Friday, December 16, 2005

Beling2 hati

3 Desember 2005

........:\ :( :'( x'(, today isnt good enough, if i had to describe it...its complicated to b, but i cant lie myself and force myself to b happy like unusual i spend my day, coz today is d day i get..........realize?? that love is no always giving each other,that love is no always makes the lovers flowering, that love is no always meaning make 1 commitment between the lovers, that love is no always makes the sparkling eyes of lovers, but love sometimes can makes 1 of lovers get hurt and pain. To love somebody just make us blind of heart. When we cant accept the real life bout failed love, we'll be another person we dont like at all, attitude as foolish man, and do something shouldnt to do. Am i in love? Have i ever in love? So why i wrote the sentences above if i've never..??? Gosh..! as if i just felt this feeling... right, i'm broken at this moment.
If i...and always if...


Satu rasa dari kepedihan adalah siksa dan kegemingan yang diam. Sedang bisu yang berteriak, mematahkan hati yang sempat ber-asa. Ingin berlari pada keentahan ta berujung mencari tepian cerah. Arah pun bersembunyi. Tersesat dalam kalut, mencari harapan yang telah hilang, dan selamanya tak akan temu. Tangan tinggal merengkuh kosong, dari genggam seungguk pasir berharga yang berjatuhan. Aku. Tidak menengadah pada langit, malah tenggelam dalam perut bumi.

Friday, November 25, 2005

Nasihat Supir Angkot

Rabu 23 Nov', siang bolong di tengah2 sengatan matahari aku dan saudaraku pergi bersama menuju kampus masing2. Kami naik satu kendaraan umum, duduk di depan sebelah supir angkot. Angkot yg kunaiki terlihat sepi, dan pak supir masih enggan tuk beranjak dari tempat pemberhentian anglot. Tidak sebentar kami menunggu angkot berjalan, sementara kami sudah khawatir akan datang terlambat pada kuliah hari itu. Setelah kami cukup bersabar menemani pak supir menunggu kendaraannya penuh ditumpangi penumpang, akhirnya aku memutuskan untuk bertanya," Pak, masih lama ga?", Pak supir "Oh, sebentar ya!....memangnya kalian mau kemana?", aku "kami mau kuliah pak!", pak supir "oh..yah, saya juga harus bayar bensin... Sekarang klo saya jalan sampai Ciroyom, bayar bensin setidaknya 20rebu, sedang duit belum didapat sepeserpun, paling dari kalian 6rebu..saya harus nombokin neng! Lihat saja tumpangan masih kosong, susah, makanya knp saya masih disini. Neng tau sendiri, BBM naik terus, bagi para supir-angkot itu merupakan pukulan yg sangat berat. Kami kaget neng melihat kenaikan BBM yg drastis! Coba waktu jaman Soeharto, hidup kami masih terbilang enak, dulu harga beras masih 700 rp, sekarang?! 3000 neng! Hidup makin tidak terjamin, yg kaya makin kaya, yg miskin makin miskin, mereka sudah terlalu sibuk oleh kesibukan mereka yang ga jelas, lihat saja para pejabat, sudah tidak bermoral, tidak lagi ingin melihat keadaan hidup rakyat. Jaman Soeharto sih ga ada yg seperti ini, paling harga itu naik sedikit2, masih bisa diterima, tdk seperti sekarang harga yg sekaligus melonjak tinggi. Ini semua gara2 mahasiswa yang 'menurunkan' Soeharto! Coba klo mahasiswa tidak melakukan itu, pasti ga akan ky sekarang! Harusnya mahasiswa kan melakukan kewajibannya, ya belajar. Mereka sih sudah untung bisa kuliah, artinya kan punya duit, ya mestinya gunakan kesempatan itu sebaik2nya, ilmunya untuk menyejahterakan negara. Tidak seperti kami ini yg tidak bisa sekolah, tapi bukan berarti supir angkot itu bodoh, kami jg pernah sekolah. Yg saya tau, SMU belajar matematika, fisika, biologi, kimia, sejarah, dan hukum kan?? Tapi apa yang mereka peroleh seolah tidak direalisasikan dengan tepat. Mereka dapat ilmu banyak tapi disalahgunakan, malah dipakai untuk membuat BOM, apaan itu, ga lucu!! itu kan namanya mencelakakan org, alih2 beralasan untuk berjihad. Masa memBOM di negara sendiri...Meskipun melakukan hal itu, negara musuh tetap tidak akan bergeming. Sekarang,tidak sedikit juga sarjana yang menganggur..itu karena apa, y karena di negara kita tidak membuka banyak lapangan pekerjaan. Sekolah pun jadi terasa mubazir kan?.. Makanya, sebagai generasi penerus, mestinya tahu persis tujuan menimba ilmu itu untuk apa, berusaha memperbaiki kerusakan yang terjadi dalam negara... Maaf y neng tadi saya ngetem lama, soalnya mikir harus nombokin banyak klo gada tumpangan" , aku "Iya pak gapapa! ni uangnya, buat bapak saja!".....

Nah...apa yang kita dapat dari peristiwa tadi? Tergambar jelas bagaimana kehidupan rakyat di negara kita, begitu komplikasi. Semua ini memiliki latar belakang yang setiap org pun mengetahuinya. Namun ironisnya, mereka tetap membela penyebab pertama kerusakan negara ini, karena begitu sulit menerima dampaknya, dan menyalahpersepsikan apa yang telah dilakukan org2 yang mencoba bertindak tegas pada pihak pemerintah..Jadi..sebenarnya siapa yang salah? Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bahwa kita perlu segera sadarkan diri atas apa penyebab kehancuran negara kita, jangan hanya seenaknya saling menyalahkan. Gunakanlah secara positif pola pikir yang semakin kritis kita...jangan dipakai untuk kebutuhan sendiri saja, tapi juga demi kebutuhan org banyak.

Aku benar2 mengambil pelajaran darinya, cerita pak supir itu telah membuatku berpikir panjang, dan terenung. Bak pencerahan, hikmah dari cerita pak supir tadi membuatku terbangun dari lelap, bangkitkan semangat baru jalani hidup dengan tujuan yang setidaknya sudah terlukis dlm benak, yaitu beramal untuk masyarakat....

Monday, November 21, 2005

Feeling alone 2day

Hhhhhfff................................. Mungkin memang tidak seharusnya mengharapkan datangnya kasih sayang dari seseorang, karena akan menyakitkan apabila harapan itu tidak menjadi kenyataan. Padahal kasih sayang itu tidak perlu ditunggu, dan kadang muncul di kala kita tidak menyadarinya, seolah tidak mensyukuri akan anugerah yang org lain ungkapkan kepada kita. Akhir2 ini aku sering sekali merasa kesepian, bukan seperti aku yang dulu, tidak peduli dan pasti mampu menikmati kesendiriannya. Anehnya saat itu ada yang memperlihatkan rasa sayangnya tapi entah mengapa aku malah kurang respek dengan sikapnya yang begitu perhatian. Tapi kini keaadan seolah berbalik, mungkin karena terbiasa dengan apa yang diterima, kini merasa kehilangan jika tidak menyentuh rasa kasih sayang itu. Apakah dia yang selalu memberi kasihnya mulai menyadari tidak dihargai atas segala yang dia beri selama ini,,,,Yang ku rasakan sikapnya mulai berbeda, mungkin juga mencoba beradaptasi dengan sikap ku yang acuh tak acuh terhadap perlakuannya,,,Bahkan keadaan sudah berbalik 180 derajat,aku yang kini tidak enggan meminta kasihsayangnya hanya dibalas dengan sikap yang cukup dingin, sama halnya seperti aku dulu menyikapinya. Apa dia sudah bosan dan lelah mencurahkan kasih sayangnya? Aku betul2 mengambil pelajaran dari hal ini. Begitu pentingnya kita menghargai seseorang, apalagi yg telah begitu menyayangi kita sepenuh hati. Sekarang, aku harus siap menanggung konsekuensinya, dan tidak bisa menyalahi siapapun kecuali kepada diri sendiri. Menuntut hal yang serupa cerita di atas bukanlah sesuatu yang mudah dikabulkan, karen hal itu adalah hak bersama. Siapapun boleh meminta dan menolak permintaan itu sendiri. Sebentar lagi, aku tidak akan bisa bertemu atau bersua dengannya setiap hari, karena aku akan berpisah dengannya. Hah, tidak ada gunanya menunggu dia lagi, mulai besok aku harus kembali seperti dulu, kembali memikirkan diri sendiri tanpa menghiraukan siapapun yang datang di tengah jalan kehidupanku. Aku mampu menikmati kesendirianku seperti dulu.
Goodbye....

(4 u syst)

Sunday, November 13, 2005

Apa Kabar

Apa Kabar

Tersenyum manis dia
mendapatkan dirinya tersapa
dari pesan seseorang yang lama
sekadar tanyakan hati dan tempat berada
seakan terserat makna
membikin ingat lampau masa canda:
ketika bukan bibir yang berbicara
tapi jiwa yang bersuara
ketika diam yang berbahasa
hingga merasuk daya hayat
ketika tangan yang bergerak
mengetuk barisan irama.
Selalu' kagumnya tak menghapus kenangan
meski hanya terucap dalam dada
cukup dirinya yang merasa
Sampai tersimpan certa pendek yang mengusang
Apa kabar teman?


(23 OKtober, 5:50 AM)

Saturday, November 12, 2005

Sweet memories..happy day:)

12 November 2005

Hm...hehehe...hehehe...hehehe...i got sunshine in my life....:) Sweet memories on November 7th-9th, they have flowered my dayz,n filled new colour on my rainbow, thank you all.....@>- Gonna miss this pleasure moment!

Wednesday, October 12, 2005

a POEM-------Soe Hok Gie

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Lembah Pandalawangi
Kau dan Aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
kedengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta...
cahaya bulan menusukku
dengan ribuan pertanyaan
yang takkan pernah kutahu
di mana jawaban itu
bagai letusan berapi
bangunkan ku dari mimpi
sudah waktunya berdiri
mencari jawaban kegelisahan hati
(cahaya bulan)

Resapi Warna Hidup

Sudah sekian lamanya aku tidak mengisi blog ini, entah karena suatu aktivitas baru makin hari makin tidak hirau akan rutinitasku: menulis apa saja ttg perjalanan hidup.... Telah kubiarkan cerita2ku semakin mengusang..sedang di lain alam aku terlena dengan apa yang baru kujalani. Tapi aku rindu, dan aku kembali kemari.

Sekian bulan aku memasuki dunia baru, hal itu membuat warna hidupku semakin bertambah, memperjelas sketsa hidupku. Alhamdulillah di sana aku sungguh menikmati banyak hal, apapun itu, layaknya yang memang belum pernah kualami. Meniti perjalanan waktu, aku merasakan sesuatu yang berbeda pada diriku, mungkin itu adalah apa yang disebut dengan 'matang', pemahaman atas kehidupan yang telah ditempuh.
Bukanlah tetap menjadi diriku yang dahulu, kedewasaan pun merubah sedikit demi sedikit karakterku. Kini bukan merupakan suatu beban dalam berkorespondensi atau bersosialisasi, atau berjuang meyakinkan diri pada satu momen. Aku bisa merasakan bagaimana cara mengotrol setiap perasaan yang tumbuh, bisa merasakan bagaimana pentingnya memberanikan diri di saat2 tertentu. Dan Aku bisa merasakan BEBAS, setelah mengerti arti dari kebebasan itu dari pengalaman milik diri dan seorang seniman mashyur, aku telah sedikit merenungi gambar hidupnya yang penuh dengan kebebasan.
Aku berterima kasih dan akan selalu pada-Nya, telah memberiku lingkungan yang membuat diriku terobsesi untuk terus berkembang, dengan semangat jiwa orang2 yang ada disekelilingku, membuat diriku ingin terus berjuang menggapai harapan.

Tuesday, October 11, 2005

Gado-Gado

Diingatkan Malam

Berbicara diriku, jelang malam telah tiba
7 menit hari kemarin berlalu memunggungi
untuk beristirahat dan tak kembali
Hanya jejak dan bekas yang menapak
tersimpan dalam kumpulan lembar cerita usang:
Berjuta sarat layu menuang masa lalu
berjuta semangat juang melukis masa depan
adalah makna terpatri yang hati mengenal
Dimana jalan kemana arah
tetap kutelusuri perlahan
sampai mataku dan segera melihat

Kini 33 menit meninggalkan waktu
dan masih kugurat bait perkata
merupakan curahan dari yang sudah terjadi:
Kutempeli sebutir warna lagi pada seperdelapan pelangi
tanda hidup yang memberi tahu
Memperjelas sketsa tempuhan perjalanan

46 menit segera pergi
aku termangu menikmati detik:
Merenungi langit yang ungu gelap
Apakah kabar bulan?
Sungguh setiakah padahal terlantar
Namun tetap menyapa
setelah tidak tahu bagaimana wajahnya sendiri
Bulan bertanya:
bagaimana kabar bulan?
Aku sudah jauh berlari dan bulan tetap duduk
tetap menyaksikanku yang menjauh
tanpa meminta kuberpaling kembali
Benar mengerti adanya

Thursday, September 01, 2005

Besok Libur!

Hmm...besok libur..! heuheu..jujur saja aku gembira, setidaknya besok adalah hari di mana aku berkesempatan untuk mengistirahatkan pikiranku.. Meskipun sudah kuniatkan besok aku harus membereskan semua tugas kuliah, tidak masalah jika kuselesaikan dengan tenang, tanpa diburu waktu, tanpa ada tuntutan dari kegiatan IMATUR (Interaksi Mahasiswa Arsitektur)...Semangat REIHAN!!!

Friday, August 26, 2005

Tuesday, August 23, 2005

MIss d Nite..d City's lighten

Langit biru semakin menua, meminta malam mengibas senja yang telah
jenuh, lalu menempati cakrawala bumi. Sentuhan angin hangat namun
menusuk kulit wajah, mengajak hati ingin terus menikmati kedipan cahaya
kota pada setiap pandangan, pada kanan kiri aku yang berada di tengah
jalan halus, yang sembari berkecapatan lebih dari 90 km/jam. Oh cahaya,
begitu pesonamu menggugah lelahku, memalingkan pikiranku dari penatan
dunia. Telah lama aku tak hirau pada lingkungan tudung malam. Padahal
rindu ini tidak ingin kubendung. Bukan kuharap melupa, tapi mereka yang
menarikku keluar lingkarmu...


***

Malam ni, aku mencoba membiasakan diri dengan aktivitas baruku, terutama istirahat beberapa jam, dan wajib lembur untuk mengerjakan tugas2 kuliah. Mungkin ini belum seberapa karena kata para manusia2 arsitektur yang sudah berpengalaman, aku baru menginjak tangga pertama menuju dunia arsitektur.Wuahhh....begitu ya????? Tapi...ya...bagaimana ya...sesulit apapun tantangan yang kudapat, aku harus tetap semangat dan optimis!!! Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan selama masih dalam batas kemampuanku..aku pasti baisa!!! Yeee!!! Sejujurnya aku sedang pusing memikirkan tugas SPA 1 yang seharusnya sudah selesai hari Senin kemarin, tugas yang diberikan pada hari itu
juga. Tugasnya yaitu menggambar ulang Gazebo dengan teknik isometri terurai...beserta keterangan2nya plus detil ukurannya. Tapi sayangnya aku benar2 tidak mengerjakan tugas itu, karena konsentrasiku yang betul2 terganggu oleh kantuk, yang amat sangat mengganggu, mau tau kenapa aku bisa seolah2 mengabaikan tugas penting itu? Karena malam sebelumnya aku perlu mengerjakan tugas dari senior. Ya...salahku juga sih...tidak me'manage waktu dengan baik, tugas senior itu dikerjakan tengah malam. Hehe padahal siangnya aku ada waktu kosong cukup banyak tapi aku malah pergi bermain ke ITB, melihat Open House 2005:p Tapi lagi!!!! ada hikmahnya juga lho...aku mendapat teman baru dari sana..dia salah satu pemain orkestra itb, pemain biola, namanya Krisna, Teknik Lingkungan 2003, asiiikkk kan?! hehehe, jadi pemain orkestra itu
adalah cita2ku juga, yang mungkin tidak kan pernah tercapai. Ta apalah, toh pasti Tuhan sudah punya rencana lain, memberiku yang terbaik selalu...;)

Duhh...aku rindu gitar di rumah....rasanya sudah seabad aku tidak
mnyentuhnya lagi.

Saturday, August 20, 2005

Kuliah pertama..


Hah...sore ini aku tidak disibukkan oleh kegiatan kampus, satu mata kuliah dan itu pun hanya setengah jam (yang sebenarnya 3 jam, dosennya terlambat). Kemarin aku baru mengalami hari2 yg begitu melelahkan, mengorbankan berhari2 waktu tidurku demi tugas2 yang diberikan oleh para senior angkatanku. Biasa...hari2 pertama aku harus menghadapi OSPEK dulu, yg intinya dituntut agar lebih mengenal lingkungan, termasuk orang2 di dalamnya. Bisa dibilang menyenangkan dan berkesan juga hehe, di sana aku mendapat banyak teman khususnya yang masih satu jurusan denganku . Yaa.. berdasarkan prinsipku, memasuki dunia perkuliahan ini aku tidak boleh hanya tinggal diam (seperti dulu, tidak peduli pada lingkungan atau menunggu orang lain yang mengajak bersosialisasi) melainkan aku yang harus fleksibel diri, menilai korespondensi itu penting, membuat orang lain ingin mengenal lebih jauh denganku. Yg salah satu prasyarat atas korespondensi itu sendiri adalah adaptability dan self confidence. Mencoba selami kehidupan mereka...membaca karakter mereka...itu penting untuk pendekatan diri selanjutnya, maksudnya dengan begini aku bisa memilih lagi orang2 yang akan aku jadikan close-partner. Alhamdulillah yang kurasakan mereka tidak ragu untuk berkenalan denganku, langkah pertama berhasil, aku berhasil mengubah sikapku yang dulu;)) HORE ha ha ha ha.

Owya....kuliah pertama aku dihadapi oleh mata kuliah yang bernama STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 1, sepenuhnya matkul ini mengindahkan kegiatan menggambar, konsep dijelaskan seperlunya. Seperti kemarin (Kamis), pada saat matkul ini berlangsung aku langsung ditawarkan tugas (yang tdk mungkin bisa ditolak); mendeskripsikan sebuah narasi karya Putu Wijaya "KEMERDEKAAN" melalui sebuah gambar. Benar2 suatu fantastis karena aku menganggap ini tantangan menarik, di sana aku dipaksa mengerahkan kreatifitasku dalam berimajinasi. Setidaknya gambarku bisa selesai, meskipun hasil akhirnya tidak persis seperti yang tergambar dalam pikiranku. Matkul ini berjalan selama 8 jam penuh, pukul 07.00 s/d 14.50, wuahhh lama sekali y??? Sejujurnya itu waktu yang singkat, jika kau yang mengalaminya, bahkan kau akan mengeluh karena 8 jam untuk menyelesaikan satu gambar itu tidak cukup, kurang!!! Ya...bisa saja aku mengerjakannya hingga tuntas asalkan paham maksud dari gambar yang diminta, yang sebenarnya bukan permintaan mudah, karena tanpa diberi konsep terlebih dahulu, dan harus menggunakan kaidah2 tertentu dalam teknik menggambar. Memang menggambar tidak pernah terasa mudah...exclusive...

Friday, August 12, 2005

Welcome To Bandung


Welcome to Bandung REIHAN!!! Yup, mulai hari ini my location is Bandung. Kemarin aku tidak sempat mengucapkan kata perpisahan pada komputer di rumahku, karena aku tidak akan lagi mengutak atik atau membiarkan dirinya setia menemaniku hingga larut malam bahkan hingga subuh berkumandang. Terakhir kalinya aku keasyikan bermain internet lewat dirinya adalah malam Kamis kemarin, yg tanpa diundang setelahnya aku mendadak kedatangan demam! Sekedar masuk angin, mengabaikan lelah tubuhku terjaga dalam dingin yg amat menusuk sampai tulang belulang pada subuh itu. Yah..mulai saat ini aku tidak bisa menggunakan waktu bermain internetku sebebas di Garut:( Tapi biarlah, ada hikmahnya pula, aku tidak akan lagi membebani kedua orgtuaku membayar kelebihan rekening teleponnya atas jaringan internet yg sering kumanfaatkan hehehe. Terimakasih ibu.. terimakasih abah.. :D I ALWAYS LOVE YOU and GONNA MISS YOU!!!! Wuah, more than words! Hiks..

Sebenarnya kemarin aku agak menyesal tidak berkesempatan berpamit pada temanku, aku sudah mencoba kunjungi ke kostnya tapi nampaknya dia sedang pulang kampung. Bahkan ponselnya dia terus nonaktifkan, payah.. alhasil aku salah sambung, karena mencoba telepon ke nomor lamanya. Mungkin nomor itu sudah menjadi milik orang lain ya??? (maluu deh jadinya...X/).

Dan besok! Esok adalah awal dari hari2 baruku, lembar kehidupan baru yang akan membawaku bertualang dalam rentetan dimensi nyata asing bagi masa-depan-kisah-lain-ku. Esok akan kulihat lingkungan baru, teman2 baru, kelas baru, pelajaran baru, guru (oh, maksudku dosen) baru, juga pengalaman baru. Semoga lembaran demi lembaran kisah baruku dapat kubuka disertai tabur senyum:) :) :) Smile smile smile, tiga senyuman mengawali petualangan baru yang menarik! Senyum percaya diri, senyum ketulusan, dan senyum kebahagiaan... Hahaha.... Aku belum yakin apakah tiga kata itu pantas kujadikan prinsip baruku, tapi setidaknya bisa membuatku mendapatkan semangat baru juga. Aja Aja Fighting!!! Xiao You!!! Semangat!!! Go go Reihan go!

Pasalnya aku jadi mahasiswi baru nich. Mahasiswi angkatan 2005 Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, jurusan arsitektur... Besok akan memulai kegiatan kuliah... meninggalkan aktivitas sekolah... mempelajari berbagai hal yg lebih menspesifik... bidang arsitek... Wuah... Doakan ya!

Friday, August 05, 2005

Forest Creek



Forest Creek.....cheering me up:) , just enjoy its sense of beauty!

It's time to come away with my soulmate...



Akhirnya, aku akan segera kehilangan sahabatku...mungkin memang sudah saatnya, karena itu pun demi kebaikannya dan diriku. Aku telah menyakitinya jauh lebih dalam. Aku tak bisa lagi membiarkan dirinya terus berada dlm lingkaran kehidupanku, itu sudah cukup membuatku terkurung dalam perasaan gundah dan bersalah. Aku tak bisa terus menjalin persahabatan dalam kemunafikan. Smua ini bukan karena siapa2, tapi hanya karena diriku juga dirinya sendiri , yg tidak akan pernah mengerti. Yg kulakukan terhadapnya sekarang adalah menjauh dan menghilang dari pandangannya... Dan itu akan lebih baik, insya Allah...
Please dont' hate me!

Sunday, July 31, 2005


Sakura..!!!! They're beautiful,arent they? :)

Allah Maha Pencipta...

Aku yg ingin ingin menangis, mungkin karena
terhanyut film yg baru saja aku tonton, Lovers in Paris. Tapi memang benar, perasaanku seakan sedang galau, entah oleh apa. Aku yang ingin menangis...biar terlarut dlm sendiri. -Describe this picture by urself-

Thursday, July 21, 2005

Cari Kost-an yuuukk!!


Ibu, A Aslam, dan ibrahim menemaniku mencari tempat kost di daerah Ciumbuleuit. Tujuannya sih agar tidak jauh dari kampusku UNPAR, aku tidak ingin kudu repot naik angkot, apalagi daerah di sana rawan macet. Sebenarnya ada kost-an yang sudah kupesan jauh beberapa hari sebelumnya, dicarikan oleh agen khusus menangani tempat kost. Sayangnya, kost-an itu sudah terisi penuh, aku terlambat datang melihat2. Alhasil kami kepayahan cari tempat kost, tentunya harus seperti yang kuinginkan:p Dari beberapa kost yang kami kunjungi, ternyata harga standar di sana Rp500ribuan, padahal budget yang ada sekitar 350-400ribu. Ya mau dibagaimanakan lagi, wong katanya di sana daerah elit, katanya... Mau yang bagus sekalian harga rata2nya 1 jutaan... Sebenarnya rumah yang terakhir kukunjungi itu yang paling kusuka, benar2 masuk syarat namun harganya juga 'wahh', 800ribu... Huh,jaman sekarang sulit dapat yang murah! Apa sekalian beli apartemen aja ya????hehe..

Wednesday, July 20, 2005


Alhamdulillah hari ini tidak kulalui dengan hati gembira. Aku masih belum dapat bersyukur atas segala nikmat yang diberi-Nya hingga detik ini, masih saja mengeluh bahwa hari ini adalah hari yang menyebalkan, padahal tidak lebih menyedihkan dari kehidupan 'mereka' yang masih sangat prihatin. Aku kurang mudah mengontrol perasaan amarahku, karna suatu alasan, mungkin tidak aneh jika hal ini terjadi juga pada orang lain. Aku juga manusia. Tolonglah, aku tidak ingin sifat egoisku bertahan dalam diriku. Alhamdulillah lagi, dengan menyebut astagfirullah, aku sadar akan segala kelemahanku, segera mohon ampunan pada-Nya. (Lihat puisi di bawah "Zenith of Rude Zoic)

Sembari menulis blog ini, aku membuka alamat frendster-ku, di sana kudapat testimonial baru...dari"nya"....Entah apa aku memang org yg mudah tersentuh atau cengeng, mataku berlinang saat membaca isi testi itu. Membuatku bertambah merasa hari ini adalah hari yg tepat utk dinobatkan sebagai hari renungan (???) Hhh..(wah, mulai mengeluh nih). "Dia" menuliskan sebuah ucapan perpisahan...untukku. Ironis, kata2nya seakan memintaku berharap lain dari kenyataan... Tapi tak kan mengurangi rasa terima kasihku padanya, juga rasa sayangku, semoga. Thankful for him.. and now i'll allow him to leave me, cause i've closed my eyes...

(uhh...sial, kenapa jaringan internet ini tidak pernah mengerti keadaan hatiku y?? selalu saja tiba2 unconnected, selalu saja tiba2 buatku naik pitam grrrhhh..)

Zenith of Rude Zoic


Ketika setan jahanam datang
Darahku kembali menggelagak
Aku tak sadarkan diri
Sebuah kekuatan jahat menguasaiku
Membuat seluruh nadiku panas
Membakar jantungku hingga nyaris tak berdetak
Sekitarku gelap tak terlihat
Hanya sepasang mata bengis yang menyala
Menghipnotis pikiranku
Tubuhku terikat nafsu membunuh
Hawa kebencian menyelubungiku
Memaksaku berbuat biadab
Kuraangg ajarrrr!!!!!!! Iblis!!!
Mataku kalang kabut dalam perih
Dibutakan oleh tusukan tombak api
Kakiku berat melangkah
Tertusuk paku paku durka
Jariku sulit merabaT
erendam air raksa
Akkkhhh....!!!!sakiiiiitttt.....sakiiiiiitttt
Tercium bau amis darah busuk
Kepedihan itu baru terasa
Aku menangis meraung raung kesakitan
Derita yang begitu sengsara
Jeritan yang amat sangat nelangsa
Menggema ke segala penjuru wahana
Sekejap mataku terbelalak
Dengan nafas yang terengah engah
Peluh keringat membanjiri sekujur tubuh
Kuterbangun dari mimpi neraka
...
Air mataku kunjung bercucuran
Bukanlah suatu naif atau munafik
Amarahku mereda
Setelah kusebut sebut nama-Nya...

Di Celah Nafas

Jika diri ingin dikata
Bulan menghujat sembarang
Sungguh tak kenal malu rasa
Sudah malam masih membayang
Lukis namamu yang hendak dilupa

Hening enggan ikut berbicara
Di saat hati yang lagi melayang
Menatap kebisingan dalam diam
Mendengar diam dalam kebisingan
Ada ngiang suaramu yang entah dimana

Diri berbisik lirih
Harap namamu terukir abadi
Diri memaksa diri
Ingin suaramu selalu hampiri
Tapi segala terhanya mimpi
Karna diri mohon pada batu sunyi

Hening memanggil
Tenggelamkan diri pada sepi


***

Sunday, July 17, 2005

Not Ready For Goodbye- All 4 one


Sittin here staring at the wall
Another lonely tear falls
I'm tryin to write you this song
But i can hardly see the page at all
Cause it's breaking my heart
When i look in your eyes
And i don't see me anymore
When you're all i'm living for

Baby tell me that you still believe
That you still love me
The way i love you
If you take your love away from me
You know i will die
Cause i'm not ready for goodbye

Baby please pick up the phone
Tell me i'm crazy
I got it all wrong
I don't know what i'm gonna do
I don't know how to live without you
You are the first song
My heart ever heard
And baby i
I believe every word
You are my heart
My soul
My world

Every breath that i take
Every beat of my heart
You know it's all for you
I wanna hold you
I wanna love you
Forever and always

End of Story


Finally, the moment has come for us to close the door of our story. As we know that sooner or later this will be happen someday. Just let the story be a beautiful remembrance which'll never forget. Because it has brought us to a million meanings of journey. It's reability that we've been walked on true way, to forget each other and separated...despite of bore a deepest sorrow in mind.
My apologize... for every drop of his tears and pain..
My thankful... for every happiness of his breath away had been beside me..
Sorry to let him go right now. And Thank him not to wiped out my name from his heart. I beg.
Please allow me to say goodbye and pretending no to be hurt.



Wind..wind..look!
The last twilight more and more decrease
Just chase that crimson
And never come back to me
Cause i've already closed my eyes....
4:shiteru

Friday, July 15, 2005

Olimpiade Fisika


Wow.....akhirnya ada yang bisa kubanggakan dari negaraku yang tengah berada dalam krisis multidimensi ini:)) Dengan segenap hati kuucap selamat pada sahabat bangsaku, yang berhasil meraih kejuaaran gemilang pada Olimpiade Fisika Internasional (3-12 Juli 2005, Salamanca, Spanyol). Untuk Ali Sucipto, Andhika Putra; peraih medali emas, dan Michael Adrian, Purnawirman juga Ario Prabowo; perunggu, kugaungkan kebanggaanku pada kalian selalu...hiks..terharu:') Teruslah bersemangat dan jangan pernah berhenti meraih prestasi. Sudah sepantasnya Bangsa Indonesia berterimakasih pada kalian. Karena kalianlah penggugah para generasi muda untuk turut mengharumkan nama bangsa ini...

Wednesday, July 13, 2005

Nyentrik; Kosa Kata Baru!

Nyentrik! Patriarkal...sebuah sistemkah? Adakah yang bisa menjelaskan secara gamblang ttg kata ini? Sedikit cerita-ceritalah... Kalau kata 'ironi', mungkin aku sudah bisa membuat kalimat dari kata ini; Aku sedang tertarik sekali pada buku yang isinya terbubuh banyak istilah, meskipun kerap kali tidak kupahami apa artinya: suatu ironis! Ya, 'tertarik'. Aku begitu tertarik untuk mencari sesuatu yang baru, termasuk kata2 baru, seperti kata2 yang sering dipakai oleh layaknya seorang wartawan. Sebegitu terobsesinya, terkesan memaksakan diri juga. Tapi biarlah...umur 18 tahun begini sudah seharusnya membaca bacaan berbobot. Biar tidak miskin kosa kata! Kan 'tengsin' kalau gagap bahasa, apalagi gaptek-ip (+ilmu pengetahuan). Sudah besar masa' belum mengerti istilah patriarkal..ironi..nafi..kapitalis..digdaya..klasifikasi..
referensi..dikotomi..stenograf..purnajual..anarki..sekular..
prototipe..dst. Zaman globalisasi begini jangan sampai 'tertipu' bahasa sinetron, bukan begitu? Meski bahasa 'baru' tapi bukan cerminan publik demokrat ah.. Cukup politis tidak?
(inspirated: single parasit)

Monday, July 11, 2005

Larung


…Ia menyadari betapa kesedihan adalah sesuatu yang tunggal dan tertutup. Ia tak bisa membaginya, dan kesedihan orang lain tak meringankannya… (Larung)

Hanya pengabulan harap yang dapat menghapusnya, namun segalanya berada dalam mimpi semata.
Hanya doa dan kesabaranlah yang dapat menolongnya terlepas dari beban kepedihan, dan ini akan terwujud dalam fana.
Is it right?

Doa pelipur lara nich!

Bisa jadi doa pelipur lara nich, kata2nya indah..

Tuhanku…
Bicaralah padaku bila aku kesepian
Bisikkanlah dukungan-Mu bila aku dirundung malang
Dengarkanlah suaraku bila aku jatuh
Sudilah menjadi bagiku penghiburan dalam perjalanan
Tempat bernaung di waktu panas
Tempat berteduh di waktu hujan
Tongkat penuntun dalam kelelahan
Dan penolong dalam bahaya
Semoga aku berhasil
Mencapai tujuanku
Sekarang, dan juga nanti
Pada akhir hidupku
(Fairish teenlit)

Moonlight Sonata

Malam ini…aku kembali menyelami sebuah lagu yang sudah lama kutinggal dan terlupakan, Moonlight Sonata- Beethoven. Hasrat untuk bisa menguasai nada ini sepenuhnya muncul lagi, melalui petikan2 lembut jemariku memainkan dawai gitar. Bukan entah mengapa, rasa rindu akan lagu ini berlabuh setelah aku membaca novel ‘Gadis Jeruk’ karya Jostein Gaarder; Aku mendapatkan sesuatu yang penting darinya : ---Moonlight Sonata terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama disebut Adagio sostenuto, kedua Allegretto, dan penutupnya Presto agigato. Ada kesan tersendiri dari si penulis mengenai legendaris klasik ini, Beethoven punya banyak surga dan neraka di dalam dirinya. Bukan Beethoven yang menyebutnya Moonlight Sonata. Dia menamainya Sonata in C Minor, Opus 27 nomor 2, dengan menambahkan bahwa itu adalah Sonata quasi una Fantasia, “sebuah sonata yang mirip dengan fantasi”. Komposer Hungaria, Franz Liszt, pernah mengatakan bahwa bagian kedua itu seperti “sekuntum bunga di antara dua tebing.---
Sungguh tak terduga buku ini membahas lagu kesukaanku, apalagi bisa menambah pengetahuanku tentang riwayat lagu itu. Fantastic! ;)

Sunday, July 10, 2005

Back To Home..


Bt BT bT BeTe BueTe B'T'!!!!!!! Haaaahhh.....beginilah sifat wanita, sering dilanda kekesalan yang diawali oleh tidak terkontrolnya perasaan. Yah, andalan intuisi sang hati si wanita, yaitu perasaan, memang suka sulit ingin berkompromi dahulu dengan logika. Oww...nampaknya wanita satu ini sedang sensitif , meskipun mengakui bahwa logikanya kalah telak dengan perasaan yang sedang dihadapinya. Apa ini salah? Jika kau tahu alasannya mungkin kaupun tidak akan protes. Ugh! astagfirullah...tarik napas dalam2 rey...pikirku dalam hati (Hhhhhfffff......). Malam ini tidak begitu menyenangkan setelah aku meneleponnya..sekedar mengabarkan bahwa aku sudah tiba di rumah, setelah melakukan perjalanan panjang dari Kota Hujan itu (tapi yang ada cuaca sangat panasss). Sebenarnya aku hanya memerlukan sedikit perhatiannya, atas sesuatu yang telah terjadi pada saat aku di Bogor kemarin. Tapi! responnya tidak seperti yang kuharap (hiks), dia hanya berkata 3 patah kata! begini "oh...kirain apa..." ...Oh kirain apa???!!!(bentak hatiku). Dia pikir kejadian kemarin bukan apa2??? Meremehkan sekali y...jadi sakit hati sendiri, padahal bukan masalah aku nya yang kenapa2, tapi 1000 org biadab telah menyerang tempat jalsah di mana sedang berlangsungnya kegiatan jemaat. Dan kejadian tragis itu menyebabkan 25 orang luka berat dan membuat puluhan ribu orang yang mengikuti jadi kepanikan (aku termasuk ke dalamnya), namun alhamdulillah keadaan dapat segera dikendalikan oleh pihak tim keamanan. Kembali ke topik malam ini, setidaknya ‘dia’ memperlihatkan rasa simpati, tapi malah berbeda 180 derajat. Dia hanya terus membicarakan kegiatan di kampusnya, tanpa menghiraukan ceritaku yang cukup menggemparkan itu. Apa saja sih yang ada dalam benak’nya’? Aku heran, pekerjaan dan pekerjaannnn saja yang selalu dia bicarakan, ga ada topik lain apa? Ada juga paling 'garing'. Dasar workaholic.... $:-/ Kesal aku.... sudah banyak hal yang buatku meragukan perasaannya itu....


Oya, ini ada puisi yang kubuat pada tanggal 6 kemarin, pukul 1 pagi. Kuberikan pada sahabatku yang akan menghadapi SPMB (tgl 7 ), sebagai penyemangat…


Saat gelap lari ke Barat
lampu sisa malam semakin padam
oleh langit yang bangkit.
Bau hangat matahari
tercium di Timur Laut.
Entah sudah berapa lama
kakimu lampaui perjalanan
berhentilah sejenak
Karena telah tiba
hari kau kan kepakkan sayap
memungut langit harapanmu.
Saatnya membuka pintu cahaya mimpi
dengan jiwa kokoh dan keyakinan.
Siap kobarkan
perjuangan akhir menuju kemenangan…


Dan ini puisi kedua yang tak jadi kukirim, berhubung pulsaku sekarat…padahal aku sudah berniat mengiriminya saat malam sebelum hari kedua SPMB tiba.


Siang surut, malampun bersedia menyala demi kesetiaannya pada sang kasih.
Lewat lambaian gemintang, ribuan cahaya telah dialamatkan padanya…
untuk perjuangan yang belum berakhir.


(Emang nyambung gitu ma SPMB?..hehe ga tau deh, yang penting kan niatnya)


[Dari bayang2 gelap akhir kisah yang akan terjadi]

Udaraku
Laksana udara penyejuk
Membawa tenang angin bersepoi
Membuat setiap helai daun tergerak
Mengayun pepohonan yang berdiri tegak
Mengibas kapas putih untuk sekilau cahaya di baliknya
Membimbing hela nafasku turut mengelana semesta

Jangan biarkan
kegelisahanku akan keberadaanmu nan jauh
Tak kan lagi ku mampu rasai hangatmu
Jangan biarkan
kepergianku akan jauhi tiupanmu
Tak kan lagi kuhirup desahmu

Kuucap…
untuk kau mengerti,
Sampailah…
pada ujung hembusan

Udaraku…
kuhapus jejakmu
Maka bertiuplah
ke arah senja
Hingga jingga
menutup mataku
...
(6 Juli 2005)

Thursday, July 07, 2005

Awal Perubahan Hidup

Inilah awal perubahan hidupku, yang menjadikan hidupku menjadi lebih berwarna. Banyak peristiwa yang mengajarkanku bagaimana cara memandang hidup yang penuh misteri ini. Fenomena ini telah menunjukkan jalan kemana aku harus melanjutkan langkah kaki, meski masih sedikit paruh yang telah kulewati...

Pada waktu itu aku masih menduduki tingkat SMA. seperti orang2 bilang, usia di masa tingkat SMA ini adalah masa pencarian jati diri yang sebenarnya. Kurasakan hal yang sama, meski belum kutemukan yang sedang kucari itu. Jika perlu gambaran, aku adalah seorang yang kurang suka menonjolkan diri, tertutup,pasif, kurang percaya diri, merasa tidak ada yang menarik di sela2 aktivitas sehari2ku (cukup membosankan). Aku masih meragukan sifatku ini, karena aku kurang menikmatinya. Tapi tidak separah itu, karena aku mampu meraih prestasi akademik, meski tidak stabil, tapi setidaknya ada yang bisa kubanggakan dari hasil aktivitas keseharianku.

Sejak kecil aku menyukai musik, dulu yang kugemari adalah musik klasik. Mungkin hal inilah yang membuatku tertarik bermain alat musik, meski tidak kugeluti, hanya untuk mengisi waktu luang. Aku pernah menyempatkan diri kursus piano di Elfa's (sebenarnya yang kuinginkan adalah belajar biola). Tapi tidak bertahan lama, karena bentrok waktu dengan ujian kelulusan, aku tidak bisa 'sambil menyelam minum air', yang kurasakan kursus piano telah banyak menghambat waktu belajarku. Di samping tidak memiliki fasilitas, aku jadi tidak leluasa berlatih setiap saat. Sangat disayangkan, berat untuk meninggalkan hobi bermain musikku... Tapi, itu bukanlah masalah bagiku, karena aku masih bisa belajar gitar di rumah (tanpa kursus). Aku mulai belajar gitar sejak SMA kelas 1.

Bermain gitar telah memberikanku 2 pengalaman menarik! Aku membentuk band dengan teman2ku, sebagai melodis. Pengalaman pertama adalah ketika perpisahan kakak kelasku, hahaha rasanya ingin kututupi saja wajahku dengan kantong plastik hitam setiap mengingat kejadian ini, karena pertunjukkanku bisa dibilang kurang lebih 'ancurrrr'! Pengalaman kedua, band kami dimintai 'manggung' di acara ultah adik kelasku. Berbeda dengan yang pertama, pertunjukkan kami tidak begitu memalukan seperti yang pertama, karena cukup memuaskan para penonton yang hadir dalam acara itu:) Menjelang kenaikan kelas 3, kami membubarkan band kami, memfokuskan diri untuk menghadapi kelulusan dan spmb.
--3rd Class--
Berpijak di kelas baru, seperti biasa kami ingin mengubah warna cat kelas baru kami. Kami akan menggambari dinding kelas kami dengan gambar animasi. Teman2 memintaku sebagai penggambar kelas, beserta temanku lainnya yang mempunyai hobi menggambar. Kami menggambar Samurai X dengan kekasihnya (lupa nama) pada dinding bagian belakang kelas, dan pohon sakura pada dinding bagian samping kelas. Selama beberapa hari aku disibukkan oleh kegiatan mengecat kelas. Kaki dan tangan kami pegal2 karena dituntut harus apik, tapi kami senang melakukannya. Meski tampak beres, tapi sampai saat ini kumerasa gambar itu terkesan 'nanggung', karena aku tidak menyelesaikannya secara tuntas. Entah kenapa, mungkin karena malas melanjutkannya :p
Bermain gitar telah memberikanku 2 pengalaman menarik! Aku membentuk band dengan teman2ku, sebagai melodis. Pengalaman pertama adalah ketika perpisahan kakak kelasku, hahaha rasanya ingin kututupi saja wajahku dengan kantong plastik hitam setiap mengingat kejadian ini, karena pertunjukkanku bisa dibilang kurang lebih 'ancurrrr'! Pengalaman kedua, band kami dimintai 'manggung' di acara ultah adik kelasku. Berbeda dengan yang pertama, pertunjukkan kami tidak begitu memalukan seperti yang pertama, karena cukup memuaskan para penonton yang hadir dalam acara itu:) Menjelang kenaikan kelas 3, kami membubarkan band kami, memfokuskan diri untuk menghadapi kelulusan dan spmb.

Hari setelah kegiatan mengecat kelas, seorang temanku berkata bahwa aku ditawari untuk mengikuti lomba menggambar oleh guru gambar-teknikku. Untuk meyakinkan diri, aku menghadap langsung pada guruku, ternyata aku ditawari untuk ikut lomba rancang bangun yang diadakan oleh HMS (Himpunan Mahasiswa Sipil) ITB. Aku terkejut sekaligus bahagia pada saat itu juga, karena ini adalah peluang besar untuk menyalurkan talentaku, menggambar. Kupikir juga ini adalah pintu awalku memasuki dunia arsitektur, cita2ku sejak SMA kelas1. Tanpa berpikir panjang ku anggukkan tawaran guruku, kemudian mencari 2 orang untuk dijadikan tim pada lomba nanti. Dari sinilah permulaan atas pengalaman yang begitu berkesan dan memberi banyak hikmah bagiku...
--LRB theme--
Demi pencapaian tujuan mengembangkan dunia konstruksi Indonesia, HMS ITB ini mengadakan Lomba Rancang Bangun yang ditujukan untuk mahasiswa dan pelajar tingkat menengah atas. Peserta harus membuat kerangka jembatan dari bahan yang telah ditentukan. Bayangkan, kami harus membuat kerangka jembatan ini dari tusuk gigi! Berat tidak boleh lebih dari 100gr, panjang di antara 50-60 cm. Lomba ini dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2004. Pendaftaran paling lambat tanggal 9 Oktober 2004. Menjelang puasa, kami mempersiapkan segala sesuatunya sesuai dengan prosedur peraturan lomba. Karena kedua temanku berhalangan, jadi aku mewakilkan timku untuk mendaftarkan diri ke sana.

---hari aku daftar--- Aku ditemani ibuku pergi ke Bandung. Sebelum pergi ke ITB, aku menyempatkan diri berfoto 3x4 sebagai syarat pengisian formulir pendaftaran. Cuaca pada saat itu tidak cerah, gerimis membasahi bumi. Sambil memasuki gerbang ITB, ibu mencari tempat untuk memakirkan kendaraan. Kebetulan letak gedung Fakultas Teknik Sipil tidak jauh dari gerbang ITB, kamu tinggal belok kiri dan disana sudah tersedia lapangan parkir untuk mobilmu. Katanya gedung ini adalah gedung bersejarah. Konon presiden RI pertama, Ir.Soekarno,pernah kuliah di gedung ini, bidang sipil. Turun dari mobil, kami segera berlari ke dalam gedung, menghindari gerimis yang sedari tadi turun tiada henti. Tidak mudah mencari tempat pendaftaran, gedung ini cukup besar. Dengan cepat kulihat sebuah ruangan sempit bercahaya (seperti kantor, penuh dengan lemari berisi buku dan arsip2). Kutemukan di dalamnya seseorang sedang berhadapan dengan layar komputer, mungkin salah satu dosen di kampus ini. Segera saja kutanyakan tentang lomba ini. Tapi beliau mengakui kurang mengetahui banyak mengenai LRB, dan menyarankanku untuk pergi ke Himpunan, berada tepat di ujung lorong ini. Beberapa langkah aku sudah berada di ujung lorong, di sana mataku mendapatkan beberapa mahasiswa sedang berbincang sambil bercanda di beranda ruangan yang kutuju, mungkin tempat ini adalah himpunan yang orang tadi maksudkan. Seorang pria bersosok tinggi berkacamata sedang berdiri di depan ruang itu. Dengan ragu kudekati dan kutanyakan tentang LRB. Sayangnya para panitia sedang tidak berada di tempat, tapi untungnya dia tidak menolak kuserahkan formulir dan biaya pendaftaran, sekalian dititipkan. Sambil mengurus formulir pendaftaran yang belum terisi, dia menanyakan asal sekolahku. Kujawab saja apa adanya, "dari Garut, 1 Tarogong"... (Tahukah kau? Ini adalah awal 'kisah baruku'...)

Puasa telah tiba, aku disibukkan oleh pekerjaan lomba. Berminggu2 aku terus begadang mengerjakan kerangka ini, tak terasa berat badanku pun turun hingga 4 kg, mungkin karena saat itu bulan ramadhan. Karena kesibukkan ini aku kurang memperhatikan kesehatan tubuhku, alhasil tiba2 saja aku harus beristirahat selama beberapa hari, radang tenggorokan dan kena anemia. Tapi itu tidak berlangsung lama. Kulanjutkan pekerjaan lomba hingga saat pelaksanaan tiba...

3 Desember 2004, kami diminta datang ke ITB pada malam hari oleh pendamping kami. Sebenarnya ini tidak termasuk program lomba, tetapi kami banyak mendapatkan pengarahan dari pendamping kami pada malam itu. Waktu, tempat, dan apa saja yang boleh dan tidak boleh kami lakukan pada saat lomba berlangsung. Di sela2 pengarahan kami berbincang mengenai apa saja, tidak terpaku pada masalah lomba. Ini menjadikan kami lebih dekat dengan pendamping kami, hitung-hitung menghilangkan ketegangan akan menghadapi lomba:) Malam itu kami menginap di rumah saudaraku, daerah Cipaganti.
4 Desember 2004, pagi sekali kami bergegas menyiapkan segalanya untuk dibawa ke tempat perlombaan nanti. Tubuhku letih sekali, karena malam itu kami masih menyelesaikan sisa pekerjaan kami, tidak ada kesempatan untuk beristirahat. Temanku rupanya terkena penyakit migren, jadi aku yang menyelesaikan gambar desain kerangka kami. Uwa menyuruh kami untuk sarapan pagi terlebih dahulu. Meski tubuhku terasa lemas, tapi entah mengapa aku benar2 kehilangan nafsu makan. Kegelisahanku akan menghadapi LRB ini didukung oleh virus flu yang betah menyerang tubuhku. Sebelum jam 7, kakak temanku sudah 'stand by' di depan rumah saudaraku, siap mengantar kami ke ITB. Sepanjang perjalanan kami merasakan ketegangan yang sama, seperti akan menghadapi sesuatu yang sangat buesarrr...Tapi ketegangankupun surut setiap ku berdoa, memohon perlindunganNya, dan berusaha untuk selalu optimis! Setelah tiba di lapangan parkir, kami bertemu pendamping kami dan langsung menuju tempat LRB, area Plasa Widya. Di sana terlihat para panitia yang masih mempersiapkan pembukaan acara LRB, ada beberapa peserta yang sudah datang, duduk di tempat yang tersedia. Kami disuruh mengisi daftar hadir, menandatangani pada kolom yang ada, kemudian mengambil name tag yang akan kita tulis dengan nama kita sendiri. Sebelum memulai pekerjaan, kami mengikuti acara hiburan sebagai pembukaan LRB. Kemudian barulah kami menyelesaikan kerangka jembatan kami...tak terasa waktu lohor dan makan siang telah tiba. Kami disarankan untuk break selama waktu yang telah diijinkan. Setelah break, 4 jam berlalu, kerangka jembatan kami terselesaikan tepat pada saat waktu pengerjaan harus diberhentikan...Haaah...aku menghela napas panjang, akhirnya jembatan kami selesai sesuai dengan konstruksi yang kami harapkan.(Hix...HOREEE, ku terharu). Para panitia melihat hasil usaha kami, tidak terduga mereka memuji hasil kerja kami hehe...Ucapan mereka telah memberi rasa optimis untuk bisa memenangkan perlombaan ini. Selesai acara, kami melihat2 kerangka jembatan milik peserta lain, bagus dan tidak kalah menarik!
5 Desember 2004, kami kembali ke area Plasa Widya, menghadapi uji presentasi dan uji kekuatan jembatan. Sebelumnya aku panik sekali, karena tidak mendapatkan informasi akan diuji presentasi atas kerangka jembatan yang dibuat. Aku bingung harus berbicara apa nanti pada saat presentasi berlangsung. Pendamping kami menenangkan kami agar tidak panik, katanya waktu presentasi tidak akan mencapai 5 menit. Hm..sedikit membuatku lebih tenang, meski belum tahu jawaban apa yang nanti harus dilontarkan atas pertanyaan juri. Setelah beberapa peserta dipanggil, tibalah giliran kami menuju panggung untuk presentasi. Oh...Kupikir....benar2 tidak lebih dari 5 menit, nyatanya lebih dari 10 menit!!! ugh, rasanya malu sekali waktu kami berhadapan dengan mereka. Kuakui jawaban kami tidak ada yang membantu menambah nilai:( Selama hidupku, aku tidak pernah berani berkata di depan umum, sisi burukku. Dan sekarang!! sedang dihadapkan dengan 2 orang ITB, S2!!!????!!(kepalaku pusing sekali pada waktu itu?). Bagaimana ini bisa terjadi aku tidak tahu jawabnya, tapi banyak memberi segi positifnya, terutama membuatku lebih berani untuk berbicara, percaya diri dan dituntut agar selalu bisa berpikir rasional. Ini kujadikan pelajaran berarti...

Setelah break salat lohor dan makan siang, jembatan kami akan diuji kekuatan, seberapa kuat jembatan itu bisa menahan beban yang tergantung. Hingga pada permukaan jembatan itu terjadi lendutan, maka pembebanan pun dihentikan. Sayangnya jembatan kami hanya kuat menahan beban hingga 250gr, sedangkan jembatan terkuat adalah dari SMU 87 Jakarta, mampu menahan hingga 1kg! Kusalutkan untuk 87 Jkt, karena benar2 memperhitungkan kekuatan jembatannya. Yah..akhirnya pengujian berakhir, kami dipersilakan untuk melaksanakan salat ashar dan break cukup lama sampai tiba pengumuman siapa yang berhasil meraih juara. Kumanfaatkan waktu break untuk melepaskan kelelahanku di masjid Salman, depan ITB. Tanpa kusadari aku telah tertidur selama beberapa jam, sampai ada yang menyadarkanku, ponselku berdering. Aku segera berlari menuju area Plasa Widya, setelah seseorang memberitahuku pengumuman baru akan dilaksanakan. Tiba di sana sedang diumumkan siapa yang menjadi juara. Dan SMU 87 lah yang memenangkan juara 1 dan 2, sedang juara 3 diraih oleh SMU Ursula Jakarta. Putuslah harapan kami untuk bisa meraih juara.....Tapi..hey..! sebentar, kami masih mempunyai secercah harapan, dan itu segera terkabul!:D Kami mendapat Juara Terfavorit!! ya! Nama itu adalah nama sekolah kami, nama yang baru saja mereka panggil. Alhamdulillah...Allah selalu mendengar do'a kami, tidak sia2 lah usaha kami selama ini, telah mengorbankan waktu dan tenaga yang cukup besar menurut kami.
Juara Terfavorit didapat dari hasil penilaian para panitia berdasarkan nilai estetika dan arsitekturnya. Salah seorang panitia berkata bahwa jembatan kamilah yang mendapatkan suara terbanyak...hiks...senangnya... Sesama peserta kami bersalaman, juga kepada para panitia yang telah berpartisipasi dalam acara LRB ini. Sulit kuungkapkan perasaanku saat itu, campur aduk; bahagia, sedih, terharu, bangga, gembira, dan sangat lelah.. Ini benar2 menjadi pengalaman yang paling hebat yang pernah aku alami... Di samping itu, aku mendapat banyak teman baru, dan banyak belajar dari mereka...Kini aku tidak perlu malu untuk bersosialisasi. Semua ini telah memberiku inspirasi untuk selalu berkreasi, tidak pernah menyerah meraih sesuatu yang kuinginkan, dan selalu optimis menghadapi segala sesuatu yang menghadang. Like what my friend said: never say no before u try! Tidak lupa aku berterimakasih kepada semua orang yang telah memberiku dukungan penuh dan doanya, orang tua, teman2, dan orang2 terdekatku...
Ending by Alhamdulillah....tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, hidup ini penuh kejutan, tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, terkecuali Dia Yang Maha Mengetahui. Seseorang mengirimku sms: "TIDAK MUNGKIN ADA KEBAHAGIAAN TANPA PERJUANGAN. SABAR DAN ISTIQAMAHLAH ARUNGI HIDUP FANA UNTUK SURGA YANG DIDAMBA" It's beautiful words, isn't it?