Saturday, March 15, 2008

Takut ajal tiba

15 Maret 2008

Dear blog, kenapa akhir-akhir ini perasaan saya sering diiringi rasa takut dan ngeri, bahwa suatu waktu ajal menjemput saya. Saat bahagia hidup sedang menggenggam hangat tangan saya, melalui kasih sayang dan kebaikan orang-orang yang diberikan pd saya. Terkadang peringatan kematian datang tiba-tiba pada pikiran saya, meskipun hanya lewat sekelebat sepersekian detik. Lalu saya akan membayangkan bagaimana rasanya meninggalkan orang-orang yang saya kenal, yang belum saya balas kebaikannya. Atau membayangkan bagaimana rasanya apabila visi hidup saya tidak tercapai karena ajal keburu menjemput. Meskipun saya sudah bisa melihat atau merasakan bisa menyentuh visi itu. Amal hidup saja belum tentu mencapai 1%nya nilai tiket masuk surga. Memang manusia tidak berhak menilai besar amal mereka, tapi bolehlah sekedar menerka. Jujur saja, intinya saya belum siap untuk meninggalkan dunia. Padahal takdir hidup itu hanya mampu kita serahkan padaNya. Lucu juga, sempat ada orang yang curhat tentang hal serupa, orang yang sama sekali tidak saya kenal, tiba-tiba bercerita tentang perasaan takut ajal tiba-tiba datang menjemputnya dan merasa amalnya belum mencukupi. Sekarang malah saya merasakan hal serupa. Saat itu dengan mengerahkan segala kebijaksanaan saya untuk menjawab “Seluruh amal hidup kita hanya bernilai 1% dari nilai tiket kita masuk surga, sedang yang 99% nya adalah karunia Allah SWT”.Ini jelas bukan kata2 saya, saya hanya mengutip dari sabda khalifah. Merasa bersalah pada orang itu, semoga dari belahan bumi sana dia bisa menerima permintaan maaf saya, karena saya sudah bertindak sombong. Siapa sih yang berhak berkata seperti sabda khalifah itu, seharusnya yang sudah siap kapanpun ajalnya akan menjemput. Kalau saya sih, belum ikhlas. Yah…karena merasa amal masih setitik debu, atau bahkan jauh lebih kecil dari itu (tidak berani menilai dlm bentuk %), setidaknya saya masih memiliki rasa syukur, mampu mendoakan untuk kebahagiaan mereka yang memberi arti hidup ini…Semoga Allah ridha.

Ah, Kejernihan sungai dlm dunia ini

Siapakah yang bisa melihatnya…

Atau merasakannya di atas rumah-rumah mereka…

Hanya kedalaman diri yang telah mencari

Dan menemukan dalam suatu divinisasi.

This heart say: spread love to the world!

So I'd ready to leave afterwards…