Wednesday, November 17, 2010

ESQ, Suara Hati, Tujuan Hidup, dan Tuhan

Salam jumpa my blog dan bloggers, ada cerita yang sudah tidak tahan bersembunyi dalam pikiran saya, maka akan saya luapkan pada carik carik yang siap tertoreh disini… :)


Baru saja kemarin saya mengikuti Seminar ESQ di Cilandak Jakarta, puji syukur karena saya mendapat tawaran cuma-cuma, mewakilkan sang ayah yang diundang dan tidak bisa menghadiri seminar tersebut. Ehm… apa ya kesannya setelah mengikuti training ini. Mendapat pencerahan? Atau mengembalikan kesadaran diri? Atau menggugah hati tentang kebesaran Allah SWT? Ah, itu memang tujuan sebenarnya pelaksanaan ESQ. Tapi yang saya rasakan setelah 3 hari berturut-turut mengikuti, makin galak saja kegelisahan ini mengganggu pikiran saya. Kenapa bukan kedamaian hati yang terasa? Tapi malah sebaliknya? Saya gelisah, gelisah terhadap kehidupan. Kehidupan sendiri. Gelisah terhadap realita kehidupan bangsa Indonesia. Jika seminar ini ingin mengantarkan kita pada kesadaran akan tujuan hidup, yaitu untuk Allah SWT, lantas mengapa itu menjadi membuat saya gelisah. Tujuan yang mengangkat ajaran religi dengan kentara. Begitu indahnya Asmaul Husna yang seharusnya menjadi nilai-nilai prinsip kita menjalani hidup. Keberadaan diri di dunia teruntuk Allah SWT>>>menciptakan hubungan transenden dan begitu subjektif dalam proses menjalaninya. Subjektif, ya kan? Maka dari itu selalu ada saja perasaan tidak nyaman ketika kita-kita ini menemukan ketidaksepahaman dalam proses tersebut… Ada suara hati disini, berteriak dan tersedak dalam dada saja: “Saya ingin sekali menjadi salah satu penghuni taman surga! Saya ingin meminjam sifatNya menyayangi dan mengasihi siapapun tanpa melihat dari mana ‘asal’nya.” …


Jika kita memiliki tujuan hidup yang sama, maka saya ingin menjadi satu kesatuan dengan semua yang hidup di dunia ini. Bukankah kedamaian hidup adalah dambaan setiap mahkluk hidup…Kenapa masih seringkali terjadi perselisihan intern agama di Negara kita tercinta. Ok, cukup. Cukup sekali saja saya menyebutkan pertanyaan barusan, daripada mengundang kernyitan dahi para individu yang mungkin sudah memiliki interpretasi masing-masing tentang keyakinannya. Suara hati ini telah membuat saya melakukan sesuatu di luar kebiasaan ‘paham’ saya pada momen-momen seminar berlangsung, sebab, saya ingin melihat dan menganggap manusia-manusia di hadapan saya sebagai sesama; mahkluk milikNya dan memiliki tujuan sama. Karenanya saya berharap Allah meridhoi apa yang telah saya lakukan akibat suara hati saya mengucap kebersamaan dan perdamaian. Ataukah saya masih bebal atau belum tahu benar terhadap ‘paham’ yang ada. Ah, kebenaran yang mutlak hanya satu; Tuhan. Biarlah Dia yang menghakimi.


Seperti yang disampaikan kemarin dalam seminar, untuk mencapai fitrah diri, perlu kita hilangkan dahulu belenggu-belenggu yang menghalangi menuju fitrah itu, lakukanlah zero mind process… Yang saya inginkan adalah tercapainya atmosfer e plurious unum* inter dan antar bangsa, serta contemplatio ad amorem** pada tiap individu. Semoga.


*menyantuni persatuan di tengah keragaman.

**permenungan yang sampai menyentuh perasaan syukur dan cinta.


*Takbir berkumandang

Ada rasa bahagia dan rahmat yang besar

Sambil menunggu Matahari menghampiri

Dan menjemput para kurban

Di sisi bilik hati yang lain

Ada rasa gundah dan sedih

Tidak rela bertandang dengan waktu

Yang seolah akan tiba saatnya

“Cinta itu janganlah melebihi padaKu”

sabdaNya pada Ibrahim as

Namun rendahnya diri ini

Belum mampu sejajar dengan ikhlas sang nabi

Rasarasa ini harus segera ku bunuh

Demi apakah

Aku bertanya-tanya

Padahal ilmuku berkata

Aku manusia yang tak mampu sendiri

Dengan’nya’ aku terarah mencapai tujuan kepadaMu

Begitulah suara hati merasa melihat diriMu

Rangkap oleh ketakutan itu suara emosi semata

Adakah keyakinan ini bisa Kau benarkan

Karena tujuanku hanya untukMu

Dan kukembalikan segalanya padaMu

Yang milikMu

*Momen Idul Adha

dan aku sedang terjebak di persimpangan jalan.

19 Juli 2010

19 July 2010

Bismillahirahmanirahim…

Hi my lovely blog…! so sorry I really had left u pretty long time… I come back for telling the essences of my life journey. Maybe I wudnt tell d details, but it made me so new, changing or deciding my pathway to my visions. I’ve never been so grateful for being myself… yeah who ever wanna b sorry to be lived? unless we think and thankful. Wat I got during I left u, blog, are kinda big lessons, from several or many people whom I live or interaction with daily. One thing u sud do, if u wanna be something, then imagine it every moment, think it as if u wud be, n u certain of wat u think u wud be. That’s wat I do every I remember. It might b hard to start where sud we walk first, or wat we sud do first, but if u think positive n still doing due to ur dreams, then God will lead u to them, even unrealized. I have some inspiring people of my life. They motivate me 2 keep moving on, for being a complete human -sounds too much huh?

The thing tat always next to ur life.. is..LOVE. I ever pray to be loved by people around me, or by whoever comes to my life. I ever pray these people wud take me to good future. Believe or not, it comes true. I see someone lived my life in d past, n he comes back into. He makes me think a lot, n do a lot also. FYI, I used to think a lot then doing. But since I’m with him, step by step I can balance them. The most important from both, is courage. Once u courage doing wat u think, ur way to d vision will flow smoothly. U can assure tat ur dream is waiting front of u. Make the world proud.

The other lesson I kept; we sometimes ignore things we aren’t interested to, while the fact they are necessary to be learned, not only for our self but also for human being. Might be it’s becoz we don’t know how to treat the things to be something they sud be, or we feel we don’t get easy to understand the things, so we leave them. Then wat sud we do? Having socialization with some communities, giving n taking information to be share with. Trust me guys, it’s an effective way to expand ur open-minded or ideas. Beside we got new knowledge n perspective, we’ll more appreciate to other’s activities or things they make, or we got new inspiration as plus advantage, or we can make it collaborate with other’s idea. Talking bout perspective, Bob Dylan said ‘do not criticize wat u don’t understand’* or Wimar Witoelar said ‘perspektif lebih berguna daripada pandangan sempit’*. So, wat r we waiting for? Let’s have a USEFUL chat with others. But one thing u must underline, YOU ARE with whom u get along with. Be careful choosing people who u let come into ur life, it dominantly determines wat ur future will be.

Thx for reading this part – hope u get new thing from it.

Thx to people I get along with… love u.

Thx to God always lead me… admire u.

N c u on next blog.