh dari kampus… … … perjalanan panjang untuk meraih kembali tugas itu menghabiskan waktu 1 setengah jam, akhirnya rehan kembali dengan wajah kusutnya bak benang kusut pukul 11.30..mulailah ia membereskan tugas itu (hiks..jam susulan hanya tersisa 3 setengah jam, yang seharusnya tersedia 8 jam). Dengan kebaikan hati pengawas studio, rehan dikasih waktu lagi 2 jam. Jam 17.00 tugasnya pun tuntas tas! Panik mulai mereda. Saat pulang kos muncul panik III, istilah lainnya stress, karena masih ada tugas KBS yang menanti (akh…!) mana cukup hanya dengan semalam KBS bisa selesai????? Ngerjain tugas ini tuh bisa butuh waktu 2 hari full..lengkap deh penderitaan, udah sakit badan, ngantuk, cape, yah segala macem rasa pahit ada di tubuh deh. Malam itu tanpa disadari rehan terkapar dan masuk ke alam mimpi sampe jam 7 pagi…
Sabtu: bangun tidur, rasa lelah masih menyelimuti, masih ada waktu 4 jam untuk mengerjakan KBS. Tidak langsung beraksi, tapi rehan malah dengan tenangnya duduk termangu di pojok kasur (sudah melewati batas klimaks panik kali ya). Yah akhirnya rehan pasrah dan memprediksikan KBS tidak akan bisa ia selesaikan hingga jam 11, dan 2 hari lagi ia baru bisa menyerahkan tugas KBS itu (Stress..)
Minggu: Mengerjakan tugas KBS sambil bermuak-muak ria dan mengerjakan tugas sketsa..

Senin: jam tujuh pagi pas lagi kucek2 rambut yang habis dikeramas tiba2 ditelepon temen:tugas sketsa harus dikumpulin sebelum jam 7 pagi! Alhasil rehan lari2 ke kampus bak dikejar2 anjing (dikejar waktu tepatnya) hosh hosh hosh...

Bagaimana nasib rehan untuk minggu yang akan datang?tepatnya saat minggu uas..To b continued

Friday, March 24, 2006

24 Maret 2006


(Karamba & Aqua)

Hujan yang mulai menjinak menjadi rintik siang ini tetap tidak
mengurungkan niatku untuk ‘exploring’. Aku beserta temanku, Yanti, pergi ke Selasar Sunaryo- Dago Pakar- pukul 13.30. Seiring tetes tetes langit yang berhenti, kami pun berangkat ke tempat tujuan. Aku akan mengamati struktur sebuah bangunan Joglo yang terletak di belakang Selasar Sunaryo, sebagai referensi tugas studioku. Tidak hanya itu, ini adalah kesempatan emas juga bagiku untuk menikmati karya-karya seni Bpk. Sunaryo dan para seniman tersohor lainnya. Aku terpukau pada beberapa kanvas besar berukuran kira kira 1,5x2 m yang disimpan pada satu ruang yang terpisah. Lukisan lukisan yang tertoreh diatasnya benar benar terasa menyiratkan suatu makna yang dalam, terlihat sesuatu yang sublim didalamnya. Di tempat itu, perasaan sejuk dan nyaman mewarnai hatiku. Dengan suasana yang tenang dan damai, memang sesuai untuk dijadikan tempat perenungan dan inspirasi. Ada tempat cinderamata juga, penjualan beberapa buku berbau seni, dan benda-benda unik yang tak kalah menarik. Melihat benda-benda itu membuatku berharap ada seseorang yang memberikan sebagai hadiah ulang tahunku, dan aku akan sangat bahagia jika benar-benar mendapatkannya:)

Di luar rencana itu, ‘exploring’ku meluas ke tempat pameran bahan teknologi –Jl.Siliwangi, bersama 2 temanku yang lainnya, Winie dan Sisca. Kami mengincar brosur-brosur yang diedarkan untuk tugas Tekban.

Wednesday, March 22, 2006


Masya 4JJI.... Novel 'Ayat Ayat Cinta' karya Habiburrahman El Shirazy ini benar benar indah....

Buku ini berhasil membuatku terlarut ke dalam perjalanan hidup sang tokoh, sampai air mataku tak hentinya meleleh pada detik-detik akhir cerita....
Alhamdullah, aku beruntung bisa membaca buku ini, seperti cahaya yang mengulurkan tangan ketika kita tersesat di tengah jalan hidup yang mulai samar hati
Terima kasih pada temanku Yulia yang berkenan meminjamkan novelnya :)

Monday, March 20, 2006

ITB FAIR 2006

19 Maret 2006

Pukul 10.10 tepat, aku mendapatan sms dari temanku Yulia; dia memintaku bertemu dengannya di Centra Campus saja, karena keberatan harus menjemputku keKosan, cape kataya, alasan yang masuk akal. Akupun langsung beranjak dari hadapan layar komputer, segera matikan winamp dan pergi ke tempat dia menungguku. Ya, di pagi yang cerah ini kami sudah berencana akan mengunjungi ITB fair. Seperti yang telah diinformasikan K’Goris pada malam sebelumnya, hari ini adalah puncak ITB fair. Macam2 pertunjukkan yang digelar diantaranya pameran finalis lomba riset mahasiswa, stand himpunan, lembaga penelitian, technology 4 children, talkshow dll… Kami tidak berniat lama2 disana, sekedar melihat-lihat kesana kemari, berhubung banyak tugas yang perlu kami kejar. (Hehe, semangatnya saja yang besar :p)

Stand himpunan yang cukup lama kami kunjungi tentunya milik jurusan Arsitektur. Kami melihat beberapa karya anak2 ars ITB, dari segala tingkat. Sambil melihat beberapa rancangan, kami berbincang dengan salah satu penjaga di sana. Kebetulan teman bincang kami ini statusnya sekarang di tingkat 2. Mungkin terheran kami banyak tanya, dia menanyakan asal sekolah kami. Aku jawab kami dari Unpar, jurusan arsitektur untuk jawaban pertanyaan keduanya. Tak terduga dia memberikan respon yang cukup berlebihan, menurutku, dengan segala macam pujian yang dia lontarkan tentang jurusan arstektur Unpar. …. Aku tertawa kering dan langsung menimpali dengan kalimat sangkalan halus “ah..engga..itu si tergantung dari pelajarnya saja.” Temanku berkata serupa. Selanjutnya kami sharing tentang banyak hal tentang arsitektur, sesekali disertai dengan pujian yang kembali dia ucapkan untuk almamater kami. Tiba-tiba ada yang bersuara dari belakang yang aku tahu suara perempuan itu tertuju pada kami: “Engga lagi, beda! …(jeda) kalo ITB tu lebih terkonsep!” tanda tidak setuju terasa di telingaku dari penekanan nadanya, tegas namun datar. “Eh, mereka dari Unpar tau!” balas teman bincang kami menegaskan orang itu, dan langsung mengalihkan pembicaraan. Sejenak ada suasana tidak enak. Aku tidak mencari wajah perempuan itu, tidak ada alasan yang bagus untuk itu. Yah..karena suasana tidak segera berubah, kupikir kami tidak perlu berlama-lama lagi di sana, toh kami sudah puas mengamati karya mereka. Masih banyak stand yang belum kami lihat.

Kami beralih ke tempat technology 4 children. Banyak permainan yang ditampilkan dengan dasar teori fisika, dan itu menarik perhatian banyak kalangan, mulai dari anak-anak, para remaja sampai para orang tua yang mengantar anak-anaknya. Dan yang paling memikat hatiku adalah tempat dimana ada 2 anak kecil yang terlihat sedang mengetik sesuatu di depan layar komputer. Ternyata anak2 itu tuna netra. Mereka belajar teknologi melalui media komputer, tentunya dengan menggunakan software khusus pengidap tuna netra. Kubaca apa yang sedang salah seorang anak itu ketik pada keyboardnya, dibantu oleh sistem audio yang berbunyi setiap kali dia akan mengetik. Ternyata dia sedang menceritakan kisah hidupnya sejak kecil, bagaimana dia dibesarkan dengan kasih sayang orang tuanya, juga bagaimana dia bisa sampai pada keadaannya sekarang, tuna netra. Namanya Gian, dia bukan anak yang tuna netra sejak dilahirkan. Tergetarlah kesedihan dan kepedihan pada hatiku setelah kuketahui pada saat dirinya sadar tidak akan mampu melihat 1 titik pun cahaya lagi di dunia ini. Penyebab kebutaannya itu karena sebuah kecelakaan, kisah yang mengenaskan. Menurut pengakuannya adalah karena ketoledoran yang telah ia perbuat bersama teman-temannya pada saat berumur 5 tahun. Aku iba sekaligus simpati padanya. Mungkin sejak dampaknya itu pula ia berubah, dan segera memetik pelajaran dari peristiwa itu. Dia sekarang kelas 5 SD yang disekolahkan di salah satu sekolah khusus petuna-netra, SLB NA (aku tidak menanyakan singakatan NA). Semoga keadaannya sekarang tidak mengurungkan harapan dia untuk hidup lebih baik. Aku rasakan akan semangatnya yang gigih untuk terus berjuang hadapi rintangan hidup yang lebih besar. Jangan pernah putus asa ya Gian…aku yakin kamu pasti bisa menjadi lebih baik daripada mereka yang lebih sehat. Allah Yang Maha Tahu selalu memberi yang terbaik bagi hamba-Nya, selama mereka menerima dari hasil usaha kerasnya dan menerima dengan penuh keikhlasan. Aminn

Kulihat jam tanganku, menunjukkan pukul 13.30an, kukira acara keliling ITB fair sudah harus dihentikan, kami pun melangkah pada pintu keluar. Eh sebentar, otakku memaksa kakiku untuk menahan niat untuk pulang. Telingaku menangkap suara band di luar campus centre sana. Hatiku tergerak untuk melihat barang sebentar, lumayan sebagai hiburan lebih. Tak terduga di sana aku bertemu temanku, K’Krisna, yang kukenal setahun lalu saat Open House ITB 2005. Aku berkenalan dengan alasan kuat, dia menjadi salah satu pemain orkestra di kampus ini, K’Goris yang mengenalkanku padanya, tahu aku berminat pada orkestra. Banyak pengalaman K’Krisna yang kujadikan pelajaran hidup. Aku senang bisa bertemu lagi sdengannya, setelah satu semester tidak bertemu. Tidak berbincang lama, karena kutahu dia terlihat sedang sibuk. Kami hanya membicarakan sedikit tentang saat dia terpilih mengikuti program Young Global Citizen Camp di Thailand kemarin. Terdengar mengasikkan. Lalu aku pun segera pamit pulang. Diam-diam aku mengandalkan dia sebagai pembangun keruntuhan pembangunan bangsa ini, semoga. Jangan sampai intelektualnya pada akhirnya dimanfaatkan juga oleh kekotoran politik yang telah menyampah hingga pelosok negeri ini…

(Sayang aku tidak sempat menonton acara talkshow, kalau ada)

***

Alhamdulillah, setelah aku baca sebagian dari novel “Ayat-ayat Cinta” nya Habiburrahman El Shirazy (best seller), aku merasakan kembali penyegaran rohani. Kupikir novel ini memang bernilai tinggi untuk segi islaminya, sangat bagus. Salah satu makna yang tersisip dalam ceritanya adalah kita sebagai mahkluk yang terlahir sempurna daripada makhluk lain hendaknya mengetahui jelas tujuan hidup kita, yaitu dengan membuat kehidupan kita terarah jelas. Memang akhir-akhir ini aku merasakan begitu jauuhh…dengan-Nya, terlalu sering melupakan kehadiran-Nya. Aku sungguh malu…namun tidak mampu berbuat apa-apa. Aku sedang memerlukan sesuatu untuk menggerakkan hatiku kembali pada kesadaran akan segala kasih-Nya. Aku tidak ingin berjalan lebih jauh lagi jika jalan itu membawaku pada kesesatan. Aku butuh sesuatu yang bisa mencuci jiwa dan ragaku dari kekhilafan. Ya Allah… maafkan ya… ampuni segala kelemahan hamba-Mu ini…

Aroma Keindahan: Fantastis sekaligus Utopis

Aroma Keindahan : Fantastis Sekaligus Utopis

‘ART HAS ALWAYS ADDED BEAUTY TO OUR LIVES’

(Lucy R. Lippard, Pop Art, London: Themes & Hudson, 1974)

Makna Keindahan

- Aristoteles, Rhetorica, “that which being good is also pleasant” – sesuatu yang selain baik juga adalah menyenangkan.

- Thomas Aquinas, “id quod vicum placet” – that which pleased upon being seen; sesuatu yang menyenangkan ketika dilihat.

- Charles J. Busnell, “that quality which beings intense appresiation of value or inspiring ideals” – kualitas yang mendatangkan penghargaan yang mendalam tentang berbagai nilai atau ideal.

- Benedetto Croce, “that succesful expression of an intuition” – penungkapan yang berhasil dari suatu intuisi.

- Immanuel Kant (filsuf Jerman), - sesuatu yang menyenangkan tidak melalui kesan atau konsep, melainkan dengan kemestian yang subjektif dalam suatu cara yang seketika, semesta, dan tidak berkepentingan.

- Eric Newton, The Meaning Of Beauty, 1950, - segi dari gejala-gejala yang yang ketika diserap oleh indera-indera dan selanjutnya diteruskan kepada daya pemikiran dari penyerapan itu, dan mempunyai kekuatan membangkitkan tanggapan-tanggapan yang diambil dari pengalamannya yang terkumpul.

- George Santayana, - kesenangan yang diangap sebagai sifat dari suatu benda.

Friday, March 10, 2006

Soe Hok Gie said..


Ada orang yg menghabiskan waktunya berziarah ke mekah. Ada org yang mnghabiskan waktunya berjudi di Miraza. Tapi aku ingin habiskan waktuku disisimu sayangku.

Bicara tentang anjing2 kita yang nakal dan lucu. Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah pandalawangi. Ada serdadu2 amerika yang mati kena bom di danau. Ada bayi-bayi yang mati lapar di biafrah. Tapi aku ingin mati di sisimu manisku. Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya. Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tau. Mari sini sayangku.

…Kalian yang pernah mesra. Yang pernah baik dan simpati padaku. Tegaklah ke langit luas, atau awan yang bentang. Kita tak pernah menanamkan apaapa. Kita takkan pernah kehilangan apaapa.

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan. Yang kedua, dilahirkan, tapi mati muda. Dan yang tersial adalah berumur tua. Berbahagialah mereka yang mati muda. Makhluk kecil, kembalilah dari tiada ke tiada. Berbahagialah dalam ketiadaanmu.

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yg biasa. Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui. Apakah kau masih selembut dahulu, Memintaku minum susu dan tidur yang lelap, sambil membenarkan letak leher kemejaku? Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih. Lembah pandalawangi. Kau dan aku tegak berdiri. Melihat hutan-hutan yang menjadi suram. Meresapi belaian angin yang menjadi dingin. Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu? Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra. Lebih dekat. Apakah kau masih akan berkata, Kudengar detak jangtungmu? Kita begitu berbeda dalam semua, Kecuali dalam cinta.

…Haripun menjadi malam. Kulihat semuanya menjadi muram. Wajah-wajah yang tak kita kenal berbicara dengan bahasa yang kita tidak mengerti. Seperti kabut pagi itu.

Aduh…kenapa tiba-tiba jadi pengen baca blog orang ya?? Gara-gara baca blognya si kambing siy, yang isinya lucu abiz itu. Heheehe sampe sekarang pun blognya tetep bikin orang terhibur:D Hmmmmmmm……sekarang…….jam……..3:15 am….a.m. lo, subuh. Haha aneh ya ada orang yang masi betah di depan layar kaya begini? Sebenernya si tidurnya udah….terlalu kepagian ya hasilnya begini nih, bangunnya juga kepagian, jam 2an kali. Abis pusying si kalo tidur lama-lama. Maklum lah, berhubung minggu UTS ini memang dianggap minggu tenang…xixixixi (bukannya belajar yah???!! dasar). Ya santei aja kali kenapa harus panik segala. Kalo santei ujiannya juga kan bakal mulus..amiinn...hehe pembelaan diri nih yee. Hmmmmm dari hari kemarin, kerjaan Cuma diemmmmm di kamar, nonton la, baca komik la, klo lama2 kaya gini terus bisa jamuran deh. Tapi biarlah, biar makin betah di kamar kosku yang cantik nan megah ini, kan baru 3 bulan ditempatinnya juga. Sebenernya……………..waktu kosong tuh baiknya dipake baca2 yah? Ya iya non, dodol banget siy. Lah emang komik bukan buku ya?? Baca tuh etika dan estetika! Ntar malah kewalahan lagi pas tiba ujian. Heuheu..masi ada satu hari lagi ko…..jadi nyubuh gini nyantei aja la……..Males si klo dipaksa serius2an, ntar puyeng sendiri. Otak tuh mau diajak lari klo udah mepet waktu deadlinenya. Hihi emangnya manga-ka? Sebenernya si hari2 nyanteei gini bagus buat dipakai jalan2…ya jalan2 yang kaya gimana dulu nih?? Jalan2 yang bermanfaat! Biasa, klo daku si call it as ‘exploring’. Hmm, pengen banget, tapi! Malesnya yah itu, naik angkot, keluarin ongkos lagi, apalagi ga tau jalan, bisa-bisa disangka anak hilang deh. Sendirian belum berani, apa sok berani aja ya?? Masi takut sama dunia luar si, ceileee, kaya beruang aja kerjaannya ngedem digua terus. Ngajak sodara..ah males juga, lebih asik sendiri si, bebas mau kemana aja. Alah serba males nih!!! Kapan mau exploringnya non?? Hmmm iya juga siy. Tempat maintanancenya uda ada, tapi ya itu lah, jauh sekaliiii…….tidak mudah dijangkau, maksudnya ga ada angkot untuk sampe kesana, Hiks kasihan kali dikau. Ada juga musti naek ojeg, ojek, ojeg, laah apapun namanya. huh tambah males lagi d, nagihnya kelewat batas dompet mahasiswa ni. Tempatnya di jalan Hegarmanah (Oooooo bulet, pantessss) tau kan? Klo ga tau cari sendiri aja ye. Namanya Rumah Buku. Kangen nih daku sama RuKu (singkat aja y). Soalnya klo udah nyampe sana tu hati dan pikiran kembali berbinar-binar……pasti aja nemu buku-buku yang menginspirasi, bagus-bagus, apalagi kebanyakan berbau seni-seni gitu, ga asal buku. Hiks, permohonan dikirim motor yang di garut pun tetap dicampakkan. Akhirnya y kaya gini nih, si RuKu jadi ikut tercampakkan pula. Masa harus manfaatin temen yang punya kendaraan si? Ih culas amat …pernah si sekali….eh dua kali malah…hehehehe. Tapi yang penting mereka juga seneng diajak ke tempat kaya gitu, kan ga culas-culas amat. Haahhh…pengen melihara ikan deh…lo ko nyambung ke sana yak? Hehe biarin, suka-suka. Iya, dari dulu pengen punya temen sekamar, tak lain tak bukan ya ikan ini. Pasti enak banget tuh klo diajak curhat tanpa harus ikut-ikutan nyerocos hehe. Heeeeeee kapan ya daku miliki ikan yg lucu….mau liat2 ke toko binatang di mana y?? klo ga salah di IP ada, gitu? Sempet mikir melihara dua hewan lo, satu lagi burung. Yg ini si disimpen diluar kamar aja. Biar bisa ngehirup udara sebebas mungkin. Kebayangnya klo punya burung hati pun akan selalu terhibur…oleh kicauannya yang merdu….xixixixi, apalagi dengernya pagi hari pas mau cabut kuliah, kan rasanya disambut tuh, kuliah pun jadi… ceria!. Hari ini…rencananya mau ngenet…teruss jumatan…selanjutnya…terserah anda…hehe belum kepikiran. Belajar…yak malem aja d, biar esok paginya masi nempel di otak. Btw, tumben-tumbenan daku menulis dengan gaya bahasa yang beda kaya gini. Sebenernya kaya gini lebih asik, ga jaim hehe. Tapi tetap ‘menggunakan bahasa yang baik dan benar’ adalah menjadi prinsip bahasa blogku. Ya..sekali-sekali aja lah kaya gini, ada penyegaran pikiran juga, terkesan lebih nyantei gitu.

Ok, catch u again!

Thursday, March 09, 2006

Aku yang sekarang adalah benar-benar meninggalkan masa laluku, bersikap tidak peduli terhadapnya, ‘nya’: lingkup hidupku sebelum kuliah. Meski beberapa memori tentang masa lalu masih tersangkut di benakku, dan yang mendominasi ruang-ruang memoriku adalah tentang kepedihan, masih mampu kurasakan sakitnya dadaku jika kubuka kembali lembar-lembar memori itu. Aneh, kenapa harus kepedihan hati yang lebih membekas dihati, seperti kekejaman hidup. Itu membuat kristal-kristal lembut dalam hatiku mengeras.

Waktu yang masih berjarak dekat dengan waktu kini pun tetap dikatakan masa lalu. Semua yang kutinggalkan adalah orang-orang yang pernah mengenalku dan pernah mengetahuiku dengan jelas. Namun apa mau di kata, aku tidak sekalipun menghiraukan apa yang sedang dilakukan oleh mereka saat ini. Ataupun tidak ingin tahu bilamana mereka sedang mengingatku, saat ini. Kasarnya, tidak pernah sedikitpun terbersit rasa rindu pada mereka yang pernah mengisi keseharianku. Seingatku aku jarang merasakan kerinduan yang tulus. Apa artinya jika yang timbul hanya karena rasa iba, jelas itu bukan kerinduan. Apakah ini ada hubungannya dengan dampak kehidupan masa kecilku?

Ya. Hatiku telah mengeras, aku sulit msselupakan sikap seseorang yang pernah melukai hatiku. Sikap apa yang akan buatku terluka? Sikap tidak dihargai, pandangan remeh dan sinis, seakan merendahkan dan benar-benar menjatuhkan harga diri, sikap acuh tak acuh, sikap tidak menghormati, sikap tidak ramah, sikap yang dingin. Atau sebaliknya, orang yang seenaknya melakukan hal yang senonoh padaku, karena menganggap dirinya dekat denganku. Aku benci orang-orang yang melakukan itu padaku. Telah kusadari beberapa waktu ini, hal ini menjadi alasan sifatku sulit untuk menyayangi orang lain, atau menerima orang lain, selain keluargaku tentunya. Karena manusia adalah para munafik. Yang pandai berkelit lidah tanpa peduli apakah hatinya berkata sama atau tidak. Tapi dalam sekejap bisa membuat orang percaya. Sial. Tanpa kusadari akupun jadi membentuk watak seperti itu.

Setiap kuberkata dalam hati bahwa itu adalah masa lalu, tetap saja perasaan dengki ini enggan untuk terpupus. Selalu saja amarah hatiku muncul setiap kali memori-memori itu terlayar dalam benakku, dan itu terjadi di sela-sela kekosongan waktuku, saat aku sendiri tidak menginginkannya. Hh..sebenarnya aku marah pada diriku sendiri kenapa aku terlalu peka terhadap hal semacam ini, kenapa yang tersirat hanya memori buruk, tanpa memberi kesempatan yang baik untuk segera menghapus yang buruk. Pada akhirnya aku jadi tidak ingin peduli pada kepentingan orang lain dengan dalih menghindari sikap2 yang kubenci tadi.

Tuesday, March 07, 2006

Hari ini aku menjalani ujian tengah semester hari ke-2, ‘Teknologi Bahan’. Menurutku tidak berjalan lancar dan tidak yakin mendapatkan nilai seperti yang kuharapan, meskipun jawabanku hampir menghabiskan sebanyak 4 halaman. Tidak sebaik hari pertama, ta apalah.

***

Memang benar kebahagiaan seseorang adalah terletak pada sikap dihargai dan diakui keberadaannya oleh orang lain, atau mungkin juga hanya bagi si sensitif saja yang berpikiran seperti itu? Aku tak tahu, layaknya akulah si sensitif itu. Sensitif, perasa yang peka, terlalu peka. Atau mungkin juga untuk yang kurang kasih sayang? Bukan, aku tahu pernyataan ini salah, jika seseorang itu adalah diriku, aku tidak merasa kurang kasih sayang. Bukanlah kurang kasih sayang, melainkan kurangnya kehangatan dan ketulusan dari orang lain. Itulah yang dirasakan si sensitif.

Individualis, adalah wajar dimiliki oleh siapapun, pada masanya. Bukan berarti individualis harus direfleksikan dengan sikap dingin dan tak ramah, karenanya hanya akan membuat orang yang mendapatkan ketakramahan itu merasa tak dihargai, atau tak dianggap siapa-siapa. Hal ini terlihat sepele, tapi bisa menjatuhkan mental seseorang dengan perlahan, atau mengurangi rasa percaya diri secara berkala. Bahkan, katakanlah korban perasaan, ini akan membentuk watak yang sama dengan sikap yang dia peroleh dari lingkungannya. Parahnya lagi, korban ini akan memmbentengi diri dari interaksi luar, menjadi pasif dan tidak peduli dengan lingkungannya. Akhirnya rasa kepercayaan terhadap or ang lain memudar.

Saturday, March 04, 2006

Hari ini, aku mencoba refreshing ke Kota Kembang, mencari dvd incaranku yang sejak dulu tertunda, konser Norah Jones dan Pink Floyd. Sebenarnya aku sendiri belum mengenal sebagus apa lagu-lagu Pink Floyd, hanya sempat mendengar sedikit penggalan instrument yang pernah dosenku tampilkan saat kuliah Pengantar Arsitektur semester 1.

Dengar-dengar informasi sekilas dari asdosku itu, para personil Pink Floyd ini ternyata berkecimpung di bidang arsitektur juga, selain menjadi pemusik sohor bergaya klasik rock. Karena itu aransemen lagu-lagunya pun berbeda daripada yang lain. Memang setiap pemusik memiliki ciri khas tersendiri dalam lagunya, tapi Pink Floyd ini terdengar lebih artistik, tidak hanya mengendalikan lagu sebagai main performance, tetapi instrumentnya pun dibuat sebagai daya pikat para pendengar, tidak kalah menarik daripada lagunya itu sendiri. Dvd yang kubeli bukan konsernya, hanya tampilan musik karya pink Floyd oleh pemusik lain, dengan andalan alat musik string quartet, flute, dan grand piano. Musik yang ditampilkan bisa dijadikan penenang kala hati sedang di landa mendung, bagus untuk pencerahan pikiran.

Beralih pada konser Norah Jones, dvd ini berisi 4 konser milik; Cranberries, Norah Jones, Dido, dan Diana Krall. Sekarang aku baru mendengar sampai putaran konser Diana Krall yang berwarna jazz, jadi belum kudengar sampai habis. Kuharap lagu-lagu ini tidak membuatku kecewa telah membelinya

Friday, March 03, 2006

Hari ini aku memutuskan untuk tidak pergi kuliah, berhubung tugas belum selesai kukerjakan, yang seharusanya dikumpul jam 8 pagi tadi. Bukan aku tak mau atau malas mengerjakannya, tapi malam kemarin otakku seperti sudah tidak mampu bekerja lagi karena begitu lelahnya, apalagi setelah merenungi prosedur tugas yang begitu banyak dan padat, rasanya ingin kukeluarkan saja otak ini untuk kuistirahatkan sebentar. Kepalaku sunggu penat malam itu. Yah..memang keputusan yang cukup mengambil resiko tinggi. Salah satu jalan terbaik, aku meminta tolong pada temanku agar sampaikan kabarku pada dosenku, kukatakan saja sakit. Semoga beliau bisa mengerti .

Hari ini juga aku bisa menghapus sakit kepalaku dengan cepat, setelah mendapat kabar baik, ibuku akan menjengukku. Siang tadi aku tidak melanjutkan tugasku. Tidak pikir panjang aku langsung mengajak ibuku jalan-jalan, makan siang di luar, mengisi perutku yang merengek seharian kemarin. Rasa penatku hilang begitu saja. Sayangnya kesenangan itu hanya sesaat, ibuku harus buru-buru pulang berhubung ada keperluan. Tak apa, yang penting aku sudah melakukan refreshing, cuci otak Thanx mom. Aku rindu rumah.

Senin depan aku akan menghadapi ujian tengah semester. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Seiring dengan itu pula aku semakin dapat merasakan perjalanan hidupku yang semakin menambah warna. Oya, pertama kalinya aku akan merasakan kuliah lapangan setelah pelaksanaan UTS nanti. Ternyata kulap kali ini akan diadakan di Kota kelahiranku, Garut. Kebetulan sekali tempat yang di ambil sebagai objek kuliah adalah Sumber Alam. Tersenyumlah hatiku.

Malam ini aku belum juga melanjutkan tugasku, padahal waktu tidak akan mau menunggu hingga aku benar2 niat mengerjakannya. Uhh kepalaku mulai penat lagi

Tuesday, February 21, 2006

Saat Malam Menangis

Saat Malam Menangis

Dalam kegelapan malam

Cakrawala tak bercahaya

Ada rasa yang tak mengena senyum hatiku

Kaubuka pintumu

Sedetik tatapan beradu

Dalam mataku

Kulihat jernih matamu yang meluluh

Dalam batinku

Kurasa sendu hatimu

Dalam suara hatiku

Kudengar pilumu

Dalam jarakku dan kamu

Kutangkap suara isakmu

Dan teriakanmu menggema dalam telingaku

Adakah sedihmu layak langit yang menangis

Menjatuhkan hujan keras pada bumi

Adakah hatimu memohon pada diri

Menyandarkan deritamu pada pertanyaan hati

Langit menangis

Malam hanya membisu

Engkau menangis

Aku pun hanya membatu

Aku pergi menunduk

Dan engkau menutup pintu

(Ada apa teman?tanya hatiku)

21 February 2006

Friday, February 17, 2006

Kisah Yang Menjelang Akhir


Kisah Yang Dilupakan


Kenapa kau hanya mampu datang dan pergi
Hilang tertutup waktu
Muncul tanpa perlu menepis minggu-minggu yang membisu'
Bersuara tanpa lisan
dengan pertanyaan serupa mengetuk heningku
Seolah jam berjalan seperti biasa
Tidak membuat perasaan kecam atau keresahan yang tabu
Padahal memang itulah yang pernah terasa
Dan kau tak ingin tahu
Kebisingan diri yang begitu sepi pada saat lalu

Beberapa jam lampau suaramu yang tak bersuara menyapaku
Mataku tak mampu membaca
Tapi kini hatiku sudah tak terketuk oleh sapamu

Sudahlah , jika tak mengerti
Aku mulai melupakanmu

Biarkan aku disini berkata-kata
Tanpa perlu kau tahu
Karena kau tak ingin tahu
Dan aku melupakanmu

Seandainya dulu kau bukan jamahan ombak
Tetapi pasir yang berserak di luasan pantai
Hingga aku mampu menapakimu setiap langkah
Saat kering maupun basah

Aku hanya perlu kau mengerti


17 Februari 06


Friday, January 27, 2006

Fantastisme Karya Heri WarDono

Hari ini –Jum’at 27 Januari 2006- aku merasakan kembali satu kegairahan, suatu obsesi dan keantusiasan akan hal yang menjadi penggugah hati. Dan hal inilah yang menyadarkanku akan apa yang memang layak sebagai pengisi kehidupanku, pendamping setia,yang selalu membuat seluruh jiwaku tergerak ke dalam tujuan yang pasti. Seni, tidak ada hal lain selain darinya yang mampu membuatku termuara ke dalam fantastisme diri. Aku gembira dalam hati, telah kembali menikmati apa yang aku ingini, mengeksplor dan berjelajah memetik warna warni yang terpoles pada setiap seniman. Karena hari inilah aku kembali berkisah diri dari lubuk hati..

Pukul 14.00 aku datang ke Galeri Soemardja, ITB, untuk menghadiri suatu seminar diskusi mengenai karya2 seorang seniman bernama Heri WARdono. Dengan pembicaranya yaitu Bpk Bambang dan Prof. Jakob Soemardjo. Bpk Jakob ini yang menuliskan sebuah narasi objektif yang terkandung dari lukisan2 Heri, suatu karakter dari keseluruhan lukisan yang berciri khas. Simak narasi di bawah ini

NEGERI PERANG-NYA HERI DONO

Pamerannya kali ini diberi judul War, Perang.
Saya hanya akan mengamati beberapa lukisannya yang direproduksi dalam katalog. Perang yang mana? Perang antara orang Indonesia melawan orang Indonesia. Inilah “perang dalam negeri” menurut versi Heri Dono. Cara menggambarkan perang itu mirip pedalangan kulit Jawa. Dan ternyata pelukis ini memang pernah belajar dalang (1987-1988). Selain secara wayang kulit, ia juga menggambar secara karikatur, jadi menggambar peristiwa. Lukisan-lukisannya juga mirip relief-relief candi di Jawa. Dan semua ini digabungkan menjadi sebuah lukisan kontemporer Indonesia.

Beberapa lukisannya menampilkan pola tetap. Pola lukisan-lukisan itu sebagai berikut:
Pertama, ia selalu menggambarkan tokoh-tokohnya lengkap dari kaki sampai kepala.
Kedua, ia menyusun tokoh-tokohnya secara berhadap-hadapan, jadi mirip adegan dalam wayang kulit.
Ketiga, posisi saling berhadpan itu bukan adegan atatis, tetapi dinamis; ada ceritanya; mengandung suatu peristiwa atau adegan.
Keempat, tokoh-tokohnya selalu digambarkan nampak samping (en profil).
Kelima, cara mewarnai tokoh-tokohnya juga mirip wayang kulit, dalam arti warna wajah berbeda dengan warna badan; muluit diwarnai warna merah mirip tokoh-tokoh raksasa dalam wayang kulit.
Keenam, banyak menggunakan simbol-simbol tetap, yakni lidah menjulur, penis menggantung ke bawah, mata yang dobel, dan simbol-simbol referensian yang dikenal di Indonesia (tanda jasa, garuda pancasila, ji sam su, superman, batman, dll).
Ketujuh, bidang gambar selalu penuh sesak seperti gambar-gambar relief candi.
Kedelapan, pada tangan dan kaki diberi tanda bundar, seolah-olah tanda gapit untuk menggerakkan tangan dan kaki wayang kulit.
Kesembilan, warna-warna yang digunakannya cenderung monokrom, mirip warna-warna batik Jawa atau relief-relief tua yang berlumut kering, menandakan suatu yang purba.

Pada pendapat saya Heri Dono sedang menciptakan “wayang kontemporer”. Tokoh-tokohnya juga kontemporer. Kisahnya kontemporer. Setiap lukisannya adalah sebuah lakon, dan dengan demikian dapat diceritakan, ciri kesepuluh lukisan-lukisan Heri Dono adalah bersifat naratif. Karena dasarnya adalah wayang kontemporer, maka lukisan-lukisannya ini dapat dibaca secara wayang pual. Dalam wayang kulit, perang itu ada tiga macamnya. Yang pertama adalah perang gagal, yakni perang antara yang baik (kanan) dan yang jahat (kiri), tetapi tidak ada yang menang dan yang kalah. Perang gagal berarti tidk ada akhirnya.
Yang kedua adalah perang kembang, yakni perang antara yang baik dan yang jahat, antara Arjuna dan raksasa Cakil dan kompanyon-kompanyonnya, yang berakhir dengan dibunuhnya para raksasa. Hanya anehnya, para raksasa itu, di lain cerita muncul hidup kembali; dan dengan sendirinya dibunuh lagi; namun di lakon lain, bahkan di jaman cucu Arjuna, para raksasa ini tetap muncul untuk dibunuh. Inilah jenis perang abadi.
Yang ketiga adalah perang brubuh yang berarti perang habis-habisan. Yang baik menumpas habis yang jahat.

Namun dalam lakon-lakon kontemporernya ini, Heri Dono sama sekali tidak memunculkan “wayang yang baik”. Semua tokohnya mirip para raksasa. Tokoh yang kelihatannya lembut dan baik hanyalah bidadari atau semacam malaikat bersayap. Jadi WAR-nya Heri Dono kali ini adalah perang antara yang jahat melawan yang jahat, hanya saja yang satu, yakni sebelah kanan, “lebih baik sedikit”. Ingat, dalam wayang, tokoh sebelah kanan mewakili tokoh baik. Perangnya Heri Dono kali ini adalah perang antara tokoh-tokoh raksasa, donosaurus, atau sebaik-baiknya antara para Korawa. Tak ada Pandawanya. Itulah simbol Indonesia kita.

Berdasarkan “modal” ini, marilah kita baca lukisan-lukisannya,
Aquarium of Art, menggambarkan jagad seni
Indonesia ibarat sebuah akuarium, yakni kotak tontonan, sebuah klangenan. Mengasyikan buat mengendurkan ketegangan pikiran. Dalam akuarium seni itu nampak sebelah kanan (raja, tuan rumah) orang yang di dahinya ad tanda ji sam su merek rokok mahal alaias raja rokok atawa raja tembako. Tetapi matanya hanya satu, artinya hanya melihat setengahnya saja. Raja tembako ini memakai topi Roma yang berarti jenderal perang. Mulutnya sibuk nerocos sembari anteknya yang ada di mulut ikut nerocos sebagai penyambung lidahnya. Ia sedang bertengkar sengit dengan tokoh sebelah kiri (musuh, orang luar) yang matanya tiga, artinya banyak melihat, banyak tahu. Ini diperkuat oleh bola lampu di kepalanya yang berarti pencerahan. Ada semacam dua tanduk atau antena yang subur karena ngocor. Lidahnya menjulur mengejek. Dan dari kepalanya menonjok sebuah pena yang tajam.
Di pinggir akuarium digambarkan serigala berbulu domba sembari ditunggangi Mister Barat sedang menyalak kepada tokoh kanan (tuan rumah, pemilik negara ini) yang juga geledek dengan lidahnya yang bercabang api (bahaya). Matanya malah empat, artinya mahatahu segala yang terjadi. Bahwa dia pemilik rumah yang ada akuariumnya terbukti dari simbol-simbol sepatu lars (kekuatan) dan tanda jasa negara RI dan semacam White Croos yang rupanya penghargaan luar negeri. Tetapi ia berekor dua, jadi agak bersifat kebinatangan. Tanda terakhir adalah dua penisnya yang ngocor ke bawah dan ditampung dua gelas sloki anggur. Ini simbol nafsunya yang besar dan terpuaskan. Tokoh pemilik negara (rumah) yang ada di kanan ini sedang menakut-nakuti si serigala berbulu domba yang setengah ketakutan. Dan di kepalanya ada senter yang teru-menerus menyoroti apa yang ada di depannya. Tokoh ini terlalu peka dan penuh curiga. Anda boleh menafsirkan sendiri arti peristiwa atau cerita ini. Sementara di sudut kanan atas ada seorang malakat di langit yang terheran-heran menyaksikan drama jagad akuarium seni Indonesia itu.
Jelas lukisan ini bermakna perang gagal, tak ada yang akan menang dan tak ada yang akan kalah. Perang semacam ini akan abadi di Indonesia.

Bidadari Menonton Pahlawan Kesiangan
menggambarkan seorang “pahlawan” yang sedang mengendarai suatu mahkluk yang penuh tanda simbol “maut” dan “beracun”, artinya mahkluk sangat berbahaya. Meskipun punya roda pengganti kaki, namun ia tidak mempunayi kelamin yang tidak ngocor. Nafsunya tertahan. Pahlawan kita itu memegang panji-panji kemenangan sembari pawai. Ia lengkap memeakai atribut seorang pahlawan yang bersih, yakni berkeris dan bermahkota halo (aura bundar). Pahlawan ini diletakkan di kanan, berarti “pemilik” atau “tuan rumah”, atau sedang “in”. kendaraannya terus menerus menghembuskan api kegeraman dari lobang hidungnya, dan menangkis setiap kata yang dilontarkan “musuh” kepada si pahlawan. Dan kata-kata lawan itu berbalik mengenai diri penyerangnya. Sementara di kiri ada dua sosok. Yang depan kelihatannya jujur karena pakai atribut Arjuna pada gelungan kepalanya. Matanya dua, artinya manusia normal-normal saja. Kelaminnya tidak ngocor, nafsu tertahan. Tokoh ini di atas kepalanya ada matahari kecil lambang keterus terangan. Sementara di belakang “Arjuna kecil” ini ada tokoh raksasa banci, matanya tiga, banyak tahu. Tetapi ia juga bertanda “bahaya”. Dari belakang ia menunjuk-nunjuk si pahlawan kesiangan, rupanya ada dasar iri hati juga.
Sementara itu di atas (Dunia atas) ada bidadari melayang-layang sambil senyum-senyum menonton adegan seru ini. Bidadari diikuti oleh kodok terbang dan kadal yang ikut numpang bidadari terbang. Inilah simbol rakyat yang juga ikut senyum-senyum menonton. Silahkan sendiri apa maksud cerita ini.
Lukisan ini termasuk jenis perang gagal juga, karena tak ada yang menang dan tak ada yang kalah, dan di setiap jaman cerita akan selalu muncul kembali. Ini jenis “perang abadi” Indonesia yang entah kapan akan berubah menjadi perang brubuh (habis-habisan).

Burung Garuda Di Atas Panggung Raksasa Yang Sedang Menyuapi Anak-anaknya jelas menggambarkan Garuda Indonesia yang sedang bertengger di punggung raksasa beroda (kendaraan). Keduanya berhadapan muka. Si raksasa penuh simbol-simbol kekuatan. Ia sedang menyuapi dirinya dan anak-anaknya yang bertengger di mulutnya. Matanya normal dua seperti si garuda. Ia merasa terganggu oleh kedatangan si garuda, si kepala raksasa selalu ada lampu senter yang siap mengetahui yang ada di depannya. Kelaminnya terus mengocor, artinya nafsu terpuaskan. Raksasa ini jenis mahkluk binen (mapan) di bumi Indonesia. Si garuda berhalo goyang tanda selalu ragu terhadap nilai kejujuran dan kebenaran. Ia bersayap putih, namun lidahnya hanya menjulur dan napaknya ia tak berbuat apa-apa. Mestinya burung garuda ini dapat menghantam raksasa lahap ini, tetapi ia hanya bertengger di atas saja. Burung garuda ada di kanan, jadi pihak yang baik.
Idealnya perang ini merupakan perang kembang, yakni si baik membunuh si jahat, meskipun si jahat ini akan hidup kembali di lain cerita. Tetapi perang kembang tidak terjadi, bahkan tak ada perang.

Take Away Island menggambarkan si pejabat-penguasa yang berperan sebagai raksasa wayang bermata tiga. Berkuping babi. Lidahnya menjulur penuh gairah, namun penisnya belum ngocor. Ada tanda bintang merah di saku jasnya. Dan simbol garuda pancasila tersemat di dadanya. Perutnya buncil tanda makmur, dan kerjanya Cuma minum anggur dan mengisap cangklong. Bersantai ria. Ia ada di kiri, jadi pihak jahat. Matanya memelototi kalender malam minggu yang bergambar bintang film cantik Amerika.
Jelas ini masuk perang brubuh, perang ancur-ancuran. Tapi yang menang pihak kiri, alias raksasa jahat.

Donosaurus Going To Earth menggambarkan gabungan perang gagal, perang kembang dan perang brubuh sekaligus. Inilah perang hancur-hancuran sebuah negeri. Perang dinosaurus (tentu saja bukan donosaurus) saling berhadap-hadapan dengan segala keganasannya. Ada yang di bawah gunung dan ada yang turun gunung, seolah-olah negeri ini tak henti-hentinya kedatangan para dinosaurus. Mereka inilah para raksasa-raksasa bintang-manusia. Mereka saling berperang, saling mengancam. Tapi ada juga yang merasa mantap dan tak bergeming dengan kedua tangan mendekap di dada.
Sementara itu di atas gunung, pada puncaknya, terpampang sebuah televisi dengan cara infotainment. Pucuk gunungan mestinya berarti pucuk mistisisme, tetapi di sini terbalik dalam simbol beringin putih yang terbalik (sungsang). Inilah negeri serba terbalik, mestinya makrifat malah terbalik menjadi maksiat.
Silahkan menafsirkan sendiri, ini negara mana? Tentunya bukan Indonesia yang berpancasila.
Negeri semacam itu hanya tinggal menunggu kehancurannya saja, karena para dinosaurus saling memakan, sampai negeri ini dinamai negeri dinosaurus, sejenis binatang purba yang mampu memusnahkan umat manusia.

Troyan Cow ejekan untuk Troyan’s Horse dalam legenda Yunani.
Dua tokoh besar sedang jalan-jalan mengelilingi panggung dunia. Mereka santai-santai saja. Yang di depan adalah tokoh komik terkenal Batman yang menjadi Badman. Ia tidak berkelamin karena ia mesin pahlawan. Si Badman mengawal si Superman pahlawan Amerika dalam komik juga. Si Superman penisnya ngocor dan puas. Ia bertanda bahaya maut dan siap dengan jerigen bensinuntuk membakar setiap sudut panggung sandiwara dunia ini. Keduanya mendatangi si manusia setengah yang seorang kopral. Orangnya kerdil. Tubuhnya berlubang, artinya setiap masuk mulutnya keluar seperti adanya tanpa dicernakan. Ia mencoba menghalang-halangi kedua Suerman dan Badman yang datang ke “negerinya”. Inilah sebabnya Superman dan Badman digambar dari arah kiri, sedangkan si kerdil setengah ada di kanan (tuan rumah). Rupanya si kerdil berusaha menegur kekurangajaran kedua hero tersebut. Namun yang ditegur kalem-kalem saja ketika sebuah pesawat berusaha membokong kedatangan kedua musuh tersebut (angkatan perang) maka dengan kalem dan canggih si Badman menembak ke depan dan anehnya peluru langsung membalik dan mengenai si pesawat. Hebatnya tembakan langsung kena tanpa sedetik pun dilirik oleh si Badman. Sebenarnya si Badman tak usah repot-repot menembak dengan cara canggih bin canggih tersebut, lantaran sudah ada tengah yang membokongnya menembak dari balik layar. Inilah si Kerbau Troya tadi.
Perang ini masuk kategori perang brubuh, kalau si kerdil itu tak berusaha cerewet menghalangi kedatangan Pahlawan-Pahlawan Dunia ini.

Begitulah sudah saya usahakan membaca bahasa gambar Heri Dono dalam pamerannya kali ini. Saya sendiri tidak punya pengalaman dengan lukisan –lukisan Heri Dono sebelumnya. Apakah pola-pola semacam ini juga dipakainya. Menurut saya inilah cara menggambar versi Indonesia (Jawa) yang hanya dapat dipahami secara bahasa wayang kulit, relief candi, dan ilustrasi buku-buku babad.
Ceritta-cerita dalam gambar itu adalah simbol, dan karenanya setiap orang bebass menafsirkannya. Hanya bahasa rupanya memang perlu dijelaskan dari sudut budaya Jawa (Indonesia)

***

Nah, sedikit keluar dari cakupan bahasan tentang karya ini, aku mengakui sungguh mengacungkan jempol kekaguman kepada Bpk Jakob yang telah berusaha mencoba menafsirkan lukisan-lukisan Heri Dono, dengan tafsiran yang betul-betul detil dari gambar demi gambar yang tervisual hingga mampu dipahami oleh para pembaca.

Menyimak diskusi tadi, seperti yang telah diutarakan juga oleh Bpk Bambang, diketahui karakteristik yang terungkap mengenai lukisan-lukisan Heri Dono, yaitu kekerasan yang ceria, penuh dengan syahwat; karakter pelukisan yang kekanak-kanakan namun sekaligus juga menunjukkan kekerasan yang bahkan ekstrim. Karya ini benar-benar menyentuh insting kita akan narasi yang ingin diungkap oleh Heri Dono.
Terdapat distorsi gambar, yaitu berdasarkan cara gambar pewayangan, di mana tubuh yang sepenuhnya menghadap ke pinggir namun wajah yang menghadap frontal. Berani melukis dengan cara seperti itu namun menimbulkan fantastisme sendiri. Selain itu terdapat ornamentasi yang begitu matang dan penuh kepribadian. Lukisan-lukisan ini tergambar secara oriental tetapi juga daripadanya seolah menampilkan diri sebagai seorang modernis, tokoh-tokoh dalam lukisan-lukisan ini menggunakan macam barang teknologi masa kini. Lukisan-lukisan Heri Dono ini bersifat naratif; menceritakan sesuatu, yang telihat jelas secara visual apalagi setelah mengetahui tema utamanya: perang. Jadi dalam karyanya terdapat tema prima: obsesi terhadap kekerasan, ketindasan, adalah refleksi dari realitas sejak pemerintahan periode II sampai masa kini (seperti periode presiden Soeharto) -bisa dilihat dari tanggal pembuatan-.
Dari karyanya tersirat suatu kebermainan -dalam segala arti-, seperti teknologi yang dimain-mainkan, sehingga berefek lucu, terdapat kejenakaan atau guyonan-guyonan didalamnya. Ini merupakan suatu kebermainan yang cerdas.
Ekografisnya adalah menggunakan ekologi yang penuh imaji, dimana segala yang asing dihubungkan kembali dengan ekologi kultural Jawa, autentik.
(*) Ada salah satu karya yang berbeda, naratifnya nyaris berbahasa harfiah sehingga kehilangan kejenakaan pada gambar yang terlihat.
Sekali lagi, lukisan-lukisan Heri Dono ini bertemakan sosial yang cukup kuat, ada konklusi sifat lukisan Heri Dono: latar belakang wayang , dengan layar scream. Sebagai layar seperti itu memungkinkan bisa menjinakkan kenyataan real, mampu memparalogiskan sesuatu yang detil menjadi suatu komedi; ada hubungannya dengan tradisi Jawa. Hal ini sering juga terdapat pada resistensi guyonan. Sehingga seolah menimbulkan pertanyaan apakah karya seni pun harus mengubah kenyataan.
Karya ini bersifat melebih-lebihkan jika hanya dipandang dari sekilas mata, seolah penuh dengan kebohongan. Padahal dari kebohongan yang ditanggapi malah menyadarkan kita kepada suatu kebenaran, suatu realita. Seperti yang dikatakan oleh Piccaso: Art is a lie.
Pada karya tiga dimensinya (*), terdapat parlodi sebuah jeep yang ditumpangi orang-orang yang siap berperang; memiliki kesan main-main, efeknya kepada bahan mainan, terkandung unsur kekerasan yang jadi bahan permainan yang lucu yang justru semakin terasa menggenaskan.
Suatu karya seni yang mampu mengatasi kerangkapan tradisi, Jawa dan asing.
Suatu karya seni yang berfungsi merayakan seni itu sendiri.
Heri Dono menggunakan nama sendiri sebagai tittle salah satu lukisannya, menggambarkan seperti ada suatu kegelisahan pada diri sendiri, seperti ada abivalensi, seperti ada suatu beban atau ketakberdayaan dan perlawanan kolektif tanpa sadar, seperti ada kebutuhan inovatif serentak dengan kenyataan ketakberdayaan itu sendiri.
Karyanya menjangkarkan diri pada kenyataan sosial, seperti: ereksi kultural yang telah terimpotensi. Dalam karyanya seperti ada upaya mentradensi, mengisi ketidakmungkinan, dari ketakberdayaan itu ada upaya menertawakan, bahkan upaya menikmati ketakberdayaan itu.

Dari semua penjelasan ini telah memberiku banyak wawasan mengenai makna sebuah karya dan menikmati estetika yang tersimpan di dalamnya. Aku benar-benar tergugah oleh pameran ini, seperti ada yang menyemangati kembali untuk terus menggali sesuatu yang menjadi ketertarikanku. 

Thursday, January 26, 2006

Desain Fasade Utk Antisipasi Bom



Desain ini adalah tameng pelindung terakhir dari ledakan bom. Besarnya tekanan yang masuk ke bangunan berbanding lurus dengan jumlah bukaan pada fasade. Kaca yang menjadi elemen utama dalam tren arsitektur terkini, sebuah pilihan disain yang cukup berisiko mengingat bahaya pecahan kaca saat ledakan bom.
Dua aspek penentu karakteristik performa kaca terhadap ledakan ialah daya tahan kaca terhadap tekanan ledakan dan daya tahan bingkai.Ada beberapa pilihan untuk mengurangi bahaya kaca, yaitu memilih tipe kaca yang tepat, memasang lapisan film, dan memasang tirai tahan ledakan (anti-blast curtain). Semuanya harus didukung desain sistem bingkai yang stabil dan terpasang kokoh pada rangka bangunan karena apabila salah satu bagian dari sistem gagal semuanya akan hancur.
Tipe kaca yang cukup aman untuk dipasang pada bangunan tahan bom adalah kaca yang pecahannya tidak terlalu berbahaya. Diantaranya adalah kaca temperd-glass yang biasa digunakan pada kaca mobil. Kaca ini juga dikenal dengan nama kaca jagung karena pecahan kacanya erupa butir-butir kecil serupa jagung, Kaca jagung bisa igunakan aslkan ketebalannya cukup dan disertai dengan rangka yang kaku.
Alternatif lain: Kaca tahan peluru. Lapisan polikarbonat pada kaca membuatnya tahan pecah. Pecahannya hanya akan membentuk retakan mirip sarang laba-laba. Kelemahan: harga mahal dan berukuran tebalsehingga memerlukan kusen khusus yang juga mahal.
Selain itu ada juga pelapisan kaca dengan lapisan polyester anti shatter film (ASF). Film yang menempel di permukaan akan menahan pecahan kaca. Kelemahan: lapisan film udah rusak. Kedua alternatif ini masih berpotensi bahaya karena kaca bisa terlontar dalam bentuk lempengan.
Akan lebih aman apabila jendela kaca dipasang bersama dengan tirai tahan ledakan yang berfungsi menangkap pecahan kaca dari jendela. Tirai yang terbuat dari polyester terylene harus dipasang sejauh 5-10 cm dari kaca. Kelemahan: tirai mengurangi penetrasi cahaya matahari dan menghalangi pemandangan.
Laminated glass adalah kaca yang terbsik performanya dalam menahan ledakan. Kaca ini terdiri dari dua lembar kaca yang di tengahnya terdapat lapisan PVB (polyvinyl butyral) yang digabungkan dalam tekanan dan suhu yang tinggi. Jenis kaca ini mengurangi efek ledakan karena PVB interplayer bisa meregang dan menyerap sebagian energi ledakan. Apabila kaca pecah, PVB juga menahan pecahan kaca pada tempatnya.

(Sumber: Kompas edisi 22 Jan 06)

Thursday, January 19, 2006

Saat Rindunya Cahaya Keheningan

Saat Rindunya Cahaya Keheningan


:: Tak satu kata pun datang menghampiriku. Memberi kabar tenteang seseorang yang

selalu menemani, mengisi hidupku. Kian lama ku rindu akan dirimu, tp...? Kemana kau akan sekarang? Ketika hujan deras, kau hilang bersamanya (12 jan 23:52)

>> Seperti dikata malam, Bulan terkadang menyapa oleh kemilau sinarnya,, terkadang pula samar berkabut bagi sepasang mata. Memang hujan deraslah yang menutup cahayanya, dimana terangnya ta selalu berada di depan mata. Bulan, ta pernah mendengar suara ketika kemilaunya diharapkan. Hanya muncul tiba2 kehendak angin malam membawanya bercahaya. Tengadahkan kepala dan rindu itu akan tergantung pada langit.

:: Walaupun kabut awan gelap menutupi indahnya langit. Salahkah sebuah bintang mengharapkan cahaya bulan untuk memancarkan sinarnya? Dan akankah sang bulan memberikan harapan itu? (13 jan 11:54)

>> Biarkanlah hanya hatinya yang menjawab. Cahaya keheningan hanya menjadi teman setia dalam kegemingan yang hening.

Wednesday, January 18, 2006

Romansa Estetika

ROMANSA ESTETIKA


TAP-TAP-TAP terasa derap langkahku yang ta’ bersuara

Kutemukan satu ruang (yang ta’ pernah berpisah dengan waktu)

Kududuk pada kursi yang belum rapuh

Dan Aku diam

Sebentar kutenangkan deru nafas yang habis berlari.

Mataku bergerak kesana kemari

Beradu, pada tatapan mereka

Tersinggunglah satu senyumku

Sebagai bahasa tubuh “Hai, kita bertemu kembali”

Maka berbincanglah mulut yang bukan sebuah.


TIK_TIK_TIK terasa detik waktu yang hening

Menari-nari iringi sepasang jejak asing

Masuk dengan lantangnya ke dalam ruangku

Siapakah?

Hati & mataku saling bertanya

Dan tersiratlah pada 1 kesan


Mataku berbisik pada hati

“Dia..dialah sang pemilik nama DIYANTO”

OH…

Kusimak dirinya lebih dalam

Maka bernyanyilah hati ini..

Sorot mata yang tegas

Melukiskan jiwa yang berkharisma

Begitu banyaknya warna

Yang telah ia bubuhkan pada pelangi hidupnya

Begitulah nampaknya


Dan hati kini yang berbisik pada mata

“..SENIMAN..” sesekali jantungku berdetak lebih keras

Ya..seperti yang mulutnya telah berucap : ESTETIKA

Itulah yang kusuka


18 Januari 2006

11:30