Bt BT bT BeTe BueTe B'T'!!!!!!! Haaaahhh.....beginilah sifat wanita, sering dilanda kekesalan yang diawali oleh tidak terkontrolnya perasaan. Yah, andalan intuisi sang hati si wanita, yaitu perasaan, memang suka sulit ingin berkompromi dahulu dengan logika. Oww...nampaknya wanita satu ini sedang sensitif , meskipun mengakui bahwa logikanya kalah telak dengan perasaan yang sedang dihadapinya. Apa ini salah? Jika kau tahu alasannya mungkin kaupun tidak akan protes. Ugh! astagfirullah...tarik napas dalam2 rey...pikirku dalam hati (Hhhhhfffff......). Malam ini tidak begitu menyenangkan setelah aku meneleponnya..sekedar mengabarkan bahwa aku sudah tiba di rumah, setelah melakukan perjalanan panjang dari Kota Hujan itu (tapi yang ada cuaca sangat panasss). Sebenarnya aku hanya memerlukan sedikit perhatiannya, atas sesuatu yang telah terjadi pada saat aku di Bogor kemarin. Tapi! responnya tidak seperti yang kuharap (hiks), dia hanya berkata 3 patah kata! begini "oh...kirain apa..." ...Oh kirain apa???!!!(bentak hatiku). Dia pikir kejadian kemarin bukan apa2??? Meremehkan sekali y...jadi sakit hati sendiri, padahal bukan masalah aku nya yang kenapa2, tapi 1000 org biadab telah menyerang tempat jalsah di mana sedang berlangsungnya kegiatan jemaat. Dan kejadian tragis itu menyebabkan 25 orang luka berat dan membuat puluhan ribu orang yang mengikuti jadi kepanikan (aku termasuk ke dalamnya), namun alhamdulillah keadaan dapat segera dikendalikan oleh pihak tim keamanan. Kembali ke topik malam ini, setidaknya ‘dia’ memperlihatkan rasa simpati, tapi malah berbeda 180 derajat. Dia hanya terus membicarakan kegiatan di kampusnya, tanpa menghiraukan ceritaku yang cukup menggemparkan itu. Apa saja sih yang ada dalam benak’nya’? Aku heran, pekerjaan dan pekerjaannnn saja yang selalu dia bicarakan, ga ada topik lain apa? Ada juga paling 'garing'. Dasar workaholic.... $:-/ Kesal aku.... sudah banyak hal yang buatku meragukan perasaannya itu....
Oya, ini ada puisi yang kubuat pada tanggal 6 kemarin, pukul 1 pagi. Kuberikan pada sahabatku yang akan menghadapi SPMB (tgl 7 ), sebagai penyemangat…
Saat gelap lari ke Barat
lampu sisa malam semakin padam
oleh langit yang bangkit.
Bau hangat matahari
tercium di Timur Laut.
Entah sudah berapa lama
kakimu lampaui perjalanan
berhentilah sejenak
Karena telah tiba
hari kau kan kepakkan sayap
memungut langit harapanmu.
Saatnya membuka pintu cahaya mimpi
dengan jiwa kokoh dan keyakinan.
Siap kobarkan
perjuangan akhir menuju kemenangan…
Dan ini puisi kedua yang tak jadi kukirim, berhubung pulsaku sekarat…padahal aku sudah berniat mengiriminya saat malam sebelum hari kedua SPMB tiba.
Siang surut, malampun bersedia menyala demi kesetiaannya pada sang kasih.
Lewat lambaian gemintang, ribuan cahaya telah dialamatkan padanya…
untuk perjuangan yang belum berakhir.
(Emang nyambung gitu ma SPMB?..hehe ga tau deh, yang penting kan niatnya)
[Dari bayang2 gelap akhir kisah yang akan terjadi]
Udaraku
Laksana udara penyejuk
Membawa tenang angin bersepoi
Membuat setiap helai daun tergerak
Mengayun pepohonan yang berdiri tegak
Mengibas kapas putih untuk sekilau cahaya di baliknya
Membimbing hela nafasku turut mengelana semesta
Jangan biarkan
kegelisahanku akan keberadaanmu nan jauh
Tak kan lagi ku mampu rasai hangatmu
Jangan biarkan
kepergianku akan jauhi tiupanmu
Tak kan lagi kuhirup desahmu
Kuucap…
untuk kau mengerti,
Sampailah…
pada ujung hembusan
Udaraku…
kuhapus jejakmu
Maka bertiuplah
ke arah senja
Hingga jingga
menutup mataku
Membawa tenang angin bersepoi
Membuat setiap helai daun tergerak
Mengayun pepohonan yang berdiri tegak
Mengibas kapas putih untuk sekilau cahaya di baliknya
Membimbing hela nafasku turut mengelana semesta
Jangan biarkan
kegelisahanku akan keberadaanmu nan jauh
Tak kan lagi ku mampu rasai hangatmu
Jangan biarkan
kepergianku akan jauhi tiupanmu
Tak kan lagi kuhirup desahmu
Kuucap…
untuk kau mengerti,
Sampailah…
pada ujung hembusan
Udaraku…
kuhapus jejakmu
Maka bertiuplah
ke arah senja
Hingga jingga
menutup mataku
...
(6 Juli 2005)
No comments:
Post a Comment