Friday, March 24, 2006

24 Maret 2006


(Karamba & Aqua)

Hujan yang mulai menjinak menjadi rintik siang ini tetap tidak
mengurungkan niatku untuk ‘exploring’. Aku beserta temanku, Yanti, pergi ke Selasar Sunaryo- Dago Pakar- pukul 13.30. Seiring tetes tetes langit yang berhenti, kami pun berangkat ke tempat tujuan. Aku akan mengamati struktur sebuah bangunan Joglo yang terletak di belakang Selasar Sunaryo, sebagai referensi tugas studioku. Tidak hanya itu, ini adalah kesempatan emas juga bagiku untuk menikmati karya-karya seni Bpk. Sunaryo dan para seniman tersohor lainnya. Aku terpukau pada beberapa kanvas besar berukuran kira kira 1,5x2 m yang disimpan pada satu ruang yang terpisah. Lukisan lukisan yang tertoreh diatasnya benar benar terasa menyiratkan suatu makna yang dalam, terlihat sesuatu yang sublim didalamnya. Di tempat itu, perasaan sejuk dan nyaman mewarnai hatiku. Dengan suasana yang tenang dan damai, memang sesuai untuk dijadikan tempat perenungan dan inspirasi. Ada tempat cinderamata juga, penjualan beberapa buku berbau seni, dan benda-benda unik yang tak kalah menarik. Melihat benda-benda itu membuatku berharap ada seseorang yang memberikan sebagai hadiah ulang tahunku, dan aku akan sangat bahagia jika benar-benar mendapatkannya:)

Di luar rencana itu, ‘exploring’ku meluas ke tempat pameran bahan teknologi –Jl.Siliwangi, bersama 2 temanku yang lainnya, Winie dan Sisca. Kami mengincar brosur-brosur yang diedarkan untuk tugas Tekban.

Wednesday, March 22, 2006


Masya 4JJI.... Novel 'Ayat Ayat Cinta' karya Habiburrahman El Shirazy ini benar benar indah....

Buku ini berhasil membuatku terlarut ke dalam perjalanan hidup sang tokoh, sampai air mataku tak hentinya meleleh pada detik-detik akhir cerita....
Alhamdullah, aku beruntung bisa membaca buku ini, seperti cahaya yang mengulurkan tangan ketika kita tersesat di tengah jalan hidup yang mulai samar hati
Terima kasih pada temanku Yulia yang berkenan meminjamkan novelnya :)

Monday, March 20, 2006

ITB FAIR 2006

19 Maret 2006

Pukul 10.10 tepat, aku mendapatan sms dari temanku Yulia; dia memintaku bertemu dengannya di Centra Campus saja, karena keberatan harus menjemputku keKosan, cape kataya, alasan yang masuk akal. Akupun langsung beranjak dari hadapan layar komputer, segera matikan winamp dan pergi ke tempat dia menungguku. Ya, di pagi yang cerah ini kami sudah berencana akan mengunjungi ITB fair. Seperti yang telah diinformasikan K’Goris pada malam sebelumnya, hari ini adalah puncak ITB fair. Macam2 pertunjukkan yang digelar diantaranya pameran finalis lomba riset mahasiswa, stand himpunan, lembaga penelitian, technology 4 children, talkshow dll… Kami tidak berniat lama2 disana, sekedar melihat-lihat kesana kemari, berhubung banyak tugas yang perlu kami kejar. (Hehe, semangatnya saja yang besar :p)

Stand himpunan yang cukup lama kami kunjungi tentunya milik jurusan Arsitektur. Kami melihat beberapa karya anak2 ars ITB, dari segala tingkat. Sambil melihat beberapa rancangan, kami berbincang dengan salah satu penjaga di sana. Kebetulan teman bincang kami ini statusnya sekarang di tingkat 2. Mungkin terheran kami banyak tanya, dia menanyakan asal sekolah kami. Aku jawab kami dari Unpar, jurusan arsitektur untuk jawaban pertanyaan keduanya. Tak terduga dia memberikan respon yang cukup berlebihan, menurutku, dengan segala macam pujian yang dia lontarkan tentang jurusan arstektur Unpar. …. Aku tertawa kering dan langsung menimpali dengan kalimat sangkalan halus “ah..engga..itu si tergantung dari pelajarnya saja.” Temanku berkata serupa. Selanjutnya kami sharing tentang banyak hal tentang arsitektur, sesekali disertai dengan pujian yang kembali dia ucapkan untuk almamater kami. Tiba-tiba ada yang bersuara dari belakang yang aku tahu suara perempuan itu tertuju pada kami: “Engga lagi, beda! …(jeda) kalo ITB tu lebih terkonsep!” tanda tidak setuju terasa di telingaku dari penekanan nadanya, tegas namun datar. “Eh, mereka dari Unpar tau!” balas teman bincang kami menegaskan orang itu, dan langsung mengalihkan pembicaraan. Sejenak ada suasana tidak enak. Aku tidak mencari wajah perempuan itu, tidak ada alasan yang bagus untuk itu. Yah..karena suasana tidak segera berubah, kupikir kami tidak perlu berlama-lama lagi di sana, toh kami sudah puas mengamati karya mereka. Masih banyak stand yang belum kami lihat.

Kami beralih ke tempat technology 4 children. Banyak permainan yang ditampilkan dengan dasar teori fisika, dan itu menarik perhatian banyak kalangan, mulai dari anak-anak, para remaja sampai para orang tua yang mengantar anak-anaknya. Dan yang paling memikat hatiku adalah tempat dimana ada 2 anak kecil yang terlihat sedang mengetik sesuatu di depan layar komputer. Ternyata anak2 itu tuna netra. Mereka belajar teknologi melalui media komputer, tentunya dengan menggunakan software khusus pengidap tuna netra. Kubaca apa yang sedang salah seorang anak itu ketik pada keyboardnya, dibantu oleh sistem audio yang berbunyi setiap kali dia akan mengetik. Ternyata dia sedang menceritakan kisah hidupnya sejak kecil, bagaimana dia dibesarkan dengan kasih sayang orang tuanya, juga bagaimana dia bisa sampai pada keadaannya sekarang, tuna netra. Namanya Gian, dia bukan anak yang tuna netra sejak dilahirkan. Tergetarlah kesedihan dan kepedihan pada hatiku setelah kuketahui pada saat dirinya sadar tidak akan mampu melihat 1 titik pun cahaya lagi di dunia ini. Penyebab kebutaannya itu karena sebuah kecelakaan, kisah yang mengenaskan. Menurut pengakuannya adalah karena ketoledoran yang telah ia perbuat bersama teman-temannya pada saat berumur 5 tahun. Aku iba sekaligus simpati padanya. Mungkin sejak dampaknya itu pula ia berubah, dan segera memetik pelajaran dari peristiwa itu. Dia sekarang kelas 5 SD yang disekolahkan di salah satu sekolah khusus petuna-netra, SLB NA (aku tidak menanyakan singakatan NA). Semoga keadaannya sekarang tidak mengurungkan harapan dia untuk hidup lebih baik. Aku rasakan akan semangatnya yang gigih untuk terus berjuang hadapi rintangan hidup yang lebih besar. Jangan pernah putus asa ya Gian…aku yakin kamu pasti bisa menjadi lebih baik daripada mereka yang lebih sehat. Allah Yang Maha Tahu selalu memberi yang terbaik bagi hamba-Nya, selama mereka menerima dari hasil usaha kerasnya dan menerima dengan penuh keikhlasan. Aminn

Kulihat jam tanganku, menunjukkan pukul 13.30an, kukira acara keliling ITB fair sudah harus dihentikan, kami pun melangkah pada pintu keluar. Eh sebentar, otakku memaksa kakiku untuk menahan niat untuk pulang. Telingaku menangkap suara band di luar campus centre sana. Hatiku tergerak untuk melihat barang sebentar, lumayan sebagai hiburan lebih. Tak terduga di sana aku bertemu temanku, K’Krisna, yang kukenal setahun lalu saat Open House ITB 2005. Aku berkenalan dengan alasan kuat, dia menjadi salah satu pemain orkestra di kampus ini, K’Goris yang mengenalkanku padanya, tahu aku berminat pada orkestra. Banyak pengalaman K’Krisna yang kujadikan pelajaran hidup. Aku senang bisa bertemu lagi sdengannya, setelah satu semester tidak bertemu. Tidak berbincang lama, karena kutahu dia terlihat sedang sibuk. Kami hanya membicarakan sedikit tentang saat dia terpilih mengikuti program Young Global Citizen Camp di Thailand kemarin. Terdengar mengasikkan. Lalu aku pun segera pamit pulang. Diam-diam aku mengandalkan dia sebagai pembangun keruntuhan pembangunan bangsa ini, semoga. Jangan sampai intelektualnya pada akhirnya dimanfaatkan juga oleh kekotoran politik yang telah menyampah hingga pelosok negeri ini…

(Sayang aku tidak sempat menonton acara talkshow, kalau ada)

***

Alhamdulillah, setelah aku baca sebagian dari novel “Ayat-ayat Cinta” nya Habiburrahman El Shirazy (best seller), aku merasakan kembali penyegaran rohani. Kupikir novel ini memang bernilai tinggi untuk segi islaminya, sangat bagus. Salah satu makna yang tersisip dalam ceritanya adalah kita sebagai mahkluk yang terlahir sempurna daripada makhluk lain hendaknya mengetahui jelas tujuan hidup kita, yaitu dengan membuat kehidupan kita terarah jelas. Memang akhir-akhir ini aku merasakan begitu jauuhh…dengan-Nya, terlalu sering melupakan kehadiran-Nya. Aku sungguh malu…namun tidak mampu berbuat apa-apa. Aku sedang memerlukan sesuatu untuk menggerakkan hatiku kembali pada kesadaran akan segala kasih-Nya. Aku tidak ingin berjalan lebih jauh lagi jika jalan itu membawaku pada kesesatan. Aku butuh sesuatu yang bisa mencuci jiwa dan ragaku dari kekhilafan. Ya Allah… maafkan ya… ampuni segala kelemahan hamba-Mu ini…

Aroma Keindahan: Fantastis sekaligus Utopis

Aroma Keindahan : Fantastis Sekaligus Utopis

‘ART HAS ALWAYS ADDED BEAUTY TO OUR LIVES’

(Lucy R. Lippard, Pop Art, London: Themes & Hudson, 1974)

Makna Keindahan

- Aristoteles, Rhetorica, “that which being good is also pleasant” – sesuatu yang selain baik juga adalah menyenangkan.

- Thomas Aquinas, “id quod vicum placet” – that which pleased upon being seen; sesuatu yang menyenangkan ketika dilihat.

- Charles J. Busnell, “that quality which beings intense appresiation of value or inspiring ideals” – kualitas yang mendatangkan penghargaan yang mendalam tentang berbagai nilai atau ideal.

- Benedetto Croce, “that succesful expression of an intuition” – penungkapan yang berhasil dari suatu intuisi.

- Immanuel Kant (filsuf Jerman), - sesuatu yang menyenangkan tidak melalui kesan atau konsep, melainkan dengan kemestian yang subjektif dalam suatu cara yang seketika, semesta, dan tidak berkepentingan.

- Eric Newton, The Meaning Of Beauty, 1950, - segi dari gejala-gejala yang yang ketika diserap oleh indera-indera dan selanjutnya diteruskan kepada daya pemikiran dari penyerapan itu, dan mempunyai kekuatan membangkitkan tanggapan-tanggapan yang diambil dari pengalamannya yang terkumpul.

- George Santayana, - kesenangan yang diangap sebagai sifat dari suatu benda.

Friday, March 10, 2006

Soe Hok Gie said..


Ada orang yg menghabiskan waktunya berziarah ke mekah. Ada org yang mnghabiskan waktunya berjudi di Miraza. Tapi aku ingin habiskan waktuku disisimu sayangku.

Bicara tentang anjing2 kita yang nakal dan lucu. Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah pandalawangi. Ada serdadu2 amerika yang mati kena bom di danau. Ada bayi-bayi yang mati lapar di biafrah. Tapi aku ingin mati di sisimu manisku. Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya. Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tau. Mari sini sayangku.

…Kalian yang pernah mesra. Yang pernah baik dan simpati padaku. Tegaklah ke langit luas, atau awan yang bentang. Kita tak pernah menanamkan apaapa. Kita takkan pernah kehilangan apaapa.

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan. Yang kedua, dilahirkan, tapi mati muda. Dan yang tersial adalah berumur tua. Berbahagialah mereka yang mati muda. Makhluk kecil, kembalilah dari tiada ke tiada. Berbahagialah dalam ketiadaanmu.

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yg biasa. Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui. Apakah kau masih selembut dahulu, Memintaku minum susu dan tidur yang lelap, sambil membenarkan letak leher kemejaku? Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih. Lembah pandalawangi. Kau dan aku tegak berdiri. Melihat hutan-hutan yang menjadi suram. Meresapi belaian angin yang menjadi dingin. Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu? Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra. Lebih dekat. Apakah kau masih akan berkata, Kudengar detak jangtungmu? Kita begitu berbeda dalam semua, Kecuali dalam cinta.

…Haripun menjadi malam. Kulihat semuanya menjadi muram. Wajah-wajah yang tak kita kenal berbicara dengan bahasa yang kita tidak mengerti. Seperti kabut pagi itu.

Aduh…kenapa tiba-tiba jadi pengen baca blog orang ya?? Gara-gara baca blognya si kambing siy, yang isinya lucu abiz itu. Heheehe sampe sekarang pun blognya tetep bikin orang terhibur:D Hmmmmmmm……sekarang…….jam……..3:15 am….a.m. lo, subuh. Haha aneh ya ada orang yang masi betah di depan layar kaya begini? Sebenernya si tidurnya udah….terlalu kepagian ya hasilnya begini nih, bangunnya juga kepagian, jam 2an kali. Abis pusying si kalo tidur lama-lama. Maklum lah, berhubung minggu UTS ini memang dianggap minggu tenang…xixixixi (bukannya belajar yah???!! dasar). Ya santei aja kali kenapa harus panik segala. Kalo santei ujiannya juga kan bakal mulus..amiinn...hehe pembelaan diri nih yee. Hmmmmm dari hari kemarin, kerjaan Cuma diemmmmm di kamar, nonton la, baca komik la, klo lama2 kaya gini terus bisa jamuran deh. Tapi biarlah, biar makin betah di kamar kosku yang cantik nan megah ini, kan baru 3 bulan ditempatinnya juga. Sebenernya……………..waktu kosong tuh baiknya dipake baca2 yah? Ya iya non, dodol banget siy. Lah emang komik bukan buku ya?? Baca tuh etika dan estetika! Ntar malah kewalahan lagi pas tiba ujian. Heuheu..masi ada satu hari lagi ko…..jadi nyubuh gini nyantei aja la……..Males si klo dipaksa serius2an, ntar puyeng sendiri. Otak tuh mau diajak lari klo udah mepet waktu deadlinenya. Hihi emangnya manga-ka? Sebenernya si hari2 nyanteei gini bagus buat dipakai jalan2…ya jalan2 yang kaya gimana dulu nih?? Jalan2 yang bermanfaat! Biasa, klo daku si call it as ‘exploring’. Hmm, pengen banget, tapi! Malesnya yah itu, naik angkot, keluarin ongkos lagi, apalagi ga tau jalan, bisa-bisa disangka anak hilang deh. Sendirian belum berani, apa sok berani aja ya?? Masi takut sama dunia luar si, ceileee, kaya beruang aja kerjaannya ngedem digua terus. Ngajak sodara..ah males juga, lebih asik sendiri si, bebas mau kemana aja. Alah serba males nih!!! Kapan mau exploringnya non?? Hmmm iya juga siy. Tempat maintanancenya uda ada, tapi ya itu lah, jauh sekaliiii…….tidak mudah dijangkau, maksudnya ga ada angkot untuk sampe kesana, Hiks kasihan kali dikau. Ada juga musti naek ojeg, ojek, ojeg, laah apapun namanya. huh tambah males lagi d, nagihnya kelewat batas dompet mahasiswa ni. Tempatnya di jalan Hegarmanah (Oooooo bulet, pantessss) tau kan? Klo ga tau cari sendiri aja ye. Namanya Rumah Buku. Kangen nih daku sama RuKu (singkat aja y). Soalnya klo udah nyampe sana tu hati dan pikiran kembali berbinar-binar……pasti aja nemu buku-buku yang menginspirasi, bagus-bagus, apalagi kebanyakan berbau seni-seni gitu, ga asal buku. Hiks, permohonan dikirim motor yang di garut pun tetap dicampakkan. Akhirnya y kaya gini nih, si RuKu jadi ikut tercampakkan pula. Masa harus manfaatin temen yang punya kendaraan si? Ih culas amat …pernah si sekali….eh dua kali malah…hehehehe. Tapi yang penting mereka juga seneng diajak ke tempat kaya gitu, kan ga culas-culas amat. Haahhh…pengen melihara ikan deh…lo ko nyambung ke sana yak? Hehe biarin, suka-suka. Iya, dari dulu pengen punya temen sekamar, tak lain tak bukan ya ikan ini. Pasti enak banget tuh klo diajak curhat tanpa harus ikut-ikutan nyerocos hehe. Heeeeeee kapan ya daku miliki ikan yg lucu….mau liat2 ke toko binatang di mana y?? klo ga salah di IP ada, gitu? Sempet mikir melihara dua hewan lo, satu lagi burung. Yg ini si disimpen diluar kamar aja. Biar bisa ngehirup udara sebebas mungkin. Kebayangnya klo punya burung hati pun akan selalu terhibur…oleh kicauannya yang merdu….xixixixi, apalagi dengernya pagi hari pas mau cabut kuliah, kan rasanya disambut tuh, kuliah pun jadi… ceria!. Hari ini…rencananya mau ngenet…teruss jumatan…selanjutnya…terserah anda…hehe belum kepikiran. Belajar…yak malem aja d, biar esok paginya masi nempel di otak. Btw, tumben-tumbenan daku menulis dengan gaya bahasa yang beda kaya gini. Sebenernya kaya gini lebih asik, ga jaim hehe. Tapi tetap ‘menggunakan bahasa yang baik dan benar’ adalah menjadi prinsip bahasa blogku. Ya..sekali-sekali aja lah kaya gini, ada penyegaran pikiran juga, terkesan lebih nyantei gitu.

Ok, catch u again!

Thursday, March 09, 2006

Aku yang sekarang adalah benar-benar meninggalkan masa laluku, bersikap tidak peduli terhadapnya, ‘nya’: lingkup hidupku sebelum kuliah. Meski beberapa memori tentang masa lalu masih tersangkut di benakku, dan yang mendominasi ruang-ruang memoriku adalah tentang kepedihan, masih mampu kurasakan sakitnya dadaku jika kubuka kembali lembar-lembar memori itu. Aneh, kenapa harus kepedihan hati yang lebih membekas dihati, seperti kekejaman hidup. Itu membuat kristal-kristal lembut dalam hatiku mengeras.

Waktu yang masih berjarak dekat dengan waktu kini pun tetap dikatakan masa lalu. Semua yang kutinggalkan adalah orang-orang yang pernah mengenalku dan pernah mengetahuiku dengan jelas. Namun apa mau di kata, aku tidak sekalipun menghiraukan apa yang sedang dilakukan oleh mereka saat ini. Ataupun tidak ingin tahu bilamana mereka sedang mengingatku, saat ini. Kasarnya, tidak pernah sedikitpun terbersit rasa rindu pada mereka yang pernah mengisi keseharianku. Seingatku aku jarang merasakan kerinduan yang tulus. Apa artinya jika yang timbul hanya karena rasa iba, jelas itu bukan kerinduan. Apakah ini ada hubungannya dengan dampak kehidupan masa kecilku?

Ya. Hatiku telah mengeras, aku sulit msselupakan sikap seseorang yang pernah melukai hatiku. Sikap apa yang akan buatku terluka? Sikap tidak dihargai, pandangan remeh dan sinis, seakan merendahkan dan benar-benar menjatuhkan harga diri, sikap acuh tak acuh, sikap tidak menghormati, sikap tidak ramah, sikap yang dingin. Atau sebaliknya, orang yang seenaknya melakukan hal yang senonoh padaku, karena menganggap dirinya dekat denganku. Aku benci orang-orang yang melakukan itu padaku. Telah kusadari beberapa waktu ini, hal ini menjadi alasan sifatku sulit untuk menyayangi orang lain, atau menerima orang lain, selain keluargaku tentunya. Karena manusia adalah para munafik. Yang pandai berkelit lidah tanpa peduli apakah hatinya berkata sama atau tidak. Tapi dalam sekejap bisa membuat orang percaya. Sial. Tanpa kusadari akupun jadi membentuk watak seperti itu.

Setiap kuberkata dalam hati bahwa itu adalah masa lalu, tetap saja perasaan dengki ini enggan untuk terpupus. Selalu saja amarah hatiku muncul setiap kali memori-memori itu terlayar dalam benakku, dan itu terjadi di sela-sela kekosongan waktuku, saat aku sendiri tidak menginginkannya. Hh..sebenarnya aku marah pada diriku sendiri kenapa aku terlalu peka terhadap hal semacam ini, kenapa yang tersirat hanya memori buruk, tanpa memberi kesempatan yang baik untuk segera menghapus yang buruk. Pada akhirnya aku jadi tidak ingin peduli pada kepentingan orang lain dengan dalih menghindari sikap2 yang kubenci tadi.

Tuesday, March 07, 2006

Hari ini aku menjalani ujian tengah semester hari ke-2, ‘Teknologi Bahan’. Menurutku tidak berjalan lancar dan tidak yakin mendapatkan nilai seperti yang kuharapan, meskipun jawabanku hampir menghabiskan sebanyak 4 halaman. Tidak sebaik hari pertama, ta apalah.

***

Memang benar kebahagiaan seseorang adalah terletak pada sikap dihargai dan diakui keberadaannya oleh orang lain, atau mungkin juga hanya bagi si sensitif saja yang berpikiran seperti itu? Aku tak tahu, layaknya akulah si sensitif itu. Sensitif, perasa yang peka, terlalu peka. Atau mungkin juga untuk yang kurang kasih sayang? Bukan, aku tahu pernyataan ini salah, jika seseorang itu adalah diriku, aku tidak merasa kurang kasih sayang. Bukanlah kurang kasih sayang, melainkan kurangnya kehangatan dan ketulusan dari orang lain. Itulah yang dirasakan si sensitif.

Individualis, adalah wajar dimiliki oleh siapapun, pada masanya. Bukan berarti individualis harus direfleksikan dengan sikap dingin dan tak ramah, karenanya hanya akan membuat orang yang mendapatkan ketakramahan itu merasa tak dihargai, atau tak dianggap siapa-siapa. Hal ini terlihat sepele, tapi bisa menjatuhkan mental seseorang dengan perlahan, atau mengurangi rasa percaya diri secara berkala. Bahkan, katakanlah korban perasaan, ini akan membentuk watak yang sama dengan sikap yang dia peroleh dari lingkungannya. Parahnya lagi, korban ini akan memmbentengi diri dari interaksi luar, menjadi pasif dan tidak peduli dengan lingkungannya. Akhirnya rasa kepercayaan terhadap or ang lain memudar.

Saturday, March 04, 2006

Hari ini, aku mencoba refreshing ke Kota Kembang, mencari dvd incaranku yang sejak dulu tertunda, konser Norah Jones dan Pink Floyd. Sebenarnya aku sendiri belum mengenal sebagus apa lagu-lagu Pink Floyd, hanya sempat mendengar sedikit penggalan instrument yang pernah dosenku tampilkan saat kuliah Pengantar Arsitektur semester 1.

Dengar-dengar informasi sekilas dari asdosku itu, para personil Pink Floyd ini ternyata berkecimpung di bidang arsitektur juga, selain menjadi pemusik sohor bergaya klasik rock. Karena itu aransemen lagu-lagunya pun berbeda daripada yang lain. Memang setiap pemusik memiliki ciri khas tersendiri dalam lagunya, tapi Pink Floyd ini terdengar lebih artistik, tidak hanya mengendalikan lagu sebagai main performance, tetapi instrumentnya pun dibuat sebagai daya pikat para pendengar, tidak kalah menarik daripada lagunya itu sendiri. Dvd yang kubeli bukan konsernya, hanya tampilan musik karya pink Floyd oleh pemusik lain, dengan andalan alat musik string quartet, flute, dan grand piano. Musik yang ditampilkan bisa dijadikan penenang kala hati sedang di landa mendung, bagus untuk pencerahan pikiran.

Beralih pada konser Norah Jones, dvd ini berisi 4 konser milik; Cranberries, Norah Jones, Dido, dan Diana Krall. Sekarang aku baru mendengar sampai putaran konser Diana Krall yang berwarna jazz, jadi belum kudengar sampai habis. Kuharap lagu-lagu ini tidak membuatku kecewa telah membelinya

Friday, March 03, 2006

Hari ini aku memutuskan untuk tidak pergi kuliah, berhubung tugas belum selesai kukerjakan, yang seharusanya dikumpul jam 8 pagi tadi. Bukan aku tak mau atau malas mengerjakannya, tapi malam kemarin otakku seperti sudah tidak mampu bekerja lagi karena begitu lelahnya, apalagi setelah merenungi prosedur tugas yang begitu banyak dan padat, rasanya ingin kukeluarkan saja otak ini untuk kuistirahatkan sebentar. Kepalaku sunggu penat malam itu. Yah..memang keputusan yang cukup mengambil resiko tinggi. Salah satu jalan terbaik, aku meminta tolong pada temanku agar sampaikan kabarku pada dosenku, kukatakan saja sakit. Semoga beliau bisa mengerti .

Hari ini juga aku bisa menghapus sakit kepalaku dengan cepat, setelah mendapat kabar baik, ibuku akan menjengukku. Siang tadi aku tidak melanjutkan tugasku. Tidak pikir panjang aku langsung mengajak ibuku jalan-jalan, makan siang di luar, mengisi perutku yang merengek seharian kemarin. Rasa penatku hilang begitu saja. Sayangnya kesenangan itu hanya sesaat, ibuku harus buru-buru pulang berhubung ada keperluan. Tak apa, yang penting aku sudah melakukan refreshing, cuci otak Thanx mom. Aku rindu rumah.

Senin depan aku akan menghadapi ujian tengah semester. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Seiring dengan itu pula aku semakin dapat merasakan perjalanan hidupku yang semakin menambah warna. Oya, pertama kalinya aku akan merasakan kuliah lapangan setelah pelaksanaan UTS nanti. Ternyata kulap kali ini akan diadakan di Kota kelahiranku, Garut. Kebetulan sekali tempat yang di ambil sebagai objek kuliah adalah Sumber Alam. Tersenyumlah hatiku.

Malam ini aku belum juga melanjutkan tugasku, padahal waktu tidak akan mau menunggu hingga aku benar2 niat mengerjakannya. Uhh kepalaku mulai penat lagi