Pengalaman menjelajah alam kembali aku geluti, ke pantai cipatujah bersama tim Pak Bunawijaya. Lagi-lagi, banyak pelajaran yang aku dapat dari perjalanan ini, meskipun hanya menghabiskan waktu semalam. Memang tidak akan sia-sia jika kita berinteraksi dekat dengan orang-orang berjiwa ‘bebas’ dan berpengalaman hidup berdasarkan nurani, terlebih lagi dengan yang menyayangi alam. ‘Bebas’ disini, bebas mengatur hidupnya sendiri dengan syarat tidak menyalahi hakikat sebagai ciptaan Tuhan. Segala sesuatu yang dikerjakan dan diperoleh adalah menggunakan akal sehat dan hati nurani. Orang-orang yang aku temui kali ini, adalah orang-orangtipe survivor. Mereka berjuang dan berhasil meraih kesuksesan. Tidak hanya sukses materi, tetapi juga sukses menemukan hidupnya, sesuai dengan kenyamanan hati. Dari pembicaraan santai saya dengan mereka, ada beberapa kunci yang saya bisa pegang untuk bisa dijadikan alat perjalanan hidup saya ke depan. Pertanyaan klise: saya ingin tahu KENAPA pak buna bisa sukses seperti sekarang? Dengar-dengar tentang perjalanan hidupnya, dalam hati saya sebelumnya berpikir, apa mungkin factor lucky nya besar. Tapi setelah menyelam lebih dalam, ternyata tidak juga demikian. Beliau benar-benar berjuang dari nol, dan mungkin lagi saya berpikir, beliau memang bukan orang biasa, cerdas memanfaatkan otaknya untuk menghadapi keras hidupnya saat itu. Tapi untuk menceritakan kembali tentang detil riwayat hidupnya akan panjang teman-teman...
Jadi, kuncinya adalah : kejujuran, rajin, disiplin, dan tanggung jawab. Sungguh jawaban klasik, sungguh kata-kata yang familiar kita dengar. Tapi, saya mendengarnya sebagai kata-kata baru, yang harus saya pelajari atau harus saya coba seolah pertama kali. Inti lain dari cerita beliau, kenali kelebihan kita, terlebih jika mengenali bakat yang ada. Jika kita bisa menggunakannya besertakan keempat sifat tadi, maka insyaallah kebaikan akan menjemput, peluang menuju nasib yang lebih baik akan mendekat. Apapun bisa kita peroleh asal ada tekad dan kemauan yang kuat. Namun tetaplah semua yang akan kita lakukan tidak terlepas dari pertimbangan, apa yang akan terjadi beberapa waktu ke depan bila kita melakukan ini atau itu. Kembali kepada keputusan diri sendiri, karena jalan hidup adalah pilihan. Nah, pak Bunawijaya menambahkan, ada lagi yang perlu diingat, no hurt anyone’s feeling’ dengan cara bersikap (berbicara) santun, kesantunan itu sangat diperlukan. Untuk menjadi seorang pemimpin, sangat diperlukan cara berbicara yang santun tapi tetap mengundang rasa segan bagi orang-orang sekitar. Jika sudah sukses, kita harus tetap low profile… ini yang sering terlupakan oleh orang-orang yang sudah berhasil berada di jajaran atas. Jangan takut, kejujuran pasti membawa penghargaan pada diri kita, melalui apapun. Disamping berbicara tentang kesuksesan, pak bunawijaya salah seorang yang sangat mencintai alam.
FYI, Bunawijaya: pemilik perusahaan IMS (International Movers and Storage Co.) di bidang ekspedisi barang / logistik, pelukis realis lanskap, mantan atlit basket nasional, pegolf, dan juga pebalet. Beliau kini masih aktif di PERBAKIN (Persatuan menembak dan berburu Indonesia), menjadi pelatih golf, dan hampir keseharian aktivitasnya adalah berjelajah ke hutan-hutan atau laut dimana beliau menemukan objek-objek lukisnya, dan tentunya untuk merasakan satu dengan alam…
Semoga bermanfaat sharing pengalaman sesi ini
selamat menunaikan ibadah puasa teman-teman :)
dalam foto ini (kiri-kanan): Pak Lili (ex pelatih AU Srilanka), Bu farijah, saya, pak Bunawijaya, Sherika, Pak Dodi (pilot)
No comments:
Post a Comment