Ada alkisah di sebuah negeri belahan bumi bagian Timur Tengah. Pada satu malam yang dingin, ada seorang pelacur, keluar dari tempat pelacurannya dengan langkah terseok-seok. Sambil membenarkan sepatu hak tingginya, dia melihat seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya dengan jerih payah untuk bisa menjangkau air dalam sebuah kolam. Rupanya anjing itu kehausan, tapi tidak mampu menjangkau air itu. Dengan kepala terhuyung-huyung, sang pelacur mendekati si anjing. Merasa iba dia spontan melepas sepatunya, lalu menyiuh air itu ke dalam sepatunya, lalu diberikannya pada si anjing. Melihat ekspresi si anjing yang kegirangan, sang pelacur tergugah, timbul keinginan untuk kembali meyiuh air ke dalam sepatunya dan dia berikan lagi pada anjing itu, sampai dia lakukan berkali-kali. Melihat binar mata bahagia si anjing kemudian, hatinya terenyuh dan tersinggunglah senyum dibibirnya, ikut merasakan kebahagiaan yang didapat si anjing. Setelah anjing itu pergi berlalu, sang pelacur pun kembali ke rumahnya...
Dan pada saat itu juga Arasy Illahi bergoncang. Goncangan Arasy Illahi ini mengundang pertanyaan bagi Tuhan, lalu dia memanggil malaikat. Kemudian malaikat turun, dan Tuhan bertanya padanya ”Malaikat, ada goncangan apa ini?”. Malaikat menjawab ”Ada seorang pelacur telah menolong seekor anjing yang sedang kehausan”. Dan kemudian Tuhan berkata ”Baiklah, maka Aku bebaskan dia dari segala dosa-dosanya.”...
Dan pada saat itu juga Arasy Illahi bergoncang. Goncangan Arasy Illahi ini mengundang pertanyaan bagi Tuhan, lalu dia memanggil malaikat. Kemudian malaikat turun, dan Tuhan bertanya padanya ”Malaikat, ada goncangan apa ini?”. Malaikat menjawab ”Ada seorang pelacur telah menolong seekor anjing yang sedang kehausan”. Dan kemudian Tuhan berkata ”Baiklah, maka Aku bebaskan dia dari segala dosa-dosanya.”...
Esok harinya, sang pelacur harus berangkat ke tempat pelacurannya. Maka pergilah dia dari rumahnya. Namun di tengah perjalanan, hatinya merasa malas untuk melangkah menuju tempat itu. Sambil melangkah, tiba-tiba dia berpikir untuk pergi ke tempat temannya. ”Ah, hanya sekedar mengobrol sejenak, sudah lama kita tidak bertemu”, hatinya bergumam. Lalu jadilah dia pergi ke tempat temannya. Di sana, mereka berbincang lama. Hingga malam tiba, dia baru menyadari waktu yang telah dia habiskan disana telah membuat dirinya lupa untuk pergi ke tunjuan pertama. Akhirnya dia menangguhkan niatnya hari itu untuk pergi ke tempat pelacuran, dan pulang ke rumahnya.
Hari kedua, sang pelacur hendak berangkat ke tempat pelacuran, tapi kini hatinya enggan untuk pergi ke sana. Dia merasa ingin bertemu temannya kembali. Di tengah perjalanan menuju rumah temannya, dia melewati sebuah mesjid. Terdengar sayup-sayup suara orang-orang yang sedang melakukan pengajian. Hatinya meminta dirinya untuk mendekati suara itu. Lalu dari teras mesjid, dia duduk mendengarkan ayat2 suci yang sedang disenandungkan dengan seksama. Ada rasa tenteram dan bahagia terbersit dalam hatinya. Maka pada saat itu juga dia meniatkan dirinya untuk belajar mengaji dan beribadah. Dan pada akhirnya, dia tinggalkan pekerjaan lamanya, mulai menekuni salat 5 waktu, dan mengikuti pengajian di mesjid.....Alhamdulillah.
Allah selalu memberi petunjuk serta membukakan jalan bagi yang ingin bertobat atau yang ingin merubah dirinya menjadi lebih baik, selama keinginannya betul-betul berasal dari fitrah yang suci...Itulah yang disebut dengan kebesaran karunia-Nya.^_^
No comments:
Post a Comment