Setelah, melihat wajah-wajah serupa pada detik yang sama
Seperti, terjebak oleh kekinian yang usang dilekang waktu
Otakku bisa cerdas memutar detil-detil memori para wajah rupawan itu
Jika, logika kuhentak berhenti berdetak
Maka, ingin aku menggenggamnya kembali;
pemilik para wajah rupawan
Skeptis, oleh ingatan yang akan-tidakakan-atau-belum muncul
Tapi, naluri berbisik;
akan datang pada waktu entah berapa hari lagi
Namun, bukan untuk kutunggu atau kuharap
Pun, warna baru akan terbubuh;
bentuk yang berbeda
Bolehkah, meminta akan terjadinya;
bukan hanya bayang-bayang pemilik para wajah rupawan
Inilah kejenuhan yang ada;
Ingin kembali pada satu masa
22 September 2008, 05:45 AM
No comments:
Post a Comment