Sunday, April 27, 2008

Ambillah Jalan Tengah

I’m back feel ‘alone’. My mom’s dream. What is the meaning? Why is that? N lately I just miss my family, my mom especially. I always need them… Even the distance never can part us, how far I go… n wherever they are…

Back to be my self!

Kemarin, saya bertemu kedua orangtua tercinta. Yah,karena mereka sedang ada di Bandung, maka saya paksa agar kita bisa bertemu, saya tahu sore itu abah ibu sudah terlihat lelah, tapi saya yakin, tidak pernah ada pertemuan yang sia-sia dengan mereka, terutama bagi saya. Tidak sabar saya ingin banyak bercerita. Keantusiasan dalam diri.

Ada bekal baru yang saya dapatkan dari acara Art Festival 2008 di kampus kemarin,tgl 21-23 April. Judul acara “Should I hate architecture”. Ok, acara ini berbicara tentang kritikan terhadap arsitektur Indonesia yang kehilangan identitas. Dikemanakan esensi arsitektur itu? Apa sebenarnya tujuan daripada arsitektur itu? Apa sih pandangan publik terhadap istilah “arsitek”? Gemerlap. Hanya melayani orang-orang kaya saja. Ironis. Ruang tata kota negara kita begitu semrawut. Siapa yang salah? Dan bla bla bla seterusnya…

Intinya saja, dari seminar yang mengundang artis Didi Petet dan arsitek Yusing, salah satu yang menjadi perhatian adalah kaitan acara ini dengan sebuah idealisme -terhadap bidang yang masing-masing geluti. Kata Didi Petet, “… idealisme membawa pada kemiskinan? Itu basi, mitos jaman dulu. Justru, kita, harus tetap memegang idealisme diri, supaya tidak tergilas oleh dunia industri…” (applause dari penonton). Baiklah… itu membuat saya tergugah juga, untuk belajar tetap pada pendirian, atau mempertahankan yang baru saya sadar itu disebut dengan idealisme. Tentunya…idealisme yang tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat. Seketika itu juga terjadi argumentasi di dalam pikiran saya.

Ini yang saya ceritakan pada abah. Dan saya menambahkan “tapi bah, salah seorang pendiri sekolah arsitek pertama dan ternama -Walter Gropius- pun jatuh karena terlalu menjunjung tinggi idealismenya. …?” Abah menjawab (ini… yang saya tunggu2 hehe),”Ya, di dalam Islam menyebutkan ‘ambillah jalan tengah’. Islam tidak muncul dari Timur atau Barat, tidak muncul dari kubu kanan atau kiri. … … …Jadi harus seimbang antara idealism dan capital, ambil jalan tengah” Saya mengangguk-ngangguk (ooooo…dlm hati). Siapa bah yang menyebutkan itu di dalam islam? –dengan senyumnya yang khas menjawab “Rasulullah S.A.W....”.

Dan! Damailah sudah perdebatan dalam pikiran saya itu. Setelahnya pikiran ini mengawang-awang, bahwa ada rencana baru untuk visi saya ke depan…:)

1 comment:

Yunihadi Indra R said...

Senang ya.. punya abah yang cerdas dan punya cara pandang yang modern tapi tetap islami..

Salam...
Y. Indra R
Planter_Geodet