Monday, May 29, 2006

Dia adalah yang hidup
Manusia yg terlahir karena kehendak-Nya
Ada atas ucapan seseorang
Ketika sosoknya menjadi nyata untuk pertama kali
Dia tak pernah tahu
Keras kehidupan yg akan melewatinya
Seperti taufan yg menghadang tanpa permisi

Kini dan detik ini
Dirinya sudah melihat
Bahkan meneguk manis pahit kehidupan
Ruang dan waktu mengisi hari
Namun jiwanya tak pernah merasa datang kasih
Dari orang yang selalu diharap hadir disisinya sejak lahir

Di balik wajah yang tegar dan tangguh
Terpendam kerapuhan jiwa begitu mendalam
Siapa saja bisa tahu luka itu
Dari pesan air matanya yang mengalir bisu
Biarkan hatinya berteriak pilu
Agar kehadiran-Nya tampak dekat setelah itu

29 Mei 2006

Friday, May 26, 2006

Horribleday

Jumat 26 Mei 2006

Liburan panjang ini aku banyak mengisi waktu luang dengan sepupuku. Malam itu tiba2 saja sepupuku meminta dirinya menginap di kostanku, tanpa alasan apapun aku tetap dengan senang hati membolehkan. Esok paginya kami ke Sabuga, aku lari, kakakku senam, dia agak tidak berminat jika kuajak lari, padahal hanya 5 keliling. Setelah itu kami tidak kembali ke tempatku, tapi kosan kakakku. Karena kami kira akan lebih mudah jika bersiap diri di sana sebelum berangkat Jumatan. Kami tidak pernah mengira sebelumnya akan terjadi sesuatu yang mengerikan beberapa jam setelah tiba di kosan kakakku. Sebenarnya kami sedang tidak merasa nyaman, berkaitan dengan alasan kakakku ingin menginap di tempatku. Ada makhluk yang terus mengejar kakakku, dan aku tahu pasti apa dan seperti apa makhluk itu. Pintu utama kosan sudah kukunci, menjaga rasa aman. Saat kami berbincang di kamar, dari depan pintu kamar yang terbuka muncul sosok seseorang yang tidak pernah diharapkan oleh siapapun kehadirannya. Aku terkejut dalam hati, dan kakakku terkejut setengah mati bak ditemukan seorang kanibal yang haus darah dan daging manusia. Pelarian kakakku dari makhluk itu akhirnya sia-sia! Situasi makin tidak aman dan nyaman. “@$#!*!?$#*%#?!!!”, mulailah makhluk itu mengeluarkan jurus lidah berbisa. Kakakku tidak berkutik, hatiku melihat jiwanya sedang berusaha menutup rapat-rapat hatinya agar tidak tertancap racun yang terlontar dari mulut berbusa si pembunuh itu. Aku pun berusaha bersabar diri mendengarnya. Beberapa menit kutinggal mereka mandi. Setelah kembali ke kamar tiba-tiba saja kutemukan kakakku yang sudah mencapai titik klimaks amarah sedang perang melawan makhluk dajjal itu. Spontan aku langsung berusaha melerai mereka. Namun apa mau di kata, kekuatanku tak mampu menandingi seseorang yang adrenalinnya sedang dalam puncaknya. Maka perang itu berlanjut semakin sengit. Racun itu berubah wujud menjadi pedang tajam yang siap membelah jantung. Sedang kakakku hanya mempunyai kuku kuku yang mampu mencakar kulit setidaknya. Aku takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Perkelahian sengit itu tercium oleh para tetangga, akhirnya beberapa orang luar datang berusaha menghentikan perang itu. “@$#x!!*#!!!!!” racun itu tak hentinya keluar dari mulut kotor bau makhluk itu. Seorang bapak mencela omongan makhluk itu, mungkin bapak itu sudah mengira bahwa makhluk itu memang jenis psikopat tingkat tinggi. Aku mencoba mengajak makhluk buas itu keluar dari kos sedang beberapa orang berusaha menenangkan kakakku yang ikut beringas. Akhirnya dengan segala upaya dari pihak orang ketiga dan kempat, suasana mencakam itu sedikit mereda. Makhluk itu terbujuk untuk kembali saja ke habitatnya. Kakakku seakan tidak berdaya lagi, seolah sudah terpuruk dalam sumur gelap yang kedalamannya 15 meter, kiranya racun itu telah menyebar dan mencampuri darah kakakku. Untung saja datang seorang sahabatnya dan ada aku disana sekedar menemani…Aku sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi selama ini pada kakakku, namun tidak mampu berbuat apa-apa yang dapat menolongnya lepas dari cengkeraman dan lari dari kejaran makhluk itu..

Monday, May 08, 2006

Minggu Stress!!! Ugh..serasa ditonjok

8 Mei 2006

Haahhh…hari pertama UAS telah kulewati, terlepaslah satu perasaan yang menjanggal ga karuan dlm hatiku, lebih plong deh! soalnya tadi mata kuliah KBS…!!! Ugh..mata kuliah yang paling memuakkan, beberapa hari lalu sempet dibuat stress sama tugas2nya yang super duper bikin mabuk dan pengen muntah (hoeek). Bener lo percaya deh! Baru pertama kali ngerasa muak, pusing, kesel, dan pengen muntah ngerjain tugas kuliah, sampe nangis darah:'( Pokonya tugas yang amat komplikasi, ga ada duanya...bikin mental dan fisik tertekan, disuruh bikin gambar bertema konstruksi atap 8 lembar, dan yang bikin muak itu ketentuan tugasnya itu ko, ga kira2 sampe 17 lembar segala, wuih perfeksionis abis nih dosen. Tadi pun ujiannya serupa dengan tugas terakhir KBS, hmm hmm ya sudah lah ya, yang penting sudah berlalu. Minggu2 UAS pun tetep dijejali tugas tugas yang katanya sebagai tiket mengikuti ujian huhuhu, hebat! Salut deh arsitektur UNPAR!:'((

Udah lama nih ga ngisi blog..kangen..ni juga curi2 waktu he

AYO Reihan yang semangat!!!! …


SEMINGGU KELAM..

Ada alkisah ketika sang rehan mendapatkan musibah, musibah akan tugas2 kuliah (hehe). Pada saat beberapa minngu yang lalu rehan tidak dapat mengikuti kuliah sebagaimana seperti biasanya selama satu minggu, karena ada kepentingan keluarga. Lalu rehan pun dengan cuexnya meninggalkan sesaat tugas studio yang merupakan induknya nilai mata kuliah, tidak terkecuali tugas2 kuliah yang lain. Setelah kembali kepada habitatnya di kampus, rehan dengan terpaksa harus mengikuti susulan studio. Alhamdulillah dosen koordinator memberi kesempatan untuk susulan sebanyak 2x pertemuan. Tetapi tak disangka rehan merasa disibukkan oleh tugas studio yang baru. Akhirnya kesempatan untuk mengikuti susulan sebanyak 2x pertemuan itu terbang entah kemana. Rehan memohon kepada dosen agar hari susulan diganti ke hari studio anak 2004, tepatnya hari Sabtu, dan akhirnya diijinkan ganti hari (tenang..)

Senin: Studio Perancangan Arsitektur, mengerjakan tugas baru yang hari Kamisnya kudu opzet (masih no problem karena punya jatah susulan tea hari Sabtu hehe). Pulangnya bersantai ria (kesalahan fatal)
Selasa: KBS teori dan Teknologi Bangunan, ternyata tanpa sepengetahuan rehan ada tugas Tekban yang harus dikumpulikan hari itu, mengumpulkan brosur bahan bangunan. Akhirnya pasrah terlambat mengumpulkan. Sore itu juga explored cari2 brosur…
Rabu: Estetika, asistensi maket…Etika mengumpulkan tugas yang dikerjakan sebelum kuliah dimulai. Pulangnya begadang ngerjain maket untuk opzet tugas studio sampe pagi dan langsung cabut kuliah jam 7 pagi
Kamis: Studio Perancangan Arsitektur, sambil ngantuk-ngantuk dan bermalas-malasan mengerjakan tugas studio yang akhirnya ketiduran disana. Hari itu opzet tapi rehan cukup bersantai karena mengandalkan hari susulan. Pulangnya kerja kelompok mengerjakan tugas KBS untuk diasistensi esok harinya. Nah, dari sini mulai2 stress…
Jumat: Responsi KBS, asistensi sampe jam 9.30 pagi. Pulang siap-siap melampiaskan rasa kantuk lelah. Tiba2 ada temen sms katanya susulan studio ga bisa hari Sabtu karena ada sidang angkatan ’04 dan diganti hari Jumat ini. Wakh..!!! Mulai panik (jreng jreng horor theme..). Impian tidur lelap pun musnah seketika. Rehan langsung lari secepat kilat ke studio karena waktu yang sudah terpotong selama 3jam (mustinya susulan dari jam 7 dan saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 10). Tiba di studio langsung minta tugas yang akan dikerjakan, namun rehan tertimpa tangga (kiasan)..ternyata tugasnya sudah diambil oleh asdos untuk diperiksa..Walahh panik II nih! Rehan langsung telepon asdosnya dan disuruh ambil tugas itu ke kantornya yang jauh dari kampus… … … perjalanan panjang untuk meraih kembali tugas itu menghabiskan waktu 1 setengah jam, akhirnya rehan kembali dengan wajah kusutnya bak benang kusut pukul 11.30..mulailah ia membereskan tugas itu (hiks..jam susulan hanya tersisa 3 setengah jam, yang seharusnya tersedia 8 jam). Dengan kebaikan hati pengawas studio, rehan dikasih waktu lagi 2 jam. Jam 17.00 tugasnya pun tuntas tas! Panik mulai mereda. Saat pulang kos muncul panik III, istilah lainnya stress, karena masih ada tugas KBS yang menanti (akh…!) mana cukup hanya dengan semalam KBS bisa selesai????? Ngerjain tugas ini tuh bisa butuh waktu 2 hari full..lengkap deh penderitaan, udah sakit badan, ngantuk, cape, yah segala macem rasa pahit ada di tubuh deh. Malam itu tanpa disadari rehan terkapar dan masuk ke alam mimpi sampe jam 7 pagi…
Sabtu: bangun tidur, rasa lelah masih menyelimuti, masih ada waktu 4 jam untuk mengerjakan KBS. Tidak langsung beraksi, tapi rehan malah dengan tenangnya duduk termangu di pojok kasur (sudah melewati batas klimaks panik kali ya). Yah akhirnya rehan pasrah dan memprediksikan KBS tidak akan bisa ia selesaikan hingga jam 11, dan 2 hari lagi ia baru bisa menyerahkan tugas KBS itu (Stress..)
Minggu: Mengerjakan tugas KBS sambil bermuak-muak ria dan mengerjakan tugas sketsa..

Senin: jam tujuh pagi pas lagi kucek2 rambut yang habis dikeramas tiba2 ditelepon temen:tugas sketsa harus dikumpulin sebelum jam 7 pagi! Alhasil rehan lari2 ke kampus bak dikejar2 anjing (dikejar waktu tepatnya) hosh hosh hosh...

Bagaimana nasib rehan untuk minggu yang akan datang?tepatnya saat minggu uas..To b continued