Saturday, March 07, 2009

- Kepada pemberi buku-


Bulan Februari, malam seringkali mengecup sayang kening ini. Kening yang terjaga melulu sambil menggapai mimpi asli. Ada peri-peri yang tak nyana menemani dengan senang hati. Ada gemaan suara-suara hening yang terdengar cukup bening. Disini, duduk menyimak gores garis tegak lekuknya yang rapi. Tangkai-tangkai berkelopak merah dan putih kusam namun harum semerbak setiap jelang pagi. Bukankah serupa kehidupan siang saja malam-malam ini. Kesendirian yang tak sendiri. Ada keceriaan dan kebahagiaan tersisip, lalu cukupkah ku sekedar ucap syukur atas diri dan semesta anugerah Illahi…


Terima Kasih*

:)


NB: Tidakkah langit mharap apapun dari pepohon meski dia tlah mberi kehidupan lewat gerimis. Mungkinkah cukup dengan warnanya saja...bisa sejukkan mata sang langit.

Begitulah pertanyaan yang kunyatakan. Atau pernyataan yang kutanyakan.


*Persembahan atas pemberian buku "Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai" karya Goenawan Mohamad.



1 comment:

Anonymous said...

langit pun mulai melebarkan,
dan mengangkat kedua ujung garis bibirnya.
pantulan warna warni yang menghiasi matanya,,,
menjatuhkan tetesan air yang bersiul.

subhanallah...
alhamdulillah...
merah, jingga, nila, ungu di selah selah hijau,,,
bernyanyi dan menari di atas garis tegak, bulat cokelat.
berharap...
guguran daun kering itu mulai menjauh dan menghilang

kemudian...
langit tidak akan hanya memberi gerimis,,,
cahayany mengundang ribuan serangga mampir di atasnya.
tiupannya mengantarkan bermuaranya serbuk serbuk yang kecil dan ringan
karena...
langit ingin melihat warna warna lainnya yang belum mekar.