Tuesday, January 29, 2008

Happiness; abstract, unless...

Hallo blog, sudah lama aku tidak menyapamu, semenjak hidupku mulai ramai dibubuhi oleh warna warna yg tidak pernah kukenal sebelumnya, seperti saat masa kecil, yang kuketahuiwarna yang ada adalah seindah pelangi. Kenyataannya. Hidup ini tidak seindah bentuk sayap kupu2 yang baru terlepas dari kepompongnya. Suatu saat mahkluk itu pun akan terpuruk oleh alam yang menggoda dan merusak keindahan kepaknya itu. Dan akhirnya menunggu mati. Hidup. Aku masih mencari hidup. Hidup adalah perjalanan dan perjuangan. Semakin aku mencari, semakin banyak sisi kekuatan diri yang aku perlukan untuk menghadapi hidup ini. Keras kehidupan harus kupaksakan menjadi suatu hal yang biasa. Satu waktu, bukan , banyak kita bisa menjaga waktu , aku merasakannya. Hidup adalah pertimbangan, pilihan, dan konsekuensi. Kebahagian, bisa menjadi gambaran yang absurd. Karena manusia lah yang membuat segala kondisi kehidupannya. Itulah cobaan. Alam selalu menuntut, dan akan terus mempertontonkan segala ketidakmutlakannya. Tuhan membuat kita mengalami, apa yang tidak pernah kita alami, melalui jalan yang kita pilih. Proses persepsi, atas segala yang tidak mutlak, menjadi kisah hidup, menjadi suatu objektivitas. Itulah perjuangan. Agar tetap pada jalurNya, sejauh manarohani dan bertolak pada naluri kemanusiaan yang beradab. Mempertahankan keseimbangan antara rasio, rasa, dan iman. Kebenaran yang mutlak? Bagiku hanya satu: keberadaan Tuhan. Bahkan hal ini semakin diragukan oleh manusia. Masalah didunia semakin mudah tersentuh pancaindera, dan rasio pun semakin mudah ditemukan karena faktor itu, menjadikan manusia semakin krisis dan kritis. Namun dimanakah kesimbangan itu. Rasio dan rasa berjalan, sedang iman terlupakan, mati begitu saja. Lenyaplah keseimbangan yang membuat manusia tetap beradab. Yang ada hanyalah biadab. Kebahagiaan masa depan; abstrak, antara menjadi visi atau mimpi, lantas mana yang akan kita pilih?



No comments: