Jumat 26 Mei 2006
Liburan panjang ini aku banyak mengisi waktu luang dengan sepupuku. Malam itu tiba2 saja sepupuku meminta dirinya menginap di kostanku, tanpa alasan apapun aku tetap dengan senang hati membolehkan. Esok paginya kami ke Sabuga, aku lari, kakakku senam, dia agak tidak berminat jika kuajak lari, padahal hanya 5 keliling. Setelah itu kami tidak kembali ke tempatku, tapi kosan kakakku. Karena kami kira akan lebih mudah jika bersiap diri di sana sebelum berangkat Jumatan. Kami tidak pernah mengira sebelumnya akan terjadi sesuatu yang mengerikan beberapa jam setelah tiba di kosan kakakku. Sebenarnya kami sedang tidak merasa nyaman, berkaitan dengan alasan kakakku ingin menginap di tempatku. Ada makhluk yang terus mengejar kakakku, dan aku tahu pasti apa dan seperti apa makhluk itu. Pintu utama kosan sudah kukunci, menjaga rasa aman. Saat kami berbincang di kamar, dari depan pintu kamar yang terbuka muncul sosok seseorang yang tidak pernah diharapkan oleh siapapun kehadirannya. Aku terkejut dalam hati, dan kakakku terkejut setengah mati bak ditemukan seorang kanibal yang haus darah dan daging manusia. Pelarian kakakku dari makhluk itu akhirnya sia-sia! Situasi makin tidak aman dan nyaman. “@$#!*!?$#*%#?!!!”, mulailah makhluk itu mengeluarkan jurus lidah berbisa. Kakakku tidak berkutik, hatiku melihat jiwanya sedang berusaha menutup rapat-rapat hatinya agar tidak tertancap racun yang terlontar dari mulut berbusa si pembunuh itu. Aku pun berusaha bersabar diri mendengarnya. Beberapa menit kutinggal mereka mandi. Setelah kembali ke kamar tiba-tiba saja kutemukan kakakku yang sudah mencapai titik klimaks amarah sedang perang melawan makhluk dajjal itu. Spontan aku langsung berusaha melerai mereka. Namun apa mau di kata, kekuatanku tak mampu menandingi seseorang yang adrenalinnya sedang dalam puncaknya. Maka perang itu berlanjut semakin sengit. Racun itu berubah wujud menjadi pedang tajam yang siap membelah jantung. Sedang kakakku hanya mempunyai kuku kuku yang mampu mencakar kulit setidaknya. Aku takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Perkelahian sengit itu tercium oleh para tetangga, akhirnya beberapa orang luar datang berusaha menghentikan perang itu. “@$#x!!*#!!!!!” racun itu tak hentinya keluar dari mulut kotor bau makhluk itu. Seorang bapak mencela omongan makhluk itu, mungkin bapak itu sudah mengira bahwa makhluk itu memang jenis psikopat tingkat tinggi. Aku mencoba mengajak makhluk buas itu keluar dari kos sedang beberapa orang berusaha menenangkan kakakku yang ikut beringas. Akhirnya dengan segala upaya dari pihak orang ketiga dan kempat, suasana mencakam itu sedikit mereda. Makhluk itu terbujuk untuk kembali saja ke habitatnya. Kakakku seakan tidak berdaya lagi, seolah sudah terpuruk dalam sumur gelap yang kedalamannya 15 meter, kiranya racun itu telah menyebar dan mencampuri darah kakakku. Untung saja datang seorang sahabatnya dan ada aku disana sekedar menemani…Aku sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi selama ini pada kakakku, namun tidak mampu berbuat apa-apa yang dapat menolongnya lepas dari cengkeraman dan lari dari kejaran makhluk itu..
1 comment:
makhluk itu apa & siapa? ato emang dirahasiain ya?
Post a Comment