Friday, March 10, 2006

Soe Hok Gie said..


Ada orang yg menghabiskan waktunya berziarah ke mekah. Ada org yang mnghabiskan waktunya berjudi di Miraza. Tapi aku ingin habiskan waktuku disisimu sayangku.

Bicara tentang anjing2 kita yang nakal dan lucu. Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah pandalawangi. Ada serdadu2 amerika yang mati kena bom di danau. Ada bayi-bayi yang mati lapar di biafrah. Tapi aku ingin mati di sisimu manisku. Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya. Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tau. Mari sini sayangku.

…Kalian yang pernah mesra. Yang pernah baik dan simpati padaku. Tegaklah ke langit luas, atau awan yang bentang. Kita tak pernah menanamkan apaapa. Kita takkan pernah kehilangan apaapa.

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan. Yang kedua, dilahirkan, tapi mati muda. Dan yang tersial adalah berumur tua. Berbahagialah mereka yang mati muda. Makhluk kecil, kembalilah dari tiada ke tiada. Berbahagialah dalam ketiadaanmu.

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yg biasa. Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui. Apakah kau masih selembut dahulu, Memintaku minum susu dan tidur yang lelap, sambil membenarkan letak leher kemejaku? Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih. Lembah pandalawangi. Kau dan aku tegak berdiri. Melihat hutan-hutan yang menjadi suram. Meresapi belaian angin yang menjadi dingin. Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu? Ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra. Lebih dekat. Apakah kau masih akan berkata, Kudengar detak jangtungmu? Kita begitu berbeda dalam semua, Kecuali dalam cinta.

…Haripun menjadi malam. Kulihat semuanya menjadi muram. Wajah-wajah yang tak kita kenal berbicara dengan bahasa yang kita tidak mengerti. Seperti kabut pagi itu.

No comments: