Friday, November 25, 2005

Nasihat Supir Angkot

Rabu 23 Nov', siang bolong di tengah2 sengatan matahari aku dan saudaraku pergi bersama menuju kampus masing2. Kami naik satu kendaraan umum, duduk di depan sebelah supir angkot. Angkot yg kunaiki terlihat sepi, dan pak supir masih enggan tuk beranjak dari tempat pemberhentian anglot. Tidak sebentar kami menunggu angkot berjalan, sementara kami sudah khawatir akan datang terlambat pada kuliah hari itu. Setelah kami cukup bersabar menemani pak supir menunggu kendaraannya penuh ditumpangi penumpang, akhirnya aku memutuskan untuk bertanya," Pak, masih lama ga?", Pak supir "Oh, sebentar ya!....memangnya kalian mau kemana?", aku "kami mau kuliah pak!", pak supir "oh..yah, saya juga harus bayar bensin... Sekarang klo saya jalan sampai Ciroyom, bayar bensin setidaknya 20rebu, sedang duit belum didapat sepeserpun, paling dari kalian 6rebu..saya harus nombokin neng! Lihat saja tumpangan masih kosong, susah, makanya knp saya masih disini. Neng tau sendiri, BBM naik terus, bagi para supir-angkot itu merupakan pukulan yg sangat berat. Kami kaget neng melihat kenaikan BBM yg drastis! Coba waktu jaman Soeharto, hidup kami masih terbilang enak, dulu harga beras masih 700 rp, sekarang?! 3000 neng! Hidup makin tidak terjamin, yg kaya makin kaya, yg miskin makin miskin, mereka sudah terlalu sibuk oleh kesibukan mereka yang ga jelas, lihat saja para pejabat, sudah tidak bermoral, tidak lagi ingin melihat keadaan hidup rakyat. Jaman Soeharto sih ga ada yg seperti ini, paling harga itu naik sedikit2, masih bisa diterima, tdk seperti sekarang harga yg sekaligus melonjak tinggi. Ini semua gara2 mahasiswa yang 'menurunkan' Soeharto! Coba klo mahasiswa tidak melakukan itu, pasti ga akan ky sekarang! Harusnya mahasiswa kan melakukan kewajibannya, ya belajar. Mereka sih sudah untung bisa kuliah, artinya kan punya duit, ya mestinya gunakan kesempatan itu sebaik2nya, ilmunya untuk menyejahterakan negara. Tidak seperti kami ini yg tidak bisa sekolah, tapi bukan berarti supir angkot itu bodoh, kami jg pernah sekolah. Yg saya tau, SMU belajar matematika, fisika, biologi, kimia, sejarah, dan hukum kan?? Tapi apa yang mereka peroleh seolah tidak direalisasikan dengan tepat. Mereka dapat ilmu banyak tapi disalahgunakan, malah dipakai untuk membuat BOM, apaan itu, ga lucu!! itu kan namanya mencelakakan org, alih2 beralasan untuk berjihad. Masa memBOM di negara sendiri...Meskipun melakukan hal itu, negara musuh tetap tidak akan bergeming. Sekarang,tidak sedikit juga sarjana yang menganggur..itu karena apa, y karena di negara kita tidak membuka banyak lapangan pekerjaan. Sekolah pun jadi terasa mubazir kan?.. Makanya, sebagai generasi penerus, mestinya tahu persis tujuan menimba ilmu itu untuk apa, berusaha memperbaiki kerusakan yang terjadi dalam negara... Maaf y neng tadi saya ngetem lama, soalnya mikir harus nombokin banyak klo gada tumpangan" , aku "Iya pak gapapa! ni uangnya, buat bapak saja!".....

Nah...apa yang kita dapat dari peristiwa tadi? Tergambar jelas bagaimana kehidupan rakyat di negara kita, begitu komplikasi. Semua ini memiliki latar belakang yang setiap org pun mengetahuinya. Namun ironisnya, mereka tetap membela penyebab pertama kerusakan negara ini, karena begitu sulit menerima dampaknya, dan menyalahpersepsikan apa yang telah dilakukan org2 yang mencoba bertindak tegas pada pihak pemerintah..Jadi..sebenarnya siapa yang salah? Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bahwa kita perlu segera sadarkan diri atas apa penyebab kehancuran negara kita, jangan hanya seenaknya saling menyalahkan. Gunakanlah secara positif pola pikir yang semakin kritis kita...jangan dipakai untuk kebutuhan sendiri saja, tapi juga demi kebutuhan org banyak.

Aku benar2 mengambil pelajaran darinya, cerita pak supir itu telah membuatku berpikir panjang, dan terenung. Bak pencerahan, hikmah dari cerita pak supir tadi membuatku terbangun dari lelap, bangkitkan semangat baru jalani hidup dengan tujuan yang setidaknya sudah terlukis dlm benak, yaitu beramal untuk masyarakat....

Monday, November 21, 2005

Feeling alone 2day

Hhhhhfff................................. Mungkin memang tidak seharusnya mengharapkan datangnya kasih sayang dari seseorang, karena akan menyakitkan apabila harapan itu tidak menjadi kenyataan. Padahal kasih sayang itu tidak perlu ditunggu, dan kadang muncul di kala kita tidak menyadarinya, seolah tidak mensyukuri akan anugerah yang org lain ungkapkan kepada kita. Akhir2 ini aku sering sekali merasa kesepian, bukan seperti aku yang dulu, tidak peduli dan pasti mampu menikmati kesendiriannya. Anehnya saat itu ada yang memperlihatkan rasa sayangnya tapi entah mengapa aku malah kurang respek dengan sikapnya yang begitu perhatian. Tapi kini keaadan seolah berbalik, mungkin karena terbiasa dengan apa yang diterima, kini merasa kehilangan jika tidak menyentuh rasa kasih sayang itu. Apakah dia yang selalu memberi kasihnya mulai menyadari tidak dihargai atas segala yang dia beri selama ini,,,,Yang ku rasakan sikapnya mulai berbeda, mungkin juga mencoba beradaptasi dengan sikap ku yang acuh tak acuh terhadap perlakuannya,,,Bahkan keadaan sudah berbalik 180 derajat,aku yang kini tidak enggan meminta kasihsayangnya hanya dibalas dengan sikap yang cukup dingin, sama halnya seperti aku dulu menyikapinya. Apa dia sudah bosan dan lelah mencurahkan kasih sayangnya? Aku betul2 mengambil pelajaran dari hal ini. Begitu pentingnya kita menghargai seseorang, apalagi yg telah begitu menyayangi kita sepenuh hati. Sekarang, aku harus siap menanggung konsekuensinya, dan tidak bisa menyalahi siapapun kecuali kepada diri sendiri. Menuntut hal yang serupa cerita di atas bukanlah sesuatu yang mudah dikabulkan, karen hal itu adalah hak bersama. Siapapun boleh meminta dan menolak permintaan itu sendiri. Sebentar lagi, aku tidak akan bisa bertemu atau bersua dengannya setiap hari, karena aku akan berpisah dengannya. Hah, tidak ada gunanya menunggu dia lagi, mulai besok aku harus kembali seperti dulu, kembali memikirkan diri sendiri tanpa menghiraukan siapapun yang datang di tengah jalan kehidupanku. Aku mampu menikmati kesendirianku seperti dulu.
Goodbye....

(4 u syst)

Sunday, November 13, 2005

Apa Kabar

Apa Kabar

Tersenyum manis dia
mendapatkan dirinya tersapa
dari pesan seseorang yang lama
sekadar tanyakan hati dan tempat berada
seakan terserat makna
membikin ingat lampau masa canda:
ketika bukan bibir yang berbicara
tapi jiwa yang bersuara
ketika diam yang berbahasa
hingga merasuk daya hayat
ketika tangan yang bergerak
mengetuk barisan irama.
Selalu' kagumnya tak menghapus kenangan
meski hanya terucap dalam dada
cukup dirinya yang merasa
Sampai tersimpan certa pendek yang mengusang
Apa kabar teman?


(23 OKtober, 5:50 AM)

Saturday, November 12, 2005

Sweet memories..happy day:)

12 November 2005

Hm...hehehe...hehehe...hehehe...i got sunshine in my life....:) Sweet memories on November 7th-9th, they have flowered my dayz,n filled new colour on my rainbow, thank you all.....@>- Gonna miss this pleasure moment!