Friday, August 22, 2008

Waktu; susah tidur

22 Agustus 2008.

Ada saat-saat … di mana kamu melewati hari-harimu seperti biasa, namun setelahnya terasa sangaaat lelah ketika waktu begitu cepatnya telah menarik kembali jam-jam surya berdansa di atas kepala kita. Kadang aku merasa aneh pada pikiranku sendiri. Akhir-akhir ini aku ingin segera kembali ke jam petang dan malam saat sedang melaksanakan kegiatan-siangku, tapi saat malam sudah menutup terang, hanya kelelahan yang harus kuterima dengan paksa. Tubuhku boleh istirahat, tapi pikiranku suliiit sekali untuk bisa setidaknya pergi sejenak ke dimensi lain, atau membiarkan sel-sel tubuh meregenerasi. Jam dindingku mungkin sudah mulai kesal, risih karena terus kulirik setiap beberapa jam. Apa sih yang aku tunggu sampai layak dikhawatirkan? Esok hari? Menunggu Matahari datang dari perjalanan jauhnya? Lalu aku mengeluhkan kedatangannya karena ingin segera malam? Dan begitu seterusnya? Sampai kapan? Mungkin aku sedang takut, takut menyambut hidup esok, lusa, seminggu kemudian, setahun kemudian, 5 tahun kemudian, bahkan 15 tahun kemudian. Pernahkah terpikirkan olehmu hal yang sama? Takut menyambut jalan-jalan hidup yang berebut untuk dipilih, dilemma. Atau takut jiwa ruh tiba-tiba menghilang dari dunia, sudah saatnya pergi, atau pulang… Ataukah jangan-jangan memang pikiranku sedang terjebak oleh keidealisan diri… yang melahirkan pertanyaan tentang kehidupan masa depan dan kematian?… Pasti ada jawabannya kan? Pasti. Dan takut adalah wajar. Sesuatu yang bisa kita hilangkan pada waktunya. Ah waktu…waktu…waktu… kau layaknya raja saja, tidak ada sesuatupun yang berani menginjakmu, meski ada saja yang mengabaikan, itu hanya akan sementara ,dan pada akhirnya tunduk juga padamu, karena sementara adalah waktu juga. Begitu cerdas kau bermain kata, waktu.

Just and just Allah knows the way, our way of life. Lucu, setelah aku menulis kalimat barusan, pikiranku bertanya “jadi aku harus berbuat apa sekarang? Aku perlu petunjuk, dan pikiranku sedang lelah” (great..). Just have a lil’ faith, rite? But still! I can’t take a rest at all, wait 4 the time.

Yah…hanya ingin melepas penat, serius deh, sakit kepala, pikiran susah istirahat; masih banyak tugas, tapi terlalu cape dibawa mikir!!! (emangnya presiden!?) haaaaaaaah…… Jadi pengen cepet-cepet bulan Ramadhan nih (nah kan, tinggal tunggu waktunya aja, seminggu lagi)

No comments: