Dibawah ini merupakan kata-kata yang menambah keluasan kamus bahasaku, diambil dari buku “Ronggeng Dukuh Paruk”, karya Ahmad Tohari. Bagus lo ceritanya…:), sastra banget, dan mudah dicerna.
Hal 135
“…suaranya berbisik, seakan-akan seluruh malam adalah miliknya yang sedang diusik”
“…sinar kebiruan bergerak menyeberang pematang…”
“Malam telah sempurna gelap…”, Bulan tua baru akan muncul tengah malam sehingga cahaya bintang leluasa mendaulat langit. Kilatan cahaya bintang beralih memberi kesan hidup pada rentang langit. Kilatan cahaya bintang beralih memberi kesan hidup pada rentang langit… betapa kecil manusia di tengah keperkasaan alam”, di bawah lengkung langit megah
Hal 197 “…terkadang, membersit sinar terang bintang beralih…”
Hal 215 “…matanya memancarkan cahaya bening embun pagi”
Hal 254
“ketika gerimis mereda, bulan muncul di langit dalam kalangan bianglala” Indah, sangat indah”
“di bawah sinar pelita yang kuning kemerahan,…”
“Partikel-partikel hidup sedang memisahkan diri dari ikatan organisasi maharumit, mahacanggih, kemudian terurai dari ikatan-ikatan kimiawi oleh bakteri pembusuk untuk selanjutnya kembali larut dalamkeberadaan universal.”
Hal 256 “…kematian adalah keperkasaan kodrati…”
Hal 263 “
Hal 269 “Nurani adalah kemudi kehidupan yang hakiki karena dikendalikan langsung dengan kasih sayang illahi.”
Hal 277 “Hasrat yang tidak aneh karena pada setiap diri terkandung kadar kecenderungan menyukai hal-hal sensasi.”
Hal 290 “Seruling batang padi yang diberi sistem megafon dari daun kelapa mampu menciptakan kemerduan yang unik. Nadanya bergelombang demikian rupa sehingga amat mudah berbaur dalam desau angin ketika menyapu pepohonan. Iramanya yang tidak mengenal keteraturan tangga nada justru mudah menyatukannya dengan ombak lautan padi yang menggelar hamparan warna kuning tua, kuning keemasan, dan hijau lembut.”
Hal 363 “…ke tengah laut yang berbingkai langit.”
No comments:
Post a Comment