Wednesday, September 03, 2008

Sustainable Architecture

Finally, I can understand what d lecture’s mean to say… Sustainable Architecture. Mungkin sulit untuk diartikan secara harfiah. Yang menjadi esensinya adalah mampu menangkap substansi atau makna dari kata itu. Ya… ada yang bilang sebenarnya sama saja artinya dengan Green Building, atau Green Architecture, atau Bioclimatic Design, dan beberapa istilah lainya namun sama arti dan makna. Mungkin akan mengalami perubahan istilah lagi satu waktu, beda ‘penggerak’ beda sebutan, sesuai konsep spesifiknya masing-masing. Jadi, sustainable architecture ini mengacu pada E4, kependekan dari Energy-Efficiency+Effective Environment, 4 kata yang menjadi topik utama arsitektur kini (dan dulu), kembali marak diangkat dalam dunia arsitektur. Apa sebab? Global Warming. Setidaknya mampu mengurangi atau mencegah efek dari Global Warming. Sustainable architecture ini merupakan konsep desain arsitektur yang diharapkan ramah lingkungan dengan penggunaan hemat energi, mengganti penggunaan energi mekanis dengan mengoptimalkan pemanfaatan energi alam (tanpa merusak alam itu). Bahkan mengembalikan (menghasilkan) energy yang telah kita gunakan.. Topik ini bukan lagi hal baru untuk diketahui, tetapi tetap, perlu diangkat kesadaran akan hal ini bagi para arsitek. Karena arsiteklah yang sebenarnya berperan besar dalam mencari solusi baru bagi masalah Global Environment, dengan menciptakan bangunan ramah lingkungan untuk masa depan. Arsitek tertuntut untuk berpikir holistic. Marilah kembali melihat tujuan utama sebagai arsitek sejati. Keep the world save for people’s life. Dan saya senang bisa melihat dengan jelas tujuan itu (karena membuat saya sadar tentunya…)

The air for breath, the Sun for light ,Greenery… and Water…,are the symbols and signs of living world…

1 comment:

Ragil Cahya Maulana said...

ehm, sayah ga begitu ngertos ttg "cara membangun bangunan" ato arsitektur. sayah lebih jago menghancurkan mall...