Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Lembah Pandalawangi
Kau dan Aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
kedengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta...
cahaya bulan menusukku
dengan ribuan pertanyaan
yang takkan pernah kutahu
di mana jawaban itu
bagai letusan berapi
bangunkan ku dari mimpi
sudah waktunya berdiri
mencari jawaban kegelisahan hati
(cahaya bulan)
Inilah awal perubahan hidupku, yang menjadikan hidupku menjadi lebih berwarna. Banyak peristiwa yang mengajarkanku bagaimana cara memandang hidup yang penuh misteri ini. Fenomena ini telah menunjukkan jalan kemana aku harus melanjutkan langkah kaki, meski masih sedikit paruh yang telah kulewati...
Wednesday, October 12, 2005
Resapi Warna Hidup
Sudah sekian lamanya aku tidak mengisi blog ini, entah karena suatu aktivitas baru makin hari makin tidak hirau akan rutinitasku: menulis apa saja ttg perjalanan hidup.... Telah kubiarkan cerita2ku semakin mengusang..sedang di lain alam aku terlena dengan apa yang baru kujalani. Tapi aku rindu, dan aku kembali kemari.
Sekian bulan aku memasuki dunia baru, hal itu membuat warna hidupku semakin bertambah, memperjelas sketsa hidupku. Alhamdulillah di sana aku sungguh menikmati banyak hal, apapun itu, layaknya yang memang belum pernah kualami. Meniti perjalanan waktu, aku merasakan sesuatu yang berbeda pada diriku, mungkin itu adalah apa yang disebut dengan 'matang', pemahaman atas kehidupan yang telah ditempuh.
Bukanlah tetap menjadi diriku yang dahulu, kedewasaan pun merubah sedikit demi sedikit karakterku. Kini bukan merupakan suatu beban dalam berkorespondensi atau bersosialisasi, atau berjuang meyakinkan diri pada satu momen. Aku bisa merasakan bagaimana cara mengotrol setiap perasaan yang tumbuh, bisa merasakan bagaimana pentingnya memberanikan diri di saat2 tertentu. Dan Aku bisa merasakan BEBAS, setelah mengerti arti dari kebebasan itu dari pengalaman milik diri dan seorang seniman mashyur, aku telah sedikit merenungi gambar hidupnya yang penuh dengan kebebasan.
Aku berterima kasih dan akan selalu pada-Nya, telah memberiku lingkungan yang membuat diriku terobsesi untuk terus berkembang, dengan semangat jiwa orang2 yang ada disekelilingku, membuat diriku ingin terus berjuang menggapai harapan.
Sekian bulan aku memasuki dunia baru, hal itu membuat warna hidupku semakin bertambah, memperjelas sketsa hidupku. Alhamdulillah di sana aku sungguh menikmati banyak hal, apapun itu, layaknya yang memang belum pernah kualami. Meniti perjalanan waktu, aku merasakan sesuatu yang berbeda pada diriku, mungkin itu adalah apa yang disebut dengan 'matang', pemahaman atas kehidupan yang telah ditempuh.
Bukanlah tetap menjadi diriku yang dahulu, kedewasaan pun merubah sedikit demi sedikit karakterku. Kini bukan merupakan suatu beban dalam berkorespondensi atau bersosialisasi, atau berjuang meyakinkan diri pada satu momen. Aku bisa merasakan bagaimana cara mengotrol setiap perasaan yang tumbuh, bisa merasakan bagaimana pentingnya memberanikan diri di saat2 tertentu. Dan Aku bisa merasakan BEBAS, setelah mengerti arti dari kebebasan itu dari pengalaman milik diri dan seorang seniman mashyur, aku telah sedikit merenungi gambar hidupnya yang penuh dengan kebebasan.
Aku berterima kasih dan akan selalu pada-Nya, telah memberiku lingkungan yang membuat diriku terobsesi untuk terus berkembang, dengan semangat jiwa orang2 yang ada disekelilingku, membuat diriku ingin terus berjuang menggapai harapan.
Tuesday, October 11, 2005
Gado-Gado
Diingatkan Malam
Berbicara diriku, jelang malam telah tiba
7 menit hari kemarin berlalu memunggungi
untuk beristirahat dan tak kembali
Hanya jejak dan bekas yang menapak
tersimpan dalam kumpulan lembar cerita usang:
Berjuta sarat layu menuang masa lalu
berjuta semangat juang melukis masa depan
adalah makna terpatri yang hati mengenal
Dimana jalan kemana arah
tetap kutelusuri perlahan
sampai mataku dan segera melihat
Kini 33 menit meninggalkan waktu
dan masih kugurat bait perkata
merupakan curahan dari yang sudah terjadi:
Kutempeli sebutir warna lagi pada seperdelapan pelangi
tanda hidup yang memberi tahu
Memperjelas sketsa tempuhan perjalanan
46 menit segera pergi
aku termangu menikmati detik:
Merenungi langit yang ungu gelap
Apakah kabar bulan?
Sungguh setiakah padahal terlantar
Namun tetap menyapa
setelah tidak tahu bagaimana wajahnya sendiri
Bulan bertanya: bagaimana kabar bulan?
Aku sudah jauh berlari dan bulan tetap duduk
tetap menyaksikanku yang menjauh
tanpa meminta kuberpaling kembali
Benar mengerti adanya
Subscribe to:
Posts (Atom)