S E M A N G A T _ R E I !
E
M
A
N
G
A
T
Inilah awal perubahan hidupku, yang menjadikan hidupku menjadi lebih berwarna. Banyak peristiwa yang mengajarkanku bagaimana cara memandang hidup yang penuh misteri ini. Fenomena ini telah menunjukkan jalan kemana aku harus melanjutkan langkah kaki, meski masih sedikit paruh yang telah kulewati...
Hujan menebar kenangan
Deras tak menggoyah ingatan
Ada sapa yang mengundang aku untuk datang
Pada: lembar-lembar yang sempat harum dan kubiarkan usang
Pada: layar yang sekali tersirat kelopak merah muda yang mengembang
Sungguh mekarnya terpatri begitu dalam
Sampai tiadalah daya rasa ini melepasnya dari akar
Meski sudah payah jembatan jauh kubentang
Sampai tiadalah daya rasa ini melepasnya dari akar
Aku: tersenyum, tersenyum, dan tersenyum, senang
Ingin sekali teriak kencang
(………………!!!!!!!!!!!!)
Meski tahu sapa itu hanya sesaat dan menjadi bayangan
Tetap; bercermin memandang binar mata begitu terang*
*Karena & untuk sang pujangga
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
dedicated song...;)
Bayang Bayang Ilusi (New Version)
by Anggun
Baru kali ini saya benar-benar terharu untuk kebahagiaan seorang teman… sampai bikin saya bahagia karena saya dan teman-teman lain berhasil membuat dia begitu senang, apa karena saya yang terlalu berempati untuk kondisinya sekarang. Mukjizat bisa kita minta, semoga penyakit itu bisa segera pergi dari tubuhnya… amien. Dy memang orang yang periang dan tidak pernah tampak mengeluhkan sesuatu yang mungkin itu bisa merugikan kehidupan dia, naudzubillah. Padahal sahabat kan untuk berbagi suka dan duka. Ah teman, hidup itu bukan hanya olehmu saja, kami pun menjalaninya, suka duka adalah rasa yg singgah pada manusia, corak dalam warna kisah, maka biar kami yang menutupi sakit itu dari jiwamu yg putih. Bukan teman jika tidak berbagi dan simpati, karena semua adalah dari dan untuk hati.
Hmm, bener juga, tulisan orang itu bisa mengubah mood kita dengan cepat, saya baru dapet refreshing ni dari blog artis cantik cerdas nan banyak fansnya ini, blog miliknya dian sastrowardoyo, nah, kaget kan? Apalagi sambil liat foto-fotonya yang original hasil potret sendiri atau beberapa tanpa make up, betah deh nogkrong di blognya… (saya aja sebagai perempuan sampe terkagum). Bahkan beberapa blog ada yang menginspirasi, menggerak spirit, ya mungkin emang baru menemukan sedikit artis muda yang memang sebagai ‘artist’, tidak hanya sekedar mengejar pamor diri di mata masyarakat, tapi memang berperan sebagai artis yang memiliki jiwa artist, sosok muda yang krisis dan kritis serta peduli pada kualitas generasi muda bangsa ini (liat aj dari blog categorieznya ‘thought’), atau aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan semacamnya itu adalah atas ketertarikan pribadi dirinya, bukan tuntutan dari pekerjaan. Asik deh bacanya, meski kebanyakan hanya cerita kegiatan sehari-hari yang yaaa… biasa dialami kaum wanita lainnya juga (sebenarnya karena banyak ditambah foto dia jadi asik).
Setelah baca blognya dian ini, sedikit jadi berpikir berhubung saya sifatnya introvert, dapet pelajaran baru. Tahu kalo saya itu sejak dulu sedikit tertutup dan segan untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya saya sangat berhasrat. Entah kanapa nyali saya kecil untuk melakukan hal postif bagi saya ke depannya, nyali kecil ini malah membuat saya rugi. Kata dian, “Impian saya generasi muda Indonesia adalah individu-individu yang berani berpikir, berani belajar, dan yang paling penting berani memproduksi pikiran mereka sendiri. Karena mereka memiliki kebebasan itu.” Memproduksi pikiran sendiri, mungkin tafsirnya tidak hanya apresiasi pendapat tapi juga kita mengaplikasikannya, nice thought. Mulai sekarang, saya coba deh untuk merubah diri, sekaligus dalam rangka menutup kelemahan diri, toh untuk kebaikan saya ke depannya, sadar donk sebagai generasi muda bangsa harusnya seperti apa…
Hujan asik berdendang lewat pantulan suara benda2 yang kena jatuhnya. Ada aku disini mendengar sayup-sayup irama beraturan atau tak beraturan itu. Bahkan irama itu membawa suasana melankolis datang mengkudeta keberadaan karakter resesif lainnya pada diri ini. Selagi itu, ada selewat renungan, munculnya hujan itu adalah anugerah sekaligus malapetaka bagi para manusia biadab, pengingat.
Anyway, that’s not the point.
Yang sekarang aku tulis bukan tentang hal baru, bukan juga mengungkapkan sesuatu yang terasa déjà vu, tetapi memang untuk yang keseribu kalinya, rasanya hati ini berteriak hingga meledak ingin kembali pada hangatnya ruang-ruang yang sudah melekat dan bersoulmate dengan jiwa karena lahir dan sama darah. Didalamnya, ada orang-orang yang mengerti aku daripada yg lain. Mereka, yang membuat ruang dan waktu menjadi berarti. Mereka, keluarga. Bukan ingin menyangkal anugerah atas teman-teman yang berada di dekatku sekarang, oh really thank God for that!! But, tetap, vakum didalam sini, kesepian, ada yg berbeda dari apa yang telah mereka berikan, pastinya, dan aku sedang mau: berada di dekat keluargaku, tidak harus berkomunikasi banyak, cukup dengan aku melihat mereka berada di depan mataku, cukup dengan ada mereka di dekatku, atau mendengar suara mereka, di rumah tercinta (ceilee). Merasa aku akan semakin jauh mungkin ya di waktu depan, karena tuntutan mandiri dan kedewasaan … Satu saat induk burung akan melepas anaknya untuk berjelajah hidup. Tapi, buah yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya kan.
Karena mereka, aku ingin pulang (sigh) T_T . (Lalu aku menyalahkan tugas kuliah karena tidak bisa pulang, ow bebaaan.)