Monday, November 17, 2008

My Eternal Utopia


Hujan menebar kenangan

Deras tak menggoyah ingatan

Ada sapa yang mengundang aku untuk datang

Pada: lembar-lembar yang sempat harum dan kubiarkan usang

Pada: layar yang sekali tersirat kelopak merah muda yang mengembang

Sungguh mekarnya terpatri begitu dalam

Sampai tiadalah daya rasa ini melepasnya dari akar

Meski sudah payah jembatan jauh kubentang

Sampai tiadalah daya rasa ini melepasnya dari akar

Aku: tersenyum, tersenyum, dan tersenyum, senang

Ingin sekali teriak kencang

(………………!!!!!!!!!!!!)

Meski tahu sapa itu hanya sesaat dan menjadi bayangan

Tetap; bercermin memandang binar mata begitu terang*


18 November 2008 1:47 PM

*Karena & untuk sang pujangga

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

dedicated song...;)


Bayang Bayang Ilusi (New Version)

by Anggun


Kala mataku terpejam
Sunyinya malam
Kala hasratku membara
Khayal smakin tinggi

Seribu asa hadir di sekililingku
Bangkitkan gairah hidup
Sejuta harapan di dalam jiwaku
Walau semua masih di dalam angan

Jurang curam menghadangku
Getarkan jiwa
Dan pekatnya kegelapan
Datang melanda

Keraguan kini menjelma di dada
Musnahkan segala asa
Semua harapan yang dulu pernah ada
Tiada tersisa…

Haruskah ku hidup dalam angan - angan
Merengkuh ribuan impian
Haruskah ku lari dan terus berlari
Mengejar bayang - bayang ilusi

Bayangan ilusi
Hanya fantasi
Bayang ilusi

Haruskah ku hidup dalam angan - angan
Merengkuh ribuan impian
Haruskah ku lari dan terus berlari
Mengejar bayang - bayang ilusi
Merengkuh ribuan impian
Haruskah ku lari dan terus berlari
Mengejar bayang - bayang ilusi

Bayangan ilusi
Hanya fantasi
Mengejar ilusi
Terus berlari
Bayang ilusi


No comments: