Thursday, August 28, 2008

Idih, Malu-Maluin…

Saya memiliki visi besar, saya terobsesi dengannya, tetapi ternyata saya masih belum maju selangkah pun. Saya hanya menunggu. Menunggu impian saya datang sendiri. Hari ini, saya disadari oleh yang pertama, dosen saya, kedua, waktu, dan ketiga, oleh saya sendiri. Dan hari ini saya mendapat pelajaran besar. Dosen saya menyadarkan, lalu saya malu terhadap diri sendiri. Ya, ternyata selama ini saya mempermalukan diri sendiri. Hanya satu kalimat yang dosen lontarkan pada saya, dan itu membuat saya sadar penuh: “Anda mau jadi arsitek?”. Lalu dengan semangat dan lantang saya menjawab: “Ya! Mau banget…!”. Dosen saya tersenyum. So, after seconds I thought while leaving him out of the office… what just have I learned after this time…? Menjawab pertanyaan struktur yang sangat mudah saja masih gagap kek…berbelit-belit kek…pertanyaan yang amat sangat mendasar, lama sekali untuk berpikir dan malah tidak mampu menjawab. Memalukan kan? Lha… kuliah udah 3 taun gitu! Padahal di blog ini, saya sudah menggembar-gemborkan bahwa saya memiliki visi besar, terkesan hebat! seolah saya sudah siap, kapan pun, untuk memulai segalanya, seolah saya sangat yakin, bahwa saya sudah mampu bertahap untuk melaksanakannya, n d blah blah blah. Pertanyaan untuk diri sendiri: “Kamu sudah sadar, kalau begitu tau kan apa yang akan kamu lakukan ke depan?” Hmmm…( eee, malah kebanyakan mikir! malah nulis2 blog)
THINK more, DO less. heh, it’s just me, soooo stupid!!!!! :p Parah, parah, parah! Malu pisan euy! G pake kode etik sama sekali, bangga aja namanya MAHAsiswa, padahal mah…

5 comments:

Ragil Cahya Maulana said...

punya obsesi besar yg berbanding terbalik dg usaha keras untuk meraihnya, sama saja dg bilang, "hey lihat, aku bisa kentut!" padahal anda tidak punya pantat. sebaiknya cari obsesi lain deh, yg skiranya anda punya bakat untuknya.

salam kenal,
bocah ingusan

Reihan said...

Wah, feedback yg dalam dan tepat tuh! Tp, saran bagus kamu itu tidak akan saya jadikan solusi terbaik:) Fortunately, saya jadikan kesadaran itu sbg hal + , tdk membuat saya mundur bgtu saja, tp malah jd tertantang. Karena saya menghargai waktu (dan usaha = menghargai diri sendiri lah..) Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, rite?

Comment kmu, blog "Idih, malu2in.." ini sudah cukup mjd pecutan. So, thx y!

Salam kenal juga untuk bocah ingusan

Reihan said...

Satu lg, fyi. bisa dibilang blog ini adalah ungkapan perasaan rendah diri yang berlebih... y gitu deh, i'm just a human

Ragil Cahya Maulana said...

oke. thx sudah repot" membalas komen saya. komen saya diatas itu adlah konotasi negatif dari orang yg hanya mengejar obsesi tapi tidak tau harus berbuat apa.

saya doaken semoga obsesi mbak terwujud. i know you can..

Ragil Cahya Maulana said...

hingga saat ini, saya masih tidak tahu bahwa yg saya lakukan ini adalah bentuk penyaluran bakat. yeah, memang sih.. ada rasa 'aneh' saat tidak menulis (minimal selama seminggu). basicly, saya sudah terbiasa menulis sejak kelas 1 SD. menulis pelajaran, kemudian penulis opini" saya di diary, dan akhirnya nangkring di sini. mungkin krn saya orgnya pendiam, saya lebih banyak nulis daripada bicara.

dan... am i first? maksudnya, apakah saya "anak-ingusan-15-tahun" pertama yg bikin mbak komen panjang lebar? kalo iya, seenggaknya saya sudah bisa menyaingi raditya dika.