15 Maret 2009
Halo, pujangga… seperti kata malam sempat berdendang… Ketidakdugaan selalu bergandengan dengan tiba-tiba; harummu berkelebat nyata melewati tubuh dan bayangan. Setelah punggungmu berbalik… ; ada dua pasang mata saling melihat tawa dan kenang, she was beautiful* menjadi bahan bicara dan persinggahan senyuman. Di atas sana si purnama ikut senang, hitam mencurah putih, tanpa harus menunggu lagi hujan datang…
Seolah waktu sengaja kembali. Seolah waktu sengaja hampiri. Pertemuan tidak diharap-harap.
Karena sang pujangga. Lagi aku berkata-kata.
*lagu karya S.Meyers
No comments:
Post a Comment