Thursday, October 25, 2007

Ada-tapi-tiada, Ketiadaan-yang-ada

Ada-tapi-tiada
Ketiadaan-yang-ada

Sahabat
Kehampaan dan hampa berbeda tipis
Seperti dibatasi sehelai benang
Itulah ada-tapi-tiada
; ketika kehampaan datang
Lalu hampa muncul pada detik berikutnya
Atau sebaliknya

Sahabat
Seperti lagu sempurna* beralun
‘..di setiap langkahku, ku kan slalu memikirkan diri-Mu..’
Itulah Ketiadaan yang ada
;Kita sanggup merasakan dalam setiap detiknya

Sahabat
Ada-tapi-tiada hanya muncul pada suatu detik
Itulah momen-yang-sama dirasakan setiap insan
Dalam ruang dan waktu yang berbeda
Meski sungguh enggan untuk merasakannya

Tapi, sahabat
Ada-tapi-tiada dan Ketiadaan-yang-ada adalah bersaudara
Dengan merasakan ada-tapi-tiada
Mampu mengingatkan kita pada Ketiadaan-yang-ada
Dengan merasakan Ketiadaan-yang-ada
Mampu menghapus ada-tapi-tiada

25 Okt’07
21:37
*Sempurna by Andra & Backbone

Hahhhhhhh

Arrgh...

CAPE!

!

Wednesday, October 03, 2007

Amal=1%, 99%=Karunia

"Jumlah amal-amal kita di dunia hanyalah bernilai 1%
dari nilai tiket kita untuk masuk ke surga.
Sedang yang 99%nya adalah karunia Allah S.W.T"
-Hazrat Khalifatul Masih V-
Malam ini purnama masih berlayar dalam keheningan qalbuku, ingin berlabuh dalam keheningan qalbumu. Singkap selimutmu manis, biar kusempurnakan doa dalam sajadah kehidupan yang dibentangkan siang malamnya. Menyemai kuntumkuntum tasbih di bawah cakrawala, ku alamatkan padamu seperti gerimis pagi tadi. Selamat pagi…

By: OCHA
27 Sept’07 01:40

Dosa dan Racun

Mari kita renungi bersama pertanyaan sederhana di bawah ini:

”Jika seseorang meyakini dalam sebuah gua terdapat ular berbisa yang mematikan, apakah dia berani mengulurkan tangannya ke dalam gua itu?
Jika seseorang meyakini bahwa arsenic adalah racun yang mematikan, apakah dia berani menelan arsenic itu?
Jika seseorang meyakini bahwa api dapat membakar kulitnya, apakah dia berani menjulurkan tangannya ke dalam api itu?...
Begitu pula sama halnya dengan dosa. Dosa diibaratkan sebagai racun yang mematikan. Tapi kenapa manusia masih berani berbuat dosa? Apakah dia tidak meyakini Tuhan? Padahal Tuhan lebih dekat daripada urat leher manusia itu sendiri, selalu melihat apa yang dia perbuat... ..."
So what's d point?
Pertanyaan dan pernyataan di atas mengajak kita untuk tingkatkan keyakinan kita kepada Tuhan, dengan tidak berbuat dosa...

source: "Review f Religions" by Hazrat Masih Mau'ud a.s.

Tuesday, October 02, 2007

Pelacur yang Dibebaskan Dari Dosa2nya

Ada alkisah di sebuah negeri belahan bumi bagian Timur Tengah. Pada satu malam yang dingin, ada seorang pelacur, keluar dari tempat pelacurannya dengan langkah terseok-seok. Sambil membenarkan sepatu hak tingginya, dia melihat seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya dengan jerih payah untuk bisa menjangkau air dalam sebuah kolam. Rupanya anjing itu kehausan, tapi tidak mampu menjangkau air itu. Dengan kepala terhuyung-huyung, sang pelacur mendekati si anjing. Merasa iba dia spontan melepas sepatunya, lalu menyiuh air itu ke dalam sepatunya, lalu diberikannya pada si anjing. Melihat ekspresi si anjing yang kegirangan, sang pelacur tergugah, timbul keinginan untuk kembali meyiuh air ke dalam sepatunya dan dia berikan lagi pada anjing itu, sampai dia lakukan berkali-kali. Melihat binar mata bahagia si anjing kemudian, hatinya terenyuh dan tersinggunglah senyum dibibirnya, ikut merasakan kebahagiaan yang didapat si anjing. Setelah anjing itu pergi berlalu, sang pelacur pun kembali ke rumahnya...
Dan pada saat itu juga Arasy Illahi bergoncang. Goncangan Arasy Illahi ini mengundang pertanyaan bagi Tuhan, lalu dia memanggil malaikat. Kemudian malaikat turun, dan Tuhan bertanya padanya ”Malaikat, ada goncangan apa ini?”. Malaikat menjawab ”Ada seorang pelacur telah menolong seekor anjing yang sedang kehausan”. Dan kemudian Tuhan berkata ”Baiklah, maka Aku bebaskan dia dari segala dosa-dosanya.”...
Esok harinya, sang pelacur harus berangkat ke tempat pelacurannya. Maka pergilah dia dari rumahnya. Namun di tengah perjalanan, hatinya merasa malas untuk melangkah menuju tempat itu. Sambil melangkah, tiba-tiba dia berpikir untuk pergi ke tempat temannya. ”Ah, hanya sekedar mengobrol sejenak, sudah lama kita tidak bertemu”, hatinya bergumam. Lalu jadilah dia pergi ke tempat temannya. Di sana, mereka berbincang lama. Hingga malam tiba, dia baru menyadari waktu yang telah dia habiskan disana telah membuat dirinya lupa untuk pergi ke tunjuan pertama. Akhirnya dia menangguhkan niatnya hari itu untuk pergi ke tempat pelacuran, dan pulang ke rumahnya.
Hari kedua, sang pelacur hendak berangkat ke tempat pelacuran, tapi kini hatinya enggan untuk pergi ke sana. Dia merasa ingin bertemu temannya kembali. Di tengah perjalanan menuju rumah temannya, dia melewati sebuah mesjid. Terdengar sayup-sayup suara orang-orang yang sedang melakukan pengajian. Hatinya meminta dirinya untuk mendekati suara itu. Lalu dari teras mesjid, dia duduk mendengarkan ayat2 suci yang sedang disenandungkan dengan seksama. Ada rasa tenteram dan bahagia terbersit dalam hatinya. Maka pada saat itu juga dia meniatkan dirinya untuk belajar mengaji dan beribadah. Dan pada akhirnya, dia tinggalkan pekerjaan lamanya, mulai menekuni salat 5 waktu, dan mengikuti pengajian di mesjid.....Alhamdulillah.

Allah selalu memberi petunjuk serta membukakan jalan bagi yang ingin bertobat atau yang ingin merubah dirinya menjadi lebih baik, selama keinginannya betul-betul berasal dari fitrah yang suci...Itulah yang disebut dengan kebesaran karunia-Nya.^_^

Reihan, Angin, dan Ramadhan

Reihan dan Ramadhan

Angin angin berhembuslah
Semaikan namaku menyatu denganmu
Lalu kita bersama menggoyangkan daundaun
Di tepi jalan lengang
Di bawah penerangan Bulan-yang-suci
Mari singkapkan awan pucat yang menyembunyikannya
Oleh hembusan kita, angin
Biar terangnya mengingatkan padaNya
Dalam malam yang melelapkan

*Reihan=angin
00:19 , 29 September 2007
Subuh ini aku genapkan hitungan tahun dalam almanak kesunyian, setelah malam terpanggang dalam kuncup-kuncup mimpi. Hi..selamat pagi tuan putriku, singkap selimutmu biar segala kabut menyisih bertasbih menyebut namamu.

By: OCHA (penyair impun)
15 Sept’07 03:15

Puisi Tertunda

Ketika kau berkata akan pergi sementara
Hatiku menolak
Karena aku takut sementaramu adalah selamanya bagiku
Malam, bila 1001 malam adalah milikku
Jangan lepaskan pandanganmu darinya
Hanya melaluimu sebuah kabar bisa sampai pada pelukanku
Tibalah waktu akan menghentikan semuanya
Harummu lenyap
Dalam kesunyian