Thursday, August 28, 2008

Idih, Malu-Maluin…

Saya memiliki visi besar, saya terobsesi dengannya, tetapi ternyata saya masih belum maju selangkah pun. Saya hanya menunggu. Menunggu impian saya datang sendiri. Hari ini, saya disadari oleh yang pertama, dosen saya, kedua, waktu, dan ketiga, oleh saya sendiri. Dan hari ini saya mendapat pelajaran besar. Dosen saya menyadarkan, lalu saya malu terhadap diri sendiri. Ya, ternyata selama ini saya mempermalukan diri sendiri. Hanya satu kalimat yang dosen lontarkan pada saya, dan itu membuat saya sadar penuh: “Anda mau jadi arsitek?”. Lalu dengan semangat dan lantang saya menjawab: “Ya! Mau banget…!”. Dosen saya tersenyum. So, after seconds I thought while leaving him out of the office… what just have I learned after this time…? Menjawab pertanyaan struktur yang sangat mudah saja masih gagap kek…berbelit-belit kek…pertanyaan yang amat sangat mendasar, lama sekali untuk berpikir dan malah tidak mampu menjawab. Memalukan kan? Lha… kuliah udah 3 taun gitu! Padahal di blog ini, saya sudah menggembar-gemborkan bahwa saya memiliki visi besar, terkesan hebat! seolah saya sudah siap, kapan pun, untuk memulai segalanya, seolah saya sangat yakin, bahwa saya sudah mampu bertahap untuk melaksanakannya, n d blah blah blah. Pertanyaan untuk diri sendiri: “Kamu sudah sadar, kalau begitu tau kan apa yang akan kamu lakukan ke depan?” Hmmm…( eee, malah kebanyakan mikir! malah nulis2 blog)
THINK more, DO less. heh, it’s just me, soooo stupid!!!!! :p Parah, parah, parah! Malu pisan euy! G pake kode etik sama sekali, bangga aja namanya MAHAsiswa, padahal mah…

Friday, August 22, 2008

Waktu; susah tidur

22 Agustus 2008.

Ada saat-saat … di mana kamu melewati hari-harimu seperti biasa, namun setelahnya terasa sangaaat lelah ketika waktu begitu cepatnya telah menarik kembali jam-jam surya berdansa di atas kepala kita. Kadang aku merasa aneh pada pikiranku sendiri. Akhir-akhir ini aku ingin segera kembali ke jam petang dan malam saat sedang melaksanakan kegiatan-siangku, tapi saat malam sudah menutup terang, hanya kelelahan yang harus kuterima dengan paksa. Tubuhku boleh istirahat, tapi pikiranku suliiit sekali untuk bisa setidaknya pergi sejenak ke dimensi lain, atau membiarkan sel-sel tubuh meregenerasi. Jam dindingku mungkin sudah mulai kesal, risih karena terus kulirik setiap beberapa jam. Apa sih yang aku tunggu sampai layak dikhawatirkan? Esok hari? Menunggu Matahari datang dari perjalanan jauhnya? Lalu aku mengeluhkan kedatangannya karena ingin segera malam? Dan begitu seterusnya? Sampai kapan? Mungkin aku sedang takut, takut menyambut hidup esok, lusa, seminggu kemudian, setahun kemudian, 5 tahun kemudian, bahkan 15 tahun kemudian. Pernahkah terpikirkan olehmu hal yang sama? Takut menyambut jalan-jalan hidup yang berebut untuk dipilih, dilemma. Atau takut jiwa ruh tiba-tiba menghilang dari dunia, sudah saatnya pergi, atau pulang… Ataukah jangan-jangan memang pikiranku sedang terjebak oleh keidealisan diri… yang melahirkan pertanyaan tentang kehidupan masa depan dan kematian?… Pasti ada jawabannya kan? Pasti. Dan takut adalah wajar. Sesuatu yang bisa kita hilangkan pada waktunya. Ah waktu…waktu…waktu… kau layaknya raja saja, tidak ada sesuatupun yang berani menginjakmu, meski ada saja yang mengabaikan, itu hanya akan sementara ,dan pada akhirnya tunduk juga padamu, karena sementara adalah waktu juga. Begitu cerdas kau bermain kata, waktu.

Just and just Allah knows the way, our way of life. Lucu, setelah aku menulis kalimat barusan, pikiranku bertanya “jadi aku harus berbuat apa sekarang? Aku perlu petunjuk, dan pikiranku sedang lelah” (great..). Just have a lil’ faith, rite? But still! I can’t take a rest at all, wait 4 the time.

Yah…hanya ingin melepas penat, serius deh, sakit kepala, pikiran susah istirahat; masih banyak tugas, tapi terlalu cape dibawa mikir!!! (emangnya presiden!?) haaaaaaaah…… Jadi pengen cepet-cepet bulan Ramadhan nih (nah kan, tinggal tunggu waktunya aja, seminggu lagi)

Monday, August 04, 2008

Sakit HATIku….(lagu Romeo) So Please Keep Ur Healthy!


Hai blog! Sudah memasuki bulan agustus ya, got new experience nih. Apa itu? Bukan pangalaman yang bahkan cukup menyenangkan, tapi saya ambil hikmahnya saja. Pengalamannya? dirawat di rumah sakit. Ada bakteri yang diam-diam menginfeksi liver (HATI) saya. Kesimpulan: saya sakit HATI! hehe. Nama penyakitnya… saya juga sempat bingung, pertama2, saya rasakan itu seperti gejala DBD. Kata dokter “ya, itu gejala dbd”. Lalu cek darah, hasilnya negative, tapi terdapat gangguan pada liver. Wah, kalo liver sih identik dengan hepatitis? Kata dokter yang sama, “ya, itu hepatitis…”. Ibuku bertanya,”hepatitis jenis apa dok?”. Dokter “….” . Cek darah lagi, ternyata hasilnya negative juga… 10 hari menjalani rawat jalan, panas belum turun juga, malah isi perut saya semakin sakit. Akhirnya dokter menyarankan dirawat saja. Cek darah lagi… tiba-tiba seorang suster berkata “positif typoid (tifus)”. Cek darah lagi… ternyata oh ternyata… tifus negative. Hah? Jadi? DBD, Hepatitis A/B/C , dan tifus negative? Jadi, saya pikir penyakitnya itu ya terkena infeksi liver (hasil tes darah). Rasa sakitnya itu… wow, cukup sudah…(lagu Glenn Fredly) :p. Eh, saya sempat berpikir, ko aneh ya penyakitnya, sulit ditentukan jenis penyakit yang tepat, jangan2 penyakit baru. Jangan2! Ada orang yang sengaja membuat bakteri penyebab penyakit baru ini untuk menghancurkan suatu ras tertentu! (hahaha, terlalu banyak nonton sama baca novel… coba d nonton Prison Break---lho jadi promosi?). Tapi bener lho, ada yang bilang virus AIDS itu ternyata memang sengaja diciptakan untuk menghacurkan satu ras (negroisme) atau negara tertentu, saya lupa. Atau mungkin orang2 sudah pada tahu?

Nah, bercerita sedikit banyak, banyak tapi sedikit , saya tidak salahkan penyakit itu hingga saya masuk RS, tapi saya salahkan diri saya. Baru sadar ketika untuk kesekian kalinya mendengar perkataan teman yang menjenguk, “kecapean y rei…?”. Saya hanya bisa tersenyum, dalam hati berkata “mungkin juga y…? tapi kenapa saya kecapean?”. Matkul Semester pendek kan tidak sebanyak semester regular, Oh! Iya 3x… saya terlalu terobsesi dengan visi saya… (oops, lalalala---innocent). Saya merasa waktunya sudah dekat untuk harus memulai visi itu, jadi saya mencari dan terus memikirkan caranya hampir setiap malam (kuliah aja belum beres!!!!mmh mmh). Akhirnya pikiran saya terlalu lelah diajak bekerja keras… Memorsir diri dengan banyak pikiran untuk banyak hal, yang saya sendiri masih ragu apakah saya mampu melakukannya atau tidak (e e e, ko jadi kere gini y…). Salah satu tujuannya, tidak ingin mengecewakan orangtua saya khususnya… So… my promise, never give up InsyaAllah… semoga diberi kemudahan dan kelancaran selalu, Amien.

Btw, berkat doa keluarga dan teman-teman semua… saya sekarang sudah bisa kembali ke rumah, meski sementara harus istirahat dulu selama seminggu. Terima kasih banyak ya semuanya… :D . Kabar gembira, saya diizinkan ikut susulan UAS:), tidak jadi melepas SP dengan terpaksa. Dan, satu hal untuk sahabat2 dan teman2, tolong jaga kesehatan kalian semaksimal mungkin, jangan sepelekan penyakit yang ringan sekalipun. Kalau bisa kenali sejak dini gejala penyakit2 berat yang saya sebut di atas. Teknologi semakin canggih tidak menjadikan penyakit semakin sedikit atau mudah disembuhkan, kalau prasangka buruknya, malah mungkin dimanfaatkan untuk menyabotase tubuh2 manusia lewat ciptaan virus2 atau bakteri2 penyakit baru… (naudzubillah…!). Sekali lagi, jaga kesehatan kalian lo… if u love ur self, ok! Take care ya’ll. Adios

End of words: “AKU SEMBUH, AKU SEMBUH!”





4 Agustus 2008