10 Februari 2009 11:36 PM
Angin bertanya “apakah hanya akan berlalu seperti angin”. Berputar-putar dalam 1 ruang. Sesaat. Lalu kembali mencari ruang lain untuk dikunjungi, dialiri. Seakan tiap ruang itu yang meminta kunjungan semata, tanpa memohon untuk tinggal. Pada akhirnya angin akan terus berjalan kemana pun dia pergi. Dia hanya disyukuri ketika terik matahari menyalak tubuh penuh keringat, tapi digerutu ketika hujan deras menampar bumi. Katanya “Hanya setengah penuh, yang mereka inginkan dariku”, lalu angin berembus melewati rongga-rongga tak terjamah sadar, kecewa dan mata sayu tertunduk. Ingin terhapus dari rasa (ke)hilang(an). Lebih baik hilang daripada tidak dibutuhkan. Datang dan pergi, seperti sepi dan sendiri.
Abstraksi sebuah rasa, untuk angin.
Apakah selalu ada akhir dari satu cerita yang sedang berkisah latar warna merah muda? Begitu bisiknya.
Lagi, kubu2hkan warna baru.
Ikuti kata hati, maka di depan ku akan tahu antara sesal dan tidak.
No comments:
Post a Comment