Monday, May 29, 2006

Dia adalah yang hidup
Manusia yg terlahir karena kehendak-Nya
Ada atas ucapan seseorang
Ketika sosoknya menjadi nyata untuk pertama kali
Dia tak pernah tahu
Keras kehidupan yg akan melewatinya
Seperti taufan yg menghadang tanpa permisi

Kini dan detik ini
Dirinya sudah melihat
Bahkan meneguk manis pahit kehidupan
Ruang dan waktu mengisi hari
Namun jiwanya tak pernah merasa datang kasih
Dari orang yang selalu diharap hadir disisinya sejak lahir

Di balik wajah yang tegar dan tangguh
Terpendam kerapuhan jiwa begitu mendalam
Siapa saja bisa tahu luka itu
Dari pesan air matanya yang mengalir bisu
Biarkan hatinya berteriak pilu
Agar kehadiran-Nya tampak dekat setelah itu

29 Mei 2006

3 comments:

Dimas said...

hmm.. puisinya bagus rei...

pa kabar nih?? maap dah jarang ngasi kabar lagi..

Anonymous said...

maaf oot ya.
met gabung dg blogfam. acc membernya sdh diaktifkan. ditunggu sapa nya di perkenalan ya.

Anonymous said...

Hm.... bagus...bagus.. hehe..