The greatest jihad or the greatest war is the war over one’s self.
–Prophet Mohammed-
Inilah awal perubahan hidupku, yang menjadikan hidupku menjadi lebih berwarna. Banyak peristiwa yang mengajarkanku bagaimana cara memandang hidup yang penuh misteri ini. Fenomena ini telah menunjukkan jalan kemana aku harus melanjutkan langkah kaki, meski masih sedikit paruh yang telah kulewati...
SAYA LEPASKAN
Ahahahahah.
Sial, saya tertipu!
Kepada -eternal poet-,
saatnya saya mengatakan tegas
tidak ada yang kekal di dunia ini
kecuali diriNya.
Akan saya pakaikan sayap
untuk kamu terbang lepas.
Sayap yang juga tidak kekal.
Sampai sayap itu rapuh
dan akhirnya membawamu jatuh
tenggelam
hingga ke kedalaman samudera terdalam!
Semua ini adalah permainan yang cantik,
pure, dan
white lying.
27 Mei 2007
Aku terpaku. Berlindung di bawah atap, relungan dinding2 hijau yang mengelilingiku, dan terang lampu yang membantu mataku awas. Telingaku menangkap suara alam yang juga tetap terjaga. Di luar tempat perlindunganku, angin berhembus kencang dengan angkuh, menebar dingin dan riuh gemerisik daun dalam senyap. Di ruang lain, samar gemercik tetesan air yang berkejaran dengan gesit, entah darimana asalnya. Sesekali suara seolah hentakkan seonggok batu diluar
...
Dan aku harus tidur. (so what's the point? g penting yah?:p)
Tapi mereka juga manusia yang pasti pernah merasakan’nya’
Aku benci jika ‘dia’ sudah muncul
Dan mulai menggerayangi kepalaku
Lalu turun dan akhirnya menerobos masuk ke dalam hati
Menorah luka baru yang sebelumnya memudar
Desperate
Bukan maksud dilebih-lebihkan
Tapi memang seperti itu adanya
Sebuah kenyataan
2 minggu rasanya 2 tahun
Lucu
Aku ingin lupa
Untuk menghapus benci
Tapi aku juga tidak ingin lupa
Karena itu adalah anugerah
Seperti dalam buku ‘Dadaisme’ bilang:
Cinta adalah seraut wajah penuh kasih sayang yang dibaliknya menyembul keluar rasa dendam dan benci. Cinta adalah saudara dari sang benci. Mereka berdua telah terlahir ketika Allah menciptakan Hawa bagi Adam. Cinta kadang melahirkan benci, atau kadang cinta lahir di antara benci,atau cinta hidup diantara benci. –"Dadaisme" karya Dewi Sartika-
Menjauh
Aku; tidak ingin sendiri
Tidak ingin menjadi orang lain untuk mendapatkan sesuatu
Aku: adalah diriku
Sabit terang menari bersama percikan bintang
Gelap yang indah
Aku tersenyum
Antara manis dan pahit
Aku hanya boleh mengingatnya
Dari sini
Tidak akan ada lagi
Jembatan yang mendekatkanku padanya
Aku; sudah mulai bersabar pada waktu
Ruang dan waktu: dimensi yang sama
Ketika kami berdiam dalam satu ruang
Dan langgam suka yang diam-diam diungkap
Hanya terang binar mata yang membaca
Oleh sendiri
Untuk sendiri
:Itulah ketika
Dimalam-malam ceria
Yang melepas satu rasa ini
Apa sih arti dari semua katakata ini?
Menjauh?
:pengorbanankah?
24 Mei 11:30
Dibawah ini merupakan kata-kata yang menambah keluasan kamus bahasaku, diambil dari buku “Ronggeng Dukuh Paruk”, karya Ahmad Tohari. Bagus lo ceritanya…:), sastra banget, dan mudah dicerna.
Hal 135
“…suaranya berbisik, seakan-akan seluruh malam adalah miliknya yang sedang diusik”
“…sinar kebiruan bergerak menyeberang pematang…”
“Malam telah sempurna gelap…”, Bulan tua baru akan muncul tengah malam sehingga cahaya bintang leluasa mendaulat langit. Kilatan cahaya bintang beralih memberi kesan hidup pada rentang langit. Kilatan cahaya bintang beralih memberi kesan hidup pada rentang langit… betapa kecil manusia di tengah keperkasaan alam”, di bawah lengkung langit megah
Hal 197 “…terkadang, membersit sinar terang bintang beralih…”
Hal 215 “…matanya memancarkan cahaya bening embun pagi”
Hal 254
“ketika gerimis mereda, bulan muncul di langit dalam kalangan bianglala” Indah, sangat indah”
“di bawah sinar pelita yang kuning kemerahan,…”
“Partikel-partikel hidup sedang memisahkan diri dari ikatan organisasi maharumit, mahacanggih, kemudian terurai dari ikatan-ikatan kimiawi oleh bakteri pembusuk untuk selanjutnya kembali larut dalamkeberadaan universal.”
Hal 256 “…kematian adalah keperkasaan kodrati…”
Hal 263 “
Hal 269 “Nurani adalah kemudi kehidupan yang hakiki karena dikendalikan langsung dengan kasih sayang illahi.”
Hal 277 “Hasrat yang tidak aneh karena pada setiap diri terkandung kadar kecenderungan menyukai hal-hal sensasi.”
Hal 290 “Seruling batang padi yang diberi sistem megafon dari daun kelapa mampu menciptakan kemerduan yang unik. Nadanya bergelombang demikian rupa sehingga amat mudah berbaur dalam desau angin ketika menyapu pepohonan. Iramanya yang tidak mengenal keteraturan tangga nada justru mudah menyatukannya dengan ombak lautan padi yang menggelar hamparan warna kuning tua, kuning keemasan, dan hijau lembut.”
Hal 363 “…ke tengah laut yang berbingkai langit.”
ASAP ROKOK
Aku sering membuang-buang waktu
Bersama asap rokok itu
Kembali kuhisap
Ketika aku mengingatnya
Ketika aku melihat wajahnya
Dalam ilusiku
Jauh dari dunia
Menembus langit
Mencari dimana ia berada
Ia sedang bernafas
Dalam alam yang bergerak (nyata)
‘Love thing’**
Semakin membawaku larut
Seolah dia yang sedang memetik lagu itu
Mataku terpejam
Aku merasakan dekat
Dia membelakangiku
Dan aku melihat punggungnya
Selalu seperti itu
Menjadi bayangnya
:Klise
19 Mei 2007 14:45
** Love Thing by Joe Satriani
Minggu, 20 Mei 2007
Hari ini, aku senang:). Dan tidak perlu alasan muluk-muluk untuk bisa merasakannya bukan? Bangun pagi..jam 5 lebih banyak, terlambat salat subuh. Aku melihat tubuh temanku sedang tergolek tak berdaya di atas kasurku, curahan lelah. Subuh tadi memang dinginnya menusuk kulit, karena itu kugelar selimut di atas tubuhnya yang meringkuk. Sedikit sadar ada yang sedang memerhatikannya, dia memanggilku lemas: rei… lalu menggeliat dan tertidur lagi. Tidak cukup baginya waktu 4 jam untuk melepas kantuk, apalagi setelah kemarin beraktivitas full 1 hari. Salat subuh selesai, aku sedikit lama merenung…sudah lama tidak merasakan kekhusyukan daripada salat yang kusimbah, hambar. Aku merasa begitu jauh, enggan, dan lalai. Apa itu mauku, bingung, padahal sadar. Kemudian mimpi tadi malam, sangat jelas kuingat, dan apa maksudnya....?
Imajiku lepas dan mataku kembali melihat alam fana.
Ada sebersit keinginan pergi joging ke Sabuga, tapi tergiur kenikmatan lelapnya temanku, kutangguhkan niat itu. Akhirnya kuputuskan jiwaku balik ke alam mimpi saja hehe.
Pukul 8.30, aku baru terjaga. Temanku sudah beranjak dari kamarku, mungkin sekarang sedang tidur di atas kasurnya sendiri. Apa yang akan kulakukan hari ini? Oya, belajar buat besok ujian, tapi.. moodku belum datang. Aku perlu sesuatu yang bisa memuaskan diriku dulu sebelum belajar. Ya, setelah ini itu, aku pergi ke tempat buku, kembalikan dan pinjam novel baru. Perutku belum terisi, dan makan di foodcourt sebrang kampus. Sambil makan, baca novel, memang kenikmatan tersendiri, asik loJ
Makanan habis tak tersisa. Aku harus kembali ke kos. Tapi masih ada yang kurang, di tengah perjalanan pulang, aku harus mampir ke Maple. Warnet baru, sekitar 10 meter dari kosku, tempatnya enak dan cozy. Cek email, blog, dan messenger. Kebetulan ada beberapa yang ol, ngobrol-ngobrol, sekalian nostalgia. Satu jam sudah cukup pikirku, pamitan pada teman-teman dan cabut.
Kini aku berada di depan layar komputer, menulis apa yang baru saja kuceritakan. Tidak ada yang istimewa atau point penting, tapi aku senang. Lembaran2 hafalan untuk ujian besok rasanya sudah menanti. Hujan rintik menghiasi hari, ‘U Saved My Life’ by Joe Satriani menemaniku detik ini. Enjoy the life:)
14:10
PUISI UNTUK PUISI
Puisi itu, expresi perasaan
marah menangis tertawa bahagia sedih luka harapan kenangan cinta cita rindu senyum doa
Puisi itu…ini dan itu
Puisi itu, ya katakata
Bebas lepas
Dari hati dan jiwa
Diam dari suara
Teriak dalam diam
Berbisik bisik, terkadang
Ya
17 Mei 07, 16:45
***
MAAF
Maaf,
Tak bisa kutulis banyak
Tinta habis
Tadi malam kugoresi langit
dengan namamu…
***
BULAN YANG GELISAH
Setiap hari bulan menjemput
“aku ingin tahu yang terjadi di bumi
ceritakanlah”
“bukankah kau di langit
yang menaungi bumi,
seharusnya kau lebih tahu dari aku”
“cahayaku tak berkuasa atas beton
buatan manusia”
“untuk apa jika kau tahu?”
tak dengar lagi bocahbocah bernyanyi
saat purnama”
“mereka terkurung tembok beton”
“tak lagi kulihat remaja bercengkrama
sambil memandangku”
“mereka dikerangkeng benteng beton”
“tak lagi kulihat laut terpesona memandangku”
“ia diselimuti atap beton”
“lalu, untuk apa aku ada?”
“aku tak tahu”
“bagiku, beton itu
lebih tebal dari tujuh lapis langit”
“aku tahu”
“sejengkal pun tak bisa aku menembusnya”
“aku tahu”
“lalu, aku harus bagaimana?”
“aku tak tahu”
“aku mengundurkan diri”
“kenapa?”
“aku kesepian”
“aku tahu”
Sejak itu bulan tak lagi menemuiku
Aku tenggelam dalam sesak yang pengap
tanpa bisa kutatap lagi langit
Bulan,
aku juga sepi
***
-Renungan Kloset- Rieke Diah Pitaloka
KECEWA
Aku adalah manusia-manusia yang gelap di kesunyian
Heningku
erat mencekam
Sakitku
memendam
Suaraku
terkubur dalam
Jiwaku
ingin tenggelam!
16 Mei 07 15:00
Btw..jadi inget lagu honestly by Scarem Harem…that’s my favorite song. Beside, there’s one precious moment inside. That’s really sweet and gimme kind of happiness tat I never get before haha (hiperbol). N' finally i feel...yokatta ne.. eh ko jadi bahasa jepang?? taiheng desu ne...ya sud la y.
Biarkan dia bubuhkan satu warna baru dalam pelangi hidupku, meski hanya sesaat. My New color; new experience. People always come and go out of our life, when they come, we’ll learn new thing. When they go, we’ll understand the thing. Never Give Up!
HONESTLY
I stand before you
Accused of many crimes
But I wanna believe that love can still survive
You don’t have to say it
I don’t have to read your mind
To know the emptiness has finally arrived
How was I to know right from wrong
Words were hardly spoken
So Where did I go wrong
Tell me Honestly
if you still love me
Lookin into my eyes
Honestly
Words Have more meaning
if they’re said at certain time
I need you now so can feel alive
How would you know if
You won’t give me sometime
To see if everything could work out you’ll be mine
Will I be lost forever
Or someday I may find
The words that I’ve been searching for
Are just a piece of rhyme
Tell me
Honestly if you still love me
Lookin into my eyes
Honestly
All the nights I sit and wonder
must be more to life I’m sure that
There Days have gone by white lying
Living with a
Living with a lonely feeling
Honestly
if you still love me
Lookin into my eyes Honestly
Honestly
if you still love me
Lookin into my eyes Honestly
Aku bergeming
Ada 1 patah kata tak terungkap
Dari mata yang remang
Mencumbu kenangan di sela2 malam
Langit sibuk sendiri
Menata satu2 tarian para kurcaci cilik
Seperti rasaku
Merapikan serpihan hati yg terserak
Hehe
Sepelit tawa garing menuding bibir
Sudahlah
18 Apr 07
Malam begitu bijak
Mengusir lelah dalam buaian
Mengusap lelap pada kedamaian
Dan gadis itu sedang tertidur
Ditengah perjalanan hidup
Seperti menemukan kebahagiaan
Senyum anak kecil pun terlukis pd wajahnya
Di antara peliknya kenyataan
Bertemu sebentar dengan mimpi indah
Dikecup manis oleh bintangbintang
2 Mei 07 10:43