Inilah awal perubahan hidupku, yang menjadikan hidupku menjadi lebih berwarna. Banyak peristiwa yang mengajarkanku bagaimana cara memandang hidup yang penuh misteri ini. Fenomena ini telah menunjukkan jalan kemana aku harus melanjutkan langkah kaki, meski masih sedikit paruh yang telah kulewati...
Bintang Hidupku… sedih mendengar lagu ini. Setiap kata yang seolah terdengar omong kosong dan berlebihan, tapi bagi bintang itu memang tampak dan nyata. Bukannya waswas, malah nyaman oleh mata-mata yang membuntutinya setiap saat… Terlalu tinggi harga dirinya karena disanjung melulu.
Bintang Hidupku*... sedih mendengar lagu ini. Begitu tulus setiap lirik, begitu tingginya sang bintang mengayun di langit hingga tak terjangkau, tertawa dan bahagia dilindungi keindahan pengorbanan. Dengan sucinya diamdiam menguak pengakuan khianat bintang di atas kesetiaan yang murni.
Bintang malah bertanya: Ada ya yang seperti itu?
Jawabku: ada ko… (ada bodoh!)
Sadar kemudian, bintang menangis saja karena tak tahu harus pulang kemana setelah terbang tinggi di langit, dia pikir langit adalah rumah terakhirnya. Sesekali dia mengharap dan merasa berganti posisi saja menjadi mata-mata yang bisa mengawasi dirinya, menjadi yang dilupakan ketika dirinya menari di atas dan sedang diingat. … Atau jangan-jangan mata-mata itu ternyata langit yang menaunginya di setiap malam? Bingunglah si bintang.